Devosi

BERKATILAH DAN JANGAN MENGUTUK


Ayub 42:7-17

Tentu kita masih ingat dengan tokoh Ayub, seorang anak Tuhan yang baik, hidup saleh, takut akan Tuhan serta bergaul intim dengan Tuhan. Namun suatu hari Tuhan menguji iman Ayub lewat berbagai bentuk penderitaan. Ayub kehilangan segala harta miliknya bahkan anak-anak yang paling dia sayangi. Ayub menderita penyakit kusta yang luar biasa. Bahkan bukan hanya penderitaan fisik yang Ayub alami, dia juga mengalami penderitaan batin, sebab sahabat-sahabatnya menuduh Ayub berbuat kesalahan besar terhadap Tuhan. 


Dalam Ayub 22:5-14: Seorang sahabatnya bernama Elifas berkata demikian:”Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan ? Karena dengan sewenang-wenang engkau gadai dari saudara-saudaramu, dan merampas pakaian orang-orang melarat, orang yang kehausan tidak kauberi makan, tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, …janda-janda kau suruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan, itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap dan dikejutkan dengan kedahsyatan dengan tiba-tiba. Terangmu menjadi gelap, apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama yang dilalui orang-orang jahat…”
Begitu beraninya Elifas menilai Ayub seperti itu, padahal kalau kita baca dalam Ayub 1:8, penilaian Tuhan sangat baik terhadap Ayub:”Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis:”Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub ? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.” Jika Tuhan menilai maka pasti penilaian Tuhan itu paling benar, sebab Dia mahatahu tentang keberadaan Ayub sesungguhnya.
Disini Tuhan tidak main-main, barangsiapa mengatakan hal yang tidak benar tentang anak-anak Tuhan, maka Tuhan sendiri yang turun tangan: Dikatakan dalam Ayub 42:7:”maka firman Tuhan kepada Elifas:”MurkaKu menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hambaKu Ayub. Oleh sebab itu ambillah 7 ekor lembu jantan dan 7  ekor domba jantan dan pergilah kepada hambaKu Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu dan baiklah hambaKu Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar, tentang Aku seperti hambaKu Ayub. Maka pergilah Elifas, Suah dan Zofar lalu melakukan seperti apa yang difirmankan Tuhan kepada mereka. Dan Tuhan menerima permintaan Ayub.
Ayub 42:10:”Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”
Jadi barangsiapa mendoakan dan memberkati akan musuh-musuhnya, maka dia akan diberkati Tuhan berkali lipat ganda. Tetapi sebaliknya barangsiapa yang mengutuki sesamanya maka dia akan kehilangan berkat Tuhan.
Untuk itulah firman Tuhan berkata demikian:
Lukas 6:27,28:”…Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
I Petrus 3:9-12:”dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil yaitu untuk memperoleh berkat.
Paulus seorang hamba Tuhan bersaksi demikian:
I Korintus 4:12:”kami melakukan pekerjaan yang berat, kalau kami dimaki, kami memberkati, kalau kami dianiya kami sabar, kalau kami difitnah kami tetap menjawab dengan ramah, kami telah menjadi sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini.”
Apakah yang akan terjadi bila kita telah memberkati orang, tetapi orang itu malah mengutuki kita ?
Maka kutuk itu tidak akan berlaku malah akan berubah menjadi berkat. Ada sebuah kisah menarik dalam Bilangan 22:2-20, ada seorang bernama Bileam bin Beor, dia dikenal sebagai seorang yang kata-katanya “mandi”, kalau dia ngomong pasti terjadi, kalau dia memberkati orang maka orang itu sungguh-sungguh akan menerima berkat, tetapi bila dia mengutuk orang maka orang itu sungguh-sungguh akan terkutuk. Nah pada waktu raja Moab yang bernama Balak meminta Bileam untuk mengutuki bangsa Israel, sebab Balak takut bila Israel ini menyerang kerajaannya. Balak memberikan upah kepada Bileam utk melakukan tugasnya itu. Disaat Bileam hendak menyampaikan kutuk untuk bangsa Israel, tiba-tiba ia mendengar Tuhan berfirman demikian:”Janganlah engkau mengutuk bangsa Israel, sebab mereka  telah diberkati.” Setelah dengar firman itu Bileam menolak permintaan raja Moab, raja Moab berkata: aku akan memberi kamu upah sangat banyak dan apapun yang kau minta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Tetapi Bileam berkata: Sekalipun kamu memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat yang kecil atau besar, yang melanggar titah Tuhan, Allahku.” 

Janji Tuhan kepada Abraham Bapa tidak pernah berubah:
Kejadian 12:2:”Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat.”

Kejadian 12:3 terjadi: Janji Tuhan pada Abraham: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”
Ingat kita juga adalah keturunan Abraham, maka kitapun diberkati oleh Tuhan, mari kita menjadi saluran berkat bagi orang lain
Kesimpulan:
Tuhan memanggil kita bukan untuk mengutuki orang tetapi memberkati dia, tidak perduli sejauh mana orang itu telah menyakiti hati kita.
Siapa yang bertekad mendoakan dan memberkati maka mereka akan beroleh berkat Tuhan berlipat kali ganda
Orang yang kita doakan dan berkati, mereka akan diampuni Tuhan
Pembalasan itu hak Tuhan, bila orang terus menyakiti/mengutuki saudara maka dia berurusan dengan Tuhan sendiri. 

Kejadian 12:3 terjadi: Janji Tuhan pada Abraham: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”

Kejadian 12:3 terjadi: Janji Tuhan pada Abraham: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”

Mari kita baca bersama FT dalam : 

Roma 12:14:”Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk !”

Leave a comment