Manajemen Pendidikan

“Manajemen Dan Kepemimpinan Yang Mengubah Organisasi”

  • Daftar Isi
  • 1. Pendahuluan
  • 2. Etimologi Kata
  • 3. Perbedaan kepemimpinan, manajemen dan organisasi
  • 4. Kesimpulan
  1. Pendahuluan

Sejarah mencatat bahwa pada organisasi pendidikanlah kreatifitas kultur kader-kader bangsa di masa depan dapat dikembangkan[1]. Sehingga mempersiapkan pada pendidik untuk masa depan dan wadahnya harus mempersiapkan itu. organisasi tanpa manajemen maka akan hancur dan berantakan. Organisasi membutuhkan pemimpin yang dapat memberikan pengaruh kepada perkembangan organisasi, tentu tidak terlepas dengan manajemen yang baik.

Manajemen pendidikan mengandung makna pengelolaan terhadap semua kebutuhan institusional dalam pendidikan di mana komponen sistem dan subsistemnya saling berkaitan dan mempengaruhi yang tercermin dalam serangkaian aktifitas atau proses penyelenggaraan kerja dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia secara aktif, produktif, dan efisien dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri[2].

Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerja sama kelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan manfaat sumber daya yang ada dan menggunakan fungsi-fungsi manajemen agar tercapainya tujuan secara efektif dan efisien[3].

Karena tanpa memiliki manajemen yang baik pada suatu organisasi akan terhalang dalam kemajuan dan terciptakan sebuah kebijakan yang baik. Sehingga perlu adanya sebuah hal yang memungkin tercapainya sebuah kesepakatan mengenai rencana yang telah dirancang untuk kemajuan sebuah organisasi. 

2. Etimologi Kata

Secara etimologi manajemen adalah dari kata to manage yang berarti mengatur[4], mengelola[5]. Manajemen umumnya diartikan sebagai proses perencanaan, mengorganisasi, pengarahan, dan pengawasan[6].

Manajemen berbicara tentang kinerja (performance), hasil (outcome), alokasi sumber daya (resources allocation), aktiftas, dan kontribusi setiap individu/kelompok dalam organisasi. Istilah-istilah manajemen antara lain: planning, organizing, actuating/directing, controlling, performance measurement, alignment, strategy, restructing, reengenering, branding, dan lain-lain[7].

Karena manajemen sangat penting dalam kepemimpinan sehingga memiliki tata kelola yang sedemekian rupa. Dan memiliki perencanaan yang matang untuk masa depan sebuah organisasi.

Kepemimpinan berbicara tentang pengaruh (Influnce), teladan (lead by example), Pilihan (Choice), kredebilitas (Credebility), dan Proaktivitas (proactivity), dalam mengajak orang lain mewujudkan efektifitas kolektif yaitu visi dan misi organisasi[8]. Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain, sehingga orang lain itu bersikap dan berlaku sesuai tujuan pemimpin[9].

Kepemimpinan merupakan tanggung jawab dan mempertanggung jawabkan apa yang dipimpin. Sehingga menghasilkan sebuah pengaruh yang urgen dalam peningkatan mutu dan kualitas dalam menyelesai sebuah tugas dalam organisasi itu. karena pemimpin memiliki pengaruh dalam membangun dalam melayani orang dibawahnya, untuk bisa berdampak.

3. Perbedaan kepemimpinan, manajemen dan organisasi

Suatu rumusan yang sering dikemukakan ialah bahwa manajemen adalah suatu proses pencapaian tujuan organisasi lewat usaha orang-orang lain. Agar supaya organisasi-organisasi tersebut dapat berhasil mencapai tujuan organisasi harus melewati suatu proses kepemimpinan. Kegiatan pencapaian tujuan organisasi lewat kepemimpinan itu dapat dinamakan manajemen[10].

Manajemen merupakan jenis pemikiran yang khusus kepemimpinan didalam usahanya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan dapat terjadi setiap saat dan dimanapun asalkan ada seseorang yang berusaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain atau kelompok[11]. Manajemen, organisasi, administrasi dan kepemimpinan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkah[12].

Hubungan antara kepemimpinan dan manajemen bukanlah masalah. Setiap pemimpin harus memeiliki kapasitas manajemen dan setiap manajer harus memiliki kapasitas kepemimpinan. Keduanya diperlukan jadi pertanyaannya adalah salah satu prioritas atau penekanan perangkap umum adalah bagi para pemimpin untuk jatuh ke dalam pola manajemen dan menyerahkan tanggung jawab kepempinannya[13].

Alkitab penuh dengan prinsip-prinsip kepemimpinan dan menajemen, yang harus diterapkan ada juga contoh pemimpin Alkitabiah yang berperan sebagai teladan dalam bidang tersebut[14].

Kepemimpinan Nehemiah dapat dengan mudah dugambarkan sebagai manual tentang cara memipin dan mengelola. Nehemia menunjukkan kedua fungsi tersbut[15]. Pemimpin, manajer atau pengelola yang sesungguhnya dalam manajemen adalah Tuhan sendiri (Mzm. 48:15 dan Mzm. 24:1-2). Dengan demikian tepatlah bila manusia dalam manajemen berfungsi sebagai sarana atau alat atau sumber daya dari manajemen[16].

Selanjutnya peran manusia  dalam manajemen adalah sebagai alat dan sarana Tuhan dalam karya-Nya mengatur, menata, dan mengelola dunia ini (Kis. 9:15). Agar manusia mampu sebagai pemimpin atau manajer atau pengelola, maka manusia perlu mempelajari manajemen yang asalnya dari Tuhan juga (Ams. 2:6)[17].

Sehingga dalam kepemipinan dalam organisasi, memiliki dampak yang baik untuk yang dipimpin. Sehingga mengenal Allah yang benar melalui program rancangan bagi pemimpin. Tentu ini sebuah panggilan untuk melaksanakan misi Allah untuk membawa pengaruh demi kemulian Allah.

4. Kesimpulan

Organisasi tanpa kepemimpinan yang baik akan berpengaruh kepada hasil kerja bagi yang di pimpin. Maka kepemimpinan tanpa Kristus akan berbahaya dalam menjalankan visi dan misi organisasi tersebut. dan pemimpin harus memiliki manajemen yang baik pula. Karena kepemimpinan, manajemen dan organisasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. 

Untuk itu membangun sebuah perspektif yang benar dalam kepepmimpian. Dan kepemimpinan tentu mempunyai panggilan dalam hal kepemimpinan. Dan kepemimpinan yang berdasarkan pada manajemen yang benar. Dan kepemipinan dan menajemen yang baik tentu terlepas pada karya Allah yang memberikan kekuatan kepada kepemimpinan sehingga dapat mengelola sebuah organisasi dengan baik.


Daftar Referensi

[1] Andi Rasyid Pananrangi, Manajemen Pendidikan (‘t.k’.: Celebes Media Perkasa, 2017), 5

[2] Nasir Usman dan Murniati, pengantar Manajemen Pendidikan, (‘t.k’.’t.p’.’t.t’),3

[3] Muhammad Kristiawan, Dian Safitri, Rena Lestari, Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta: Deepublish CV Budi utama, 2017), 3

[4] Ec.H.M Anang Firmasyah, Manajemen, (‘t.k’.’t.p’.’t.t’), 1

[5] Suharto Prodjowijono, Manajemen Gereja sebuah Alternatif, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), 5

[6] Jejen Mustafah, Manajemen Pendidikan, Teori, Kebijakan, dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2015), 2

[7] J.I Michael Suharli, Habit delapan kebiasan yang akan mengubah nasib anda, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009), 186

[8] Ibid

[9] Dr. Ayub Ranoh, Kepemimpinan Kharismatis, Tujuan Teologis-etis atas Kepemimpinan Kharismatis Sukarno, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006), 72

[10] Zainuddin Mustapa, Perilaku Organisasi dalam perspektif manajemen organisasi, (‘t.k’: Celebes Media Perkasa, 2018), 188

[11] Ibid

[12] Efri Novianto, Manajemen Strategis, (Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2019), 2

[13] David Kadalie, Leader’s Resource Kit Tools and Techniques to Develop Your Leadership, (Kenya: House India Private Limited, 2006), 21

[14] Ibid

[15] Ibid

[16] Sugiyanto Wiryoputro, Dasar-Dasar Manajemen Kristiani, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008), 5

[17] Ibid