Pendidikan Kristen

Buku INSTITUTIO

INSTITUTIO

Dalam bukunya Yohanes Calvin yang berjudul: Institutio sangat bermanfaat jika dipakai untuk pengajaran para Katekesasi, karena melalui buku ini juga para katekesasi bisa mengerti dan mempelajari akan ajaran-ajaran ke-kristenan. Dan melalui ajaran tersebut bisa semakin kuat iman-Nya dalam Yesus Kristus, dimana Kristus sebagai penebus, Roh Kudus sebagai penolong, penghibur, bagi orang yang selalu memohon kepada-Nya.  

KITAB PERTAMA

PENGETAHUAN TENTANG ALLAH

YANG MENCIPTAKAN DUNIA

DAN YANG SENANTIASA MEMERINTAHNYA

Bab I-II      : Pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan diri kita sendiri.

Bab III-IV  : Manusia mengaburkan pengetahuan tentang Allah yang telah                   ditanamkan dalam hatinya.

Bab V          : Manusia menyia- nyiakan penyataan Allah dalam alam semesta.

Bab VI-IX  :  Penyataan Allah di dalam Alkitab.

Bab X          : Sifat-  sifat Allah.

Bab XIII     : Allah Tritunggal.

Bab XIV-XV: Penciptaan dunia dan manusia.

BabXVI-XVII: Pemeliharaan Allah.

            Pada bagian pertama ini, akan menolong bagi para katekesasi untuk mengenal Allah sebagai pencipta segala yang ada di dunia dan sifat-sifat Allah. Melalui pengajaran ini para katekesasi bisa percaya dan tahu tentang keberadaan Allah melalui penyataan Allah secara umum dan penyataan Allah secara khusus. Karena melalui pengajaran tersebut imannya semakin kuat. Dan tahu kepada siapa yang akan disembahnya dan patut dipuji. Karena kalau tidak mengerti dan tahu akan keberadaan Allah maka akan percuma sebagai orang Kristen. Pada poin ini juga sangat menolong para pengajar untuk menerapkannya. Dimana sebagai pengajar memberikan sesuatu materi yang begitu, bagus didalam poin tersebut. Untuk perlu kita menerapkan akan poin pertama ini.

KITAB KEDUA

PENGETAHUAN TENTANG ALLAH YANG TELAH MENJADI PENYELAMAT KITA DI DALAM KRISTUS. PENGETAHUAN INI PERTAMA- TAMA DINYATAKAN KEPADA PARA BAPA LELUHUR YANG HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT, KEMUDIAN JUGA KEPADA KITA YANG HIDUP DIBAWAH INJIL

Bab I: Dosa turunan.

Bab II-V: Dosa dan kebebasan kemauan manusia.

Bab VII: Makna Hukum Taurat.

Bab VIII: Uraian tentang hukum Kesusilaan (kesepuluh perintah).

Bab VI,XII-XIV: Kristus Sang Pengantara.

Bab-XVII: Karya Kristus.

            Dalam kitab yang kedua ini, bahwa pengetahuan tentang Allah yang telah menyelamatkan umat manusia dari dosa. Poin tersebut juga bisa kita terapkan dalam pengajaran kepada para katekasasi, supaya mereka bisa tahu darimana dosa itu berasal. Dan bagaimana caranya sebagai orang Kristen untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran. Menurut saya dalam poin tersebut kita bisa, mengerti akan karya Kristus dalam hidup ini. Supaya dalam kehidupan sebagai orang percaya mengenal siapa yang telah menebus manusia dari dosa.

KITAB KETIGA

CARA KITA MENGAMBIL BAGIAN DALAM ANUGERAH KRISTUS; KEBAIKAN- KEBAIKAN YANG KITA PEROLEH DARINYA DAN HASIL- HASIL YANG DIBAWAHNYA

Bab I-III: Karya Roh Kudus.

Bab VIX: Kehidupan Kristen.

Bab XI-XVIII: Pembenaran oleh Iman.

Bab XIX: Mengenai Doa.

Bab XXIXXIV: Presdestinasi.

Bab XXV: Mengenai kebangkitan orang mati.

            Pada bagian ini, juga memberikan suatu yang sangat bermanfaat untuk dimengerti akan peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, dimana Roh Kudus sebagai penolong, penghibur, dan lewat Roh Kudus kita bisa mengerti tentang kebenaran Firman Tuhan. Dan melalui Roh Kudus juga mengingatkan kita akan firman Tuhan yang kita dengar. Dalam bagian ini, kalau kita pakai poin ini untuk memberikan pengajaran kepada para katekesasi, bisa menolong akan para katekesasi mengerti ajaran-ajaran Kristen pada umumnya. Calvin sangat menolong para kaum awam, para pengajar, para katekesasi, dimana dia telah menerbitkan buku Institutio ini, karena melalui buku ini bisa di pakai untuk mengajarkan tentang akan Allah dan sifat-sifatNya dan keberadanNya.

KITAB KEEMPAT

ALAT- ALAT ATAU SARANA- SARANA YANG DENGANNYA ALLAH MENGUNDANG KITA UNTUK MASUK KEDALAM PERSEKUTUAN DENGAN KRISTUS DAN MEMBUAT KITA TETAP MENJADI ANGGOTANYA.

Bab I: mengenai Gereja yang sejati dan kesatuannya.

Bab VIII: Kuasa Gereja; wewenangnya untuk menetapakan pokok- pokok ajaran.

mereka.

Bab VIII: Kuasa Gereja; wewenangnya untuk menetapakan pokok- pokok ajaran.

Bab X: Hukum Allah dan hukum manusia.

Bab XI-XIII: Kuasa Gereja dan menjalankan disiplin.

Bab XIV: Sakramen- sakramen pada umumnya.

Bab XIV: Sakramen- sakramen pada umumnya.

Bab XVI: Babtisan anak- anak.

Bab XVII: Perjamuan Kudus Kristus dan apa yang dianugerahkan- Nya kepada kita.

            Pada bagian ini, Calvin menjelaskan tentang alat-alat dan sarana-sarana untuk kita bisa masuk dalam persekutuan. Dimana gereja sebagai tempat dimana orang percaya bisa datang, berkumpul, memuji Tuhan sebagaimana mestinya. Calvin telah menjelaskan bagaimana peran gereja dalam pengajaran-pengajaran Kristen. Perlu kita menerapkan akan karya Calvin untuk memberikan materi yang bermanfaat bagi para anggota gereja supaya bisa mengerti tentang gereja. Oleh sebab itu buku sangat berguna bila kita pakai untuk mengajarkan para katekesasi tersebut dan tentang pokok-pokok ajaran keKristenan.

Pendidikan Kristen

PENDIDIKAN KRISTEN DI ZAMAN REFORMASI (John Calvin)

BAB VII

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA ZAMAN REFORMASI PROTESTAN

A.    Riwayat Hidup Calvin

v Pemikiran Calvin tentang pendidikan, jarang sekali ia bahas, karena ia mentitik-beratkan dogmatika bukan pendidikan maupun pembinaan, tetapi dengan mutu karyanya yang begitu tinggi, dia berhak di gelari “Pengajar gereja”

v Calvin ditinggal ibu kangdungnya sejak ia berumur tiga tahun, dan tak lama kemudian setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi dan akhirnya calvin tinggal bersama ibu tirinya dan ayah kandungnya. Semasa itu Calvin hidup dengan kepribadian yang disiplin dan serius karena ia dididik oleh ayahnya.

v Ia mendapatkan gelar doctor hukum di universitas Orléans.

v Pada 1536 ia menetap di Jenewa, ketika ia dihentikan dalam perjalannya ke Basel, oleh bujukan pribadi dari William Farel, seorang reformator.

v Ia menjadi pendeta di Strasbourg dari 1538-1541, lalu kembali ke Jenewa. Ia tinggal di sana hingga kematiannya pada 1564. Yohanes Calvin berniat menikah untuk menunjukkan sikap positifnya terhadap pernikahan daripada kehidupan selibat.

v Pada 1539 ia menikah dengan Idelette de Bure, janda seseorang yang dulunya anggota Anabaptis di Strasbourg. Idelette mempunyai seorang anak laki-laki dan perempuan dari almarhum suaminya. Namun hanya anak perempuannya yang pindah bersamanya ke Jenewa. Pada 1542, suami-istri Calvin mendapatkan seorang anak laki-laki yang dua minggu kemudian meninggal dunia. Idelette Calvin meninggal pada 1549.

B.     Dasar Teologis pendidikan agama Kristen

v Calvin memiliki dasar teologi tentang pendidikan agama Kristen, yaitu

1.      kedaulatan Allah,

2.      Alkitab sebagai firman Allah,

3.      ajaran tentang manusia,

4.      ajaran gereja, dan

5.      tentang hubungan gereja dengan Negara.

1.    Kedaulatan Allah

v Calvin menjelaskan Allah dinyatakan sebagai Allah yang berdaulat atas dunia, karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu yang ada, tidak ada kekurangan dalam diri Allah.

v  Hal ini Calvin menjelaskan bahwa setiap manusia yang di pilih oleh Allah harus memiliki tanggung jawab terhadap hidupnya. Boehlke menjelaskan melalui perumpamaan bayi yang lahir tanpa apa-apa, dengan dorongan alamiah hingga bertumbuh.

2.     Alkitab Sebagai Firman Allah

v Sumber pengetahuan yang dimiliki Calvin bersumber dari Alkitab.

v Alkitab adalah Firman Allah yang diucapkan demi kemajuan gereja secara rohaniah.

v Peranan Alkitab mutlak dalam kehidupan Calvin

v Bukan keputusan Gereja yang menyebabkan alkitab diterima sebagai  Firman Allah,sebab justru dalam Alkitablah dapat dibaca bagaimana Gereja dibangun di atas dasar para Rasul dan para Nabi, dengan Kristus sebagai batu Penjuru ( Efesus2:20).

3.    Ajaran Tentang Manusia

v Memandang manusia dalam dua sudut :

1).Manusia sebagai makhluk yang diciptakan segambar dengan Allah,

2). kemudian jatuh ke dalam dosa dengan dampak luas yang tersirat di dalamnya.

v Dalam pertumbuhan manusia yang semakin dewasa harus diberi pendidikan untuk lebih mengenal Allah, seperti yang diajarakan Yesus yaitu kasih.

v Melalui sejumlah pengalaman belajar yang dilaksanakan gereja, sehingga pertumbuhan rohani akan dihasilkan oleh mereka yang semakin dalam, pertumbuhan ini menjadikan tindakan-tindakan kasih terhadap sesamanya.

4.    Ajaran Gereja

v Calvin bercita-cita Gereja Am yang selalu ada dalam proses pembaharuan kembali.

v Pandangan Calvin tentang Gereja, Calvin ingin mengembalikan persekutuan Kristen kepada Gereja semula.

v Pemahaman tentang Gereja sangatlah oikumenis, Calvin ingin berusaha mencari jalan untuk mempersatukan semua orang percaya kepada Kristus ke dalam satu persekutuan yang esa.

5.    Ajaran Tentang Hubungan Antara Gereja dan Negara

v Pengertian Calvin tentang pokok Teologis bertitik tolak dari praduga utama,yaitu :

1). Calvin tidak dapat membayangkan negara yang terbagi menurut isi iman warganya

Ø  Demi keamanan negara semua warga wajib mengakui iman yang sama, kalau tidak ditangkap,  Calvin tidak setuju.

2).Setiap pemerintah yang dikenalnya dari dekat terdir