Devosi

Apakah Engkau Mengasihiku?

(1YOH. 5:1-5)

Sangat mudah untuk berbicara tentang kasih, bahkan dimana mana kita bisa mendengar orang mengatakan bahwa aku mengasihimu, dan saya yakin semua kita pernah mengatakan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa kita mengasihi mereka. Kasih, di dalam kehidupan bukanlah hal yang asing lagi. Setiap kita diciptakan dalam rupa dan gambar Allah yang tentunya kita juga memiliki salah satu karakter Allah yakni kasih. 

Kasih tidak hanya sekedar ucapan atau sebuket bunga, ataupun sebungkusan coklat. Kasih tidak hanya sekedar menunggui orang yang sakit semalaman sampai tidak istrahat, atau kasih bukan hanya sekedar kata-kata yang puitis. Pada bagian ini kita akan belajar tentang bagaimana kasih yang dikehendaki Allah bagi orang percaya. Ada beberapa hal yang dapat kita lihat dari teks ini.

  1. Kasih artinya ketaatan yang penuh sukacita (1-3).

Manusia diciptakan untuk memuliakan dan mengasihi Allah.  Tetapi kenyataan yang kita lihat adalah manusia tidak taat kepada Allah, manusia hidup sesuai keinginannya sendiri. Mazmur 148:8 “api, hujan es. Salju dan angin badai melakukan firmanNya”. Sementara pada bagian kitab yang lain dikatakan disitu bahwa Yunus yg diprintahkan TUHAN ke Niniwe tetapi dia tidak taat sementara ikan, angin dan gelombang taat kepada Allah. Dalam kisah raja-raja, pohon jarak dan seekor ulat kecil melakukan apa yang diperintahkan TUHAN tetapi Elia mau mengikuti keinginannya sendiri. 

Yohanes memulai pasal ini dengan menegaskan bahwa setiap orang yang memiliki pengakuan yang benar tentang Yesus, dilahirkan dari Allah. Kata “gege,nnhtai(” berkasus perfect tense,  dan kata “o` pisteu,wn” berkasus present tense. Kombinasi kedua kasus ini sangat jelas menunjukkan bahwa percaya adalah konsekwensi atau akibat dari kelahiran baru dan bukan penyebab lahir baru, dan percaya itu sudah terjadi di masa lampau dan akibatnya masih tetap berlanjut.  Dilahirkan dari Allah yang membawa kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah juga memampukan kita memiliki hubungan kasih dengan Bapa dan semua anak-anakNya. Mengatakan bahwa ada seseorang yang tidak saya kasihi berarti sama saja dengan mengatakan kepada Allah bahwa TUHAN, saya tidak cukup mengasihi Engkau sehingga mampu mengasihi orang itu. 

Ayat 2 dan 3.   Firman Tuhan pagi ini mengajak kita menunjukkan kasih kepada Allah dengan ketaatan yang penuh sukacita. Kita telah dilahirkan dari Allah; kita mengasihi Allah; berarti juga mengasihi anak-anak Allah. Kasih ini dibuktikan dengan melakukan perintah-perintahNya. Kasih kepada Allah bukan hanya sekedar ucapan bahwa Tuhan aku mengasihi Engkau, tetapi itu butuh ketaatan, di ayat 2 dikatakan bahwa tanda mengasihi adalah melakukan perintah-perintahNya.  Apabila kita mengasihi seseorang maka kita akan melakukan hal-hal yang menyenangkan dia dengan penuh sukacita tanpa merasa dipaksa atau terpaksa. Orang Kristen yang memiliki kasih yang dewasa adalah yang senang dan penuh sukacita melakukan kehendak Bapa. Senang merenungkan firman Tuhan dan hidup di dalam kebenaran firmanNya.

Dalam pasal 4:7,8; dikatakan bahwa……., karakter anak-anak Allah adalah dikasihi oleh mereka yang juga adalah keluarga Allah dan juga mengasihi karena Allah adalah Kasih. Ketika kita mengasihi Allah, kita mengasihi anak-anak Allah dan melakukan perintah-perintah Allah, artinya :

  1. Setiap orang yang mengasihi Bapa mengasihi Anak.
  2. Setiap orang Kristen adalah anak Allah
  3. Oleh karena itu ketika kita mengasihi Allah kita mengasihi persekutuan orang Kristen

Kasih yang tidak disertai ketaatan kepada perintah Allah itu bukanlah kasih. Kasih yang sebenarnya adalah kasih yang diekspresikan dengan tindakan dan di dalam kebenaran (3:18), hal ini berarti kasih kepada Allah adalah kasih yang terekspresi dalam ketaatan akan perintah-perintahNya. Dalam ayat 3 dikatakan bahwa perintah-perintahNya tidak berat hal ini disebabkan karena orang percaya atau anak-anak Allah yang sudah lahir baru dan hidup di dalam kebenaran Allah dan dalam kasih Allah sehingga Allah sendiri yang memampukan mereka untuk melakukan perintah-perintahNya. Kristus sendiri berkata dalam Matius 11:30 bahwa…….., hal ini bukan berarti perintah yang diberikan itu ringan atau mudah untuk ditaati tetapi oleh karena akibat dari kehidupan orang percaya yang sudah dibaharui, dan kelahiran baru dalam iman inilah yang membuat Roh Kudus memampukan kita untuk taat.  Allah tidak pernah memberikan perintahNya kepada anak-anakNya tanpa memberikan kemampuan kepada mereka untuk melakukan setiap perintah yang diberikan, dan ketika Ia memberikan suatu perintah kepada kita berarti Dia sedang memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan kasih kita kepada Allah. Jadi ketika kita bisa taat itu semua bukan karena kita mampu tetapi semua itu karena anugerah.

  1. Anugerah yang memampukan

Kalau kita lihat pasal ini, Yohanes memulai dan mengakhiri ayat-ayat ini dengan kata ‘percaya’ dan ‘iman’. Di antara percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Yesus adalah Anak Allah, terdapat 2 hal yang penting yaitu kasih dan ketaatan. Implikasinya : adalah hal yang mustahil memiliki kasih tanpa ketaatan atau ketaatan tanpa kasih, itu berarti juga adalah hal yang tidak mungkin memiliki baik kasih maupun ketaatan tanpa percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Anak Allah. 

Pada ayat 4 dan 5 ini, Yohanes memberikan satu bagian penting ttg iman Kristen. Terdapat 3x kata ’mengalahkan dunia’, hal ini menunjukkan bahwa prinsip iman ini sangat penting, :

  1. Kemenangan/iman yang mengalahkan dunia itu berasal dari Allah. Iman yang menyelamatkan, iman yang membenarkan kita dan membuat kita benar dihadapan Allah adalah karunia  Allah kepada kita. Hal ini berarti jika kita tidak mengalami lahir baru dan memiliki hidup baru bersama Allah dan bukti hidup baru itu tidak ada di antara orang Kristen, maka tidak akan ada kemenangan yang bisa kita peroleh. Kemenangan atau iman yang sejati yang sanggup mengalahkan dunia ini hanya ada di dalam Allah (2:15-17). Maka di luar Allah kita tidak berdaya apa-apa, kita pasti dikalahkan oleh dunia ini. Iman yang mendewasa adalah iman yang mendalam dan bertumbuh. Iman bukan sekedar pengetahuan tetapi pengetahuan yang ditindaklanjuti. Bukan sekedar kepercayaan tetapi kepercayaan yang dihidupi dan dipraktekkan.
  2. Iman di dalam Yesus sebagai Kristus dan Anak Allah. Yesus adalah pusat kehidupan orang Kristen. Ketika kehilangan Yesus atau pusat kehidupan itu maka manusia mati walaupun saat ini dia hidup. Oleh karena itu merupakan tanggung jawab saudara dan saya sebagai orang-orang yang sudah mengalami sukacita dan kemenangan sejati itu untuk membawa orang-orang yang belum mengenal Kristus untuk datang kepadaNya. Mengenal kebenaran atau mengenal Yesus dengan sungguh-sungguh memberi orang percaya kekuatan untuk menghadapi ajaran sesat dan juga kekuatan-kekuatan dunia ini. 
  3. Kesetiaan. Kata ‘mengalahkan’ di sini tidak hanya ditulis dalam bentuk aorist tetapi juga dalam bentuk present. Artinya iman yang mengalahkan dunia itu tidak hanya terjadi di masa lalu ketika mereka mengalami hidup baru, tetapi terjadi terus menerus dalam kehidupan orang percaya. Kesetiaan yang dimiliki oleh orang percaya adalah bukan karena kemampuan mereka tetapi itu adalah semata-mata karena anugerah Allah yang telah membawa mereka kepada hidup yang kekal, yang terus menuntun mereka beriman di dalam Kristus, yang terus mendorong, memampukan untuk mengasihi sesama orang percaya.

.Dari perenungan kita hari ini, ada hal penting yang dapat kita ambil yakni kita semua yang ada di tempat ini, semua kita sudah mengalami lahir baru, hal itu berarti Allah diam di dalam kita. Ketika Allah diam di dalam kita maka kita dimampukan untuk mengasihi Allah dan sesama orang percaya bukan hanya dalam kata tetapi teraplikasi dalam kehidupan kita tiap-tiap saat sepanjang hidup kita di dunia. Sebagai anak-anak yang lahir dari Allah kita tidak perlu takut menghadapi tantangan apapun yang ada di dunia ini karena Allah pasti memampukan kita untuk mengalahkan setiap tantangan itu. 

Leave a comment