Devosi

KARAKTER KRISTUS YANG IDEAL

Matius 5:1-12

Dalam Lukas 6:13: kisah khotbah di bukit ini diletakkan setelah Tuhan Yesus memilih kedua belas muridNya, itu berarti khotbah di bukit merupakan satu pembekalan yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Seorang sarjana terkenal mengatakan bahwa khotbah dibukit ini adalah pidato peneguhan bagi kedua belas murid Yesus. Para ahli lain mengatakan bahwa khotbah dibukit merupakan iktisar/ringkasan  ajaran Yesus. Khotbah ini tidak dikhotbahkan hanya dalam satu kali saja, tetapi berkali-kali, sebab khotbah ini terlalu panjang dan padat. 

Kata berbahagialah disini berasal dari kata makarios yang artinya kebahagiaan ilahi, kebahagiaan yang begitu mendalam dan tidak tersentuh oleh kesedihan, kehilangan, kesakitan, kedukaan dan kuasa-kuasa lain. Kebahagiaan yang lengkap dan tidak tergantung pada situasi. Yesus berkata dalam Yohanes 16:22:”Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu dari padamu.”

Ucapan bahagia ini bukan merupakan satu janji yang muluk-muluk tentang masa depan, bukan juga perkataan kosong mengenai masa depan yang indah, melainkan merupakan teriakan kemenangan, karena adanya sukacita tetap yang tidak pernah bisa diambil atau dibinasakan oleh apapun juga.

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 

Mengapa Tuhan Yesus katakan “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah”.

Tentu Tuhan Yesus mengatakan hal ini bukan ungkapan yang tidak memiliki maksud. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan hal yang benar.

Istilah miskin disini berasal dari kata ptokhos berarti kemiskinan yang mutlak dan yang mengharukan. Kata ini menunjukkan kemiskinan yang amat sangat. Sehingga kalimat yang lebih tajam berbunyi demikian: “Berbahagialah orang yang amat sangat miskin dan yang penuh kehinaan. Dalam bahasa Ibrani kata miskin dipakai untuk melukiskan orang yang rendah hati, yang tidak mempunyai pertolongan dan yang mengandalkan seluruh hidup dan imannya hanya kepada Allah. Miskin yang dimaksudkan disini adalah menyadari akan ketidak berdayaan, ketikmampuan di hadapan Allah, dan sikap mengakui kebergantungan akan Tuhan. Sehingga dalam hidupnya berkata tanpa Tuhan maka tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa Tuhan semua menjadi sia-sia. 

 Apakah yang kita dapatkan atau kita miliki jika kita miskin di hadapan Allah?

Yaitu “kerajaan sorga”

Siapakah yang mendapatkan kerajaan sorga yaitu ‘mereka, kita yang sudah percaya sepenuh hati kepada Tuhan Yesus. 

ilustrasi

2.  Berbahagialah orang yang  berdukacita. 

     karena mereka akan dihibur. 

Dukacita yang dimaksud adalah dukacita yang sangat kuat, dukacita krn kematian orang yang paling kita kasihi. Dalam PL dilukiskan dengan dukacita Yakub ketika mendengar bahwa Yusuf anaknya meninggal diterkam oleh binatang buas. Dukacita semacam ini membuat air mata tidak bisa dibendung lagi. Jadi kalimatnya: Berbahagialah orang yang berdukacita seperti orang yang berdukacita karena kematian. Dukacita atau kesedihan bisa membawa orang untuk melihat kebaikan Tuhan dan sesamanya. Banyak orang justru dalam saat-saat kesedihan, menemukan sesamanya dan Allahnya, seperti yang tidak pernah dia temukan sebelumnya.  

Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan penderitaan, kesedihan dan keperluan orang lain.

Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh menyesali dosa-dosa dan ketidakberhargaan dirinya sendiri. Ingat kekristenan dimulai dengan kesadaran akan dosa. Sesungguhnya hati yang hancur serta penuh penyesalan tidak akan dihinakan oleh Allah (Mazmur 51:17).

Oh berbahagialah orang yang hatinya hancur karena penderitaan dosanya sendiri, karena kesedihana seperti itu, ia akan menemukan kesukacitaan Allah.” 

3. Berbahagialah orang yang lemah lembut. 

Kata lemah lembut biasanya kita pahami sebagai kata yang menunjuk kepada sikap rendah,hina, papa, dan bahkan orang yang jiwanya tidak memiliki semangat. Kata ini berasal dari kata praus. Istilah ini berada di antara dua sifat yang ekstrim, misalnya: sifat pemarah dan sama sekali tidak marah. Sikap lemah lembut ada di antara keduanya. Jadi artinya yaitu: Berbahagialah orang yang selalu marah tepat pada waktunya, dan tidak pernah marah pada waktu yang salah.  Bagaimana marah yang benar dan yang tidak benar ? Yang benar yaitu bila kita marah bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan Tuhan  dan sesama. Misalnya Tuhan Yesus marah karena bait Allah digunakan untuk berjualan. 

Berbahagialah orang yang memiliki kerendahan hati untuk menyadari kelemahan diri sendiri. Tidak ada seorangpun dapat mengendalikan orang lain sebelum ia sendiri belajar mengendalikan dirinya sendiri

4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran

Kelaparan dan kehausan disini adalah kelaparan dan kehausan yang amat sangat menyengsarakan, berlarut-larut

Berbahagialah orang yang merindukan kebenaran total seperti orang yang amat sangat kelaparan dan seperti orang yang hampir mati karena haus akan air, karena orang-orang yang demikian itu akan dipuaskan. 

5. Berbahagialah orang yang murah hatinya

Berbahagialah orang yang bisa masuk dalam diri orang lain, sehingga ia dapat melihat dengan matanya, berpikir dengan pikirannya dan merasakan dengan perasaan orang lain, karena ia melakukan hal itu akan juga diperlakukan seperti itu oleh orang lain, dan akan mengetahui bahwa hal itulah yang dilakukan Allah di dalam Yesus Kristus.

6. Berbahagiala orang yang suci hatinya

Berbahagialah orang yang motivasi hidupnya benar, murni dan bersih, karena orang yang demikian kelak akan dapat melihat Allah.” 

7. Berbahagialah orang yang membawa damai

Berbahagialah orang yang menciptakan  hubungan-hubungan yang benar antara manusia dengan sesamanya, karena mereka mengerjakan pekerjaan Allah.” 

8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran

Injil adalah kebenaran sejati. Sudah banyak orang yang menderita karena Injil itu. Tidak sedikit para martir atau orang-orang yang mati sahid karena melakukan amanat agung Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata: Berbahagialah kamu jika kamu harus menderita karena namaKu. 

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat 

Kesimpulan:

Ada 8 ucapan kata bahagia dalam ajaran Yesus :

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.
  2. Berbahagialah orang yang  berdukacita. 
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya
  6. Berbahagiala orang yang suci hatinya
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran

Leave a comment