Bab V
BAB V
PANDANGAN WHITEAD TENTANG TUHAN DAN KREATIVITAS
- Argumen Pendukung
Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah darimana subject aim dapat berbcara tentang Tuhan? Jawaban Dari pertanyaan ini adalah
- Untuk melengkapi skema metafisika dari interpretasi utuh
- Peranan Tuhan dibuthkan untuk menjelaskan secara utuh makna dari proses becaming.
- KONSEP WHITEHEAD TTNG TUHAN
Konsep Tuhan dalam pandangananya tidak terlepas dari tiga buku yang terkenal yaitu:
- Buku Science and the modern world (SMW)
Konteks buku ini adalah Whitehead berada dalam situasi matrerialisme ilmiah. Dalam buku I ini, Tuhan dimengerti sebagai prinsip limitasi. Ia adalah prinsip pembatas terhadap nilai. Bagaimana proses limitasi itu? Dalam satu bagian buku ini ia berbicara tentang TUhan sebagai prinsip limitasi. Titik tolaknya adalah aktivitas dasariah dilihat terlepas dari fakta proses realisasi yang mempunyai tiga jenis anvisagment, yaitu:
1. Objek abadi.
2) posibilitas nilai-nilai yang berkatian dengan sintesis objek2 abadi.
3) materi actual yang terlibat dalam situasi total pecapaian di masa di masa depan.
Dengan demikian ada dua kunci penting dalamn penegasan ini, antara lain:
- Aktivitas dasariah ialah realitas metafisik terakhir yang dimegerti sepadan dengan substansi tunggal yang tak berhingga.
- Nilai adalah apa yang terkandung dalam peristiwa aktualisasi atau selalu dalam hubungan dengan proses menjadi
Kita bertanya dimana posisi Tuhan? Dalam pengertian tiga jenis anvisagement di atas dimana TUhan? Whithead katakana Tuhan dapat dimengerti dalam posibilitas nilai. Dari mana posibilitas nilai itu berasal? TUhan adalah sumber nilai dari satuan actual yang berproses sekaligus sebagai pembatas nilai-nilai.
SA hanya dapat mengambil satu nilai karena selalu berproses meneguhkan identitas maka Tuhan tidak lain adalah hasil pembatas nilai. Dengan demikian SA adalah sintesis yang dibatasi, karena itu tidak ada yang tidak terbatas.
Kalau begitu bagaimana prinsip limitasi dapat efektif? Atau dari mana datanganya proses limitasi itu? Ia menjawab Tuhan. Tuhan adalah prinsip limitasiKarena TUhan adalah prinsip Limitasi terakhir mak, a eksistensiNya adalah irasional terakhir (Segala sesuatu adalah rasional dan dasar terdalamnya adalah irasional Tuhan). Sehngga tanpa Tuhan tidak ada pembatasan dan dunia akan kacau. Nilai ada karena ada ketertiban dari Tuhan. Ia menjelaskan:
Tuhan adalah prinsip limitasi terakhir. Eksistensinya merupakan irasional terkahir. Karena todak ada penjelasan yang dapat diberikan tentang litiasi tersebut yang bersumber dari hakikatnya. TUhan bukanlah realitas kongkrit, tetapi dia menjadi dasar bagi setiap aktualitas konkret, hakekatnya tidak dapat dijelaskan karena hakikat itu justru menjadi dsar rasionalitas. (SMW 221).
- Buku Religion in the making (RM) Tuhan sebagai satuan actual non temporal
Konteksnya adalah agama sebagai unsure budaya atau usaha menerapkan relaitas yang dilihat sebagai kesatuan jaringan prehensi; tidak ada satu unsure realitas yang berdiri sendiri; majemuk tapi saling melengkapi.
Konteks ini diaplikasikan dalam buku II bahwa agama dihubungkan dengan budaya. Agama adalah realitas cultural. Maka kekhususan agama adalah menyangkut soal batin yang tidak dapat dimasuki oleh orang lain (religiositas).
Dengan begitu terjadi pergesaran yang besar. Juga perspektifnya adalah SA yang dalam proses menjadi mempunyai 3 elemen transformative.
- Kreativitas
SA punya elan vital yang hidup dalam dirinya. Ciptaan tidak dapat dilepas dari kreativtas. Kalau begitu bagaimana SA dapat menciptakan dirinya? Yaitu lewat prinsip kreativitas. Maka prinsip kreativtas adala prinsip yang menjelaskan dan membantu kita untuk mengerti, bukan suatu aktualitas karena satu2nya actual adalh SA. Tapi kreativats menjadi nyata dalam SA. Tanya SA kreativitas adalah suatu konsep yang abstrak.
- Objek ideal
Sebagai potensial murni yang belum diaktualisas namun potensialitas itu bukan suatu yang tergantung pada aktivitas dasariah tapi tergantung pada SA. Karena setiap SA bercorak kreatif maka dihubungkan dengan porese menjadi sampai pada relevansi tertentu. Sehingga proses menajdi dari setiap satuan peristiwa melibatkan entitas ideal tertentu.
- Tuhan
Tuhan sudah dihubungkan dengan atribut ke II (posibiltas nilai-nilai) maka dalam buku II ini, Tuhan dihubungkan dengan 3 elemen (kreativitas, objek ideal dan TUhan). Tuhan sebagai SA, punya dua aspek:
- Aktual: terlibat dalam waktu karena actual
- Non temporal: melampaui waktu dan hanya diriNya-lah sebagai SA yang non temporal.
Ia menulis sehubungan dengan TUhan: satuan actual tetapi non temppral berperan sebagai jalan yang melaluinya kreativitas yang tak dibataasi diubah mejadi suatu kebebasan yang terbatas. Satuan actual itulah yang oleh kaum beragama disebut TUhan (RM 88)
Tuhan sebagai sumber keteraturan dank arena dunia itu teratur maka adanya TUhan itu perlu. Karena TUhan adalah sumber keteraturan maka Whitehad menyebut itu sebagai “prinsip harmoni/prinsip tata nilai”. Maka peran Tuhan adalah DIa memberikan dan mempertahankan nilai-nilai dalam dunia temporal.
Kita bertanya bagaimana hubungan tiga prinsip di atas? Tampa TUhan objek abadi tidak terealisasi. Kreativtas penting tapi membutuhkan objek ideal yang tak terbatas dan perlu adalnya pembatas yaitu Tuhan.
- Buku Proses and Reality (PR)
Titik tolaknya adalah Tuhan punya 2 aspek: actual dan non temporal. Dalam buku ini aspek actual dihubungkan sebagai “hakikat akhiri (Consequent nature) dan konsep non temporal dikemabngkan sebagai “hakikat awali” (Primordial nature).
- Hakikat awali
Dapat dimengerti bahwa dalam TUhan semua objek ideal ada di dalamNya. Atau Tuhan berprehensi dengan semua objek abadi. Kita bertanya peran apa yang dimainkan oleh hakikat awali dari perspektif SA yang berproses? Dari perspektif SA yang berproses Tuhan menjadi nilai, prinsip limtasi. Proses SA berkembang menuju satisfaction yang artinya yang ideal tertentu mencapai titiknya karena subjectif eim. Dari mana SE berasal? ia muncul dari SA akitvitas awal yang berproses dan pada awal SA hadrilah SA yang punya tahap primordial. Maka bisa dikatakan subjektiv eim datang dari TUhan. Maka Tuhan menjadi Tuhan karaena prehensi dengan objek abadi.
- Hakikat akhri
Hakikat akhiri berarti TUhan berprehensi fisik dengan semua satuan actual. Bagaimana dijelaskan? Setiap SA punya kutub ganda: prehensi fisik dan prehensi konseptual. Prehensi fisik adalah sebagai SA maka TUhan punya relasi dengan semua SA di dunia. Maka realitas Tuhan meliputi semua ciptaan.
Ia mengatakan tuhan tidak boleh diperlakukan sebagai satuan suatu kekecualian di hadapan semua prinsip metafisik jika kita tidak menghendaki keruntuhan system prinsip2 itu. Tuhan adalah p erwujudan perdana prinsi2 itu (PR 343)
Kita bertanya mengapa Tuhan berprehensi dengan SA dan manakah konsekwensinya? Karena sejak awal SA membutuhkan TUhan maka setiap SA perlu berprehensi dengan TUhan. Konsekwesninya
- hakikat akhiri Tuhan sebagai SA berprehensi dengan SA lain, maka tidak mungkin kita membayangkan hakikat akhiri TUhan tanpa prehensi dengan SA.
- Hakikat Tuhan tidak lengkap. Artinya hakukat awali menyatu dengan kesempurnaan hakikat awali maka dalam hakikat awali Tuhan tidak butuh SA, tapi dalam hakikat akhiri TUhan butuh SA.
- Hakikat akhiri TUhan abadi karena ketercakupan dunia actual dalam TUhan menyatuhkan imortalitas objektif dari dunia dalam TUhan. Semua SA akan hancur karena keterbatasan tapi akan mengalami imortalitas subjektif dalam SA yaitu Tuhan, jadi dunia dan manusia mengalami imortalitas dari TUhan.
II. KONSEP WHITEHEAD TTNG KREATIVITAS
- Kreativitas
Buku I SMW:
Berangkat dari konsep bahwa SA sebagai causa sui yang menyebabkan dirinya sendiri dan Istilah kreativitas belum muncul dalam buku SMW, namun dari pengertiannya jelasn bahwa disana ‘aktivtas dasariah” yang dianggap sebagai :the Ultimate kelak akan diberi nama kreativitas. untuk menciptakan identitas melalui proses konresi sehingga SA bersifat kreatif. Akitivtas dasariah yang kemudian dalam buku RM disebut sebagai kreativtas.
Buku II RM:
Bersama dnegan Tuhan dan entitas2 ideal, kreativitas disebut sebagai elemen formatif bagi setiap aktulitas. Secara ontologism elemen2 formatif itu diandaikan oleh setiap satuan actual yang sedang dalam proses menjadi. Kita tidak dapat menjelaskan apapun tentang satuan Aktual tanpa merujuk kepada elemen2 tersebut. Kreativtas tidak lain adalah salah satu dari 3 elemen formatif SA. Disinilah kreatifitas dimengerti sebagai prinsip kebaruan: setiap SA selalu berproses menuju SA yaitu menjadi baru.
Buku III PR:
Dalam buku 3 ini ia mengembangkan secara penuh metafisikanya sebagai suatu filsafat organism dengan tesis dasar bahwa : dunia actual adalah suatu proses, dan bahwa prose situ tidak dapat lain dari proses menjadi satua2 aktual. Initsari dari prose situ adalah bnayak data yang berbeda2 bergabung menjadi suatu sintesis baru yang disebut satuak actual particular.
Ia menyebut kreatifitas adalah prinsip kebaruan, yakni prinsip yang karenanya “yang banyak…’ menjasdi satu satuan peristiwa. Mka peneyebutan ini tidak lain mau menunjuk pada kreativitas sebagai the ultimate. Sehingga kembali ke konsep awal SMW “aktivtas dasariah”. Maksunya kreativtas sbagai kategori penting sehingga tanpa kreatifitas kita tidak dapat mengerti realitas.
- Hubungan kreativtas dengan Tuhan
Kita bertanya apakan dalam pandangan Whutehead kreativitas adalah aktivitas Tuhan saja? Tidak! Kreativitas ada bersama dengan SA. Atau kreativtas identik dengan yang absolute tapi kreativitas bukan TUhan karaena tuhan actual. Kreatifitas bukalah pelaku efesien dari ciptaan. Bagaimana bisa mengerti hal ini? Dari perspektif SA. Kreativitas secara radikal menujuk pada proses menjadi. Artinya SA bisa mencipta dirinya karena bersama dengan kreatifitas.
Realitas bersifat netral dan SA adalah perwujudan-NYa. Dalam artian ini ia menulis kreatiitas merupakan terjemahan lain dari ‘materi’ menurut Aristotels atau bahan netral dalam bahasa moderen. Namun, ia bukanlah sekedar penerima yang pasif, tidak juga firma, yang tidak bereleasi secara ekternal. Tapi kreativtias merupakan gagasan murni tentang aktivitas yang dikondisikan oleh imortalitas objek dunia actual.
SA bisa menciptakan dirinya karena kreatifitas. Namun ia bukan sekedar penerima aktif tidak juga forma, dan tidak berelasi secara ekternal tapi sebagai gagasan murni tetnang aktivitas yang dikondisikan oleh imortalitas.
- Tentang personalitas Tuhan
Sudah dikatan bahwa ia mengembangkan konsepnya tentang Tuhan dalam konteks suatu system mentafisika dimana konsep Aristoteles ditolak mengenai substansi. Baginya di alam secara hakiki ditandai oleh adanya proses menjadi. Tuhan digambarkan satuan actual dengan hakikat ganda, yakni hakikat awali dan akhiri. Ia tidak dapat disamakan dengan rkeativitaspun tidak dapat dipikirkan sebagai aktivitas unik dari Tuhan. Bagi whitehead kreativtas dimengerti sebagai prinsip kebaruan yang merujuk pada karekater megafisika dari satua2 aktual yang terus menerus berproses. Jika kreativtas bukan merupaka aktivtas unik Tuhan, Kalau begitu apakah TUhan Whitehead itu personal? Tergantung dari pengertian person itu. Ada dua aspek untuk mengerti person itu:
- Ada individualitas
- Ada kesadaran
Jadi personalitas juga tidak lain sebagai sintesis dari masa lalu. Dengan kata lain personalitas selalu punya sejarah. Apakah konsep person menjadi unsure yang penting dalam konseo Whitehad? TIdak! Karena yang penting adalah unsure relasi/keteraturan harmoni.
