(MATIUS 6:9-15)
Teks yang kita baca ini tentu tidak asing buat kita, inilah doa Bapa kami, doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita pengikutnya. Kalau kita mempelajari doa Bapa kami, maka kita akan menemukan tiga jenis permohonan doa: permohonan pertama : Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, ini berbicara tentang kebutuhan jasmani, jadi kalau Bapak Ibu mau minta rezeki sama Tuhan itu tidak salah, itu memang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Permohonan kedua: dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami ini berbicara tentang kebutuhan rohani, biarpun rezeki kita banyak tetapi kalau musuh kita juga banyak, saya pikir tidak ada gunanya. Permohonan ketiga: dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat, ini berbicara tentang mohon perlindungan dari Tuhan. Kita bisnis cuan banyak, tetapi suatu hari datang maling, garong, rampok wah habis uang kita, bahkan mungkin nyawa kita bisa melayang. Jadi kalau kita minta perlindungan sama Tuhan, itu adalah doa yang benar. Zaman sekarang, orang suka pakai backing, wah jangan macem-macem lho sama dia, dia itu backingnya kuat, orang-orang berpangkat ada dibelakangnya dia, kamu nggak mungkin lah menang lawan dia. Itulah orang dunia, cari perlindungan dari manusia. Tetapi doa Yesus mengajar kita untuk mohon perlindungan kepada Tuhan bukan mengandalkan manusia.
Jadi kalau saudara berdoa untuk rezeki, untuk mohon perlindungan Tuhan, itu doa yang benar dan tidak salah. Tetapi ada satu doa yang unik sekali yang diajarkan Yesus dalam ayat 12: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Waktu saya membaca doa ini, saya berpikir apa doa ini nggak kebalik: mestinya bunyi demikian: ajarlah kami Tuhan mengampuni orang lain, seperti engkau telah mengampuni kami. Kelihatannya doa dalam ayat 12 ini terbalik. Tetapi sesungguhnya tidak, doa ini memang tidak terbalik, doa ini mempunyai maksud mendorong kita untuk mengampuni orang lain. Dengan kata lain Tuhan Yesus mau berkata: walaupun pengampunan itu sulit, kamu tetap harus melakukannya, kalau kamu ingin diberkati Tuhan.
Apa yang Yesus ajarkan dalam doa ini, telah Dia jalani sendiri. Sungguh tidak mudah bagi Yesus mengampuni kesalahan kita. Untuk menciptakan dunia dan isinya, Tuhan Yesus cukup berkata: jadilah langit lalu langit itu jadi, jadi bumi lalu bumi itu jadi, jadilah laut lalu laut itu jadi, jadilah binatang di darat laut dan udara, lalu muncullah berbagai binatang di darat, laut dan udara, tetapi untuk sebuah pengampunan, Yesus tidak bisa berkata : Jadilah pengampunan,lalu pengampunan itu jadi.
Untuk sebuah pengampunan ada harga yang Yesus harus bayar,
- Yesus harus mengorbankan harga dirinya diinjak-injak oleh orang yang akan diampuniNya. Saat Yesus diejek, diolok, dihujat, difitnah oleh orang Farisi, dikhianati oleh Yudas dan disangkali oleh Petrus, Yesus mengambil sikap diam dan mendoakan mereka. Tidak satu patah katapun keluar dari mulut Yesus kata-kata pembalasan. Hal ini sungguh tidak mudah. Mari kita renungkan saudara, posisi Yesus saat Dia dianiaya, Dia bukan hanya manusia 100% tetapi Dia juga Tuhan 100%. Dialah Tuhan yang menciptakan manusia. Bagaimana mungkin terjadi manusia ciptaannya bisa diberi izin menginjak-injak Penciptanya. Bagaimana mungkin Yesus sebagai Raja di atas segala raja, diinjak-injak oleh rakyatNya. Saya yakin seandainya saudara punya karyawan atau kongrun atau pukren pembantu rumah tangga suatu hari berani memaki-maki saudara sebagai tuannya, bosnya di depan umum, pasti saudara tidak akan berbicara banyak, langsung keluar kamu, out, PHK, nggak usah disangoni. Mari kita menyelami posisi Yesus waktu dia diinjak-injak harga dirinya. Para penganiayaNya tidak sadar bahwa yang mereka aniaya adalah Tuhan yang bisa menjebloskan dalam neraka utk selama-lamanya. Tetapi Yesus rela menanggung semua itu.
- Kedua: bukan hanya harga dirinya diinjak-injak atau perasaanNya yang dilukai, tetapi tubuh Yesus diperlakukan secara tidak manusiawi. Ada orang berkata demikian: saya masih bisa tahan kalau perasaan saya disakiti, tetapi kalau dia mulai berani pegang kepala saya berarti dia sudah tidak menghargai saya. Tahukah saudara apa yang Yesus alami, bukan saja kepalanya dipegang, tetapi kepalanya diberi mahkota duri sebagai bentuk penghinaan, sebelumnya berulangkali orang memukul dia, menampar Dia, menendang Dia. Dan puncaknya Yesus disalibkan di atas kayu salib. Dalam hukum Romawi, hukuman yang keji dan terkutuk adalah hukuman salib, orang kalau sudah disalib itu orang yang terkutuk. Yesus rela menanggung semua itu, walaupun sangat menyakitkan. Bagaimana mungkin Dia yang suci bisa dikatakan terkutuk, bagaimana mungkin Dia yang memiliki tubuh suci, kudus tak bercela, akhirnya harus dijadikan berdosa karena menanggung dosa kita.
Kira-kira menurut Bapak/Ibu sekalian, hal apakah yang membuat Yesus bisa bertahan dalam penyiksaan sampai pada penyaliban diriNya tanpa melakukan pembalasan apapun baik dengan kata-kata maupun perbuatan ?
Kalau saudara jawab karena Dia adalah Tuhan, Dia bisa melakukan hal itu, justru saya mau katakan: karena Dia Tuhan sebenarnya tidak mudah bagi Dia melakukan hal itu.
Apa menurut saudara rahasianya ? ………..rahasia inilah nanti yang akan kita menolong kita memulai sebuah pengampunan.
Rahasianya tercetus disaat Dia tergantung di atas kayu salib.
DOA: Yesus berdoa demikian: Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Ketika Yesus ditampar, diinjak Yesus berdoa seperti itu, dan puncaknya sebelum Dia menghembuskan nafas terakhir maka Dia ungkapkan isi doanya seperti itu.
Itulah sebabnya ketika Yesus mengajar murid-muridNya, Yesus berkata demikian:” Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu.” Saat Paulus dan Silas ada dalam penjara, mereka tetap berdoa dan memuji Tuhan sehingga mereka kuat, mereka tidak membenci orang yang memenjarakan mereka, krn mereka mendoakan, terbukti kepala penjara bisa bertobat.
Melangkah untuk sebuah pengampunan itu sulit, tetapi ketika saudara memulai dgn sebuah doa bagi musuh saudara, maka kasih dan pengampunan itu akan mengalir dalam hati saudara, dan tidak mustahil saudara dimampukan utk mengampuni. Tetapi bila saudara pasif, tidak berdoa, hanya menyimpan sakit hati, maka jurang pemisah akan semakin lebar.
Untuk itu mari kita tanggalkan segala kepahitan hati, sakit hati, kebencian, permusuhan di antara kita dengan suami kita, dengan istri kita. Bila suami kita menyakiti hati kita sebagai istri, doakan dia, dan terus doakan dia, lepaskanlah pengampunan untuk suami kita, demikian sebaliknya, kalau istri mengecewakan saudara sebagai suami, doakan dia dan nasehati dgn penuh kasih, demikian juga dalam hubungan kita dengan orang tua, mertua, menantu dan semua anggota keluarga doakanlah mereka.
Ada seorang Bapak datang kepada saya, dia berkata saya terus diserang oleh kuasa-kuasa gelap, baru-baru ini muncul makhluk halus badannya besar berusaha mencekik leher saya, kemudian saya sebut nama Yesus, langsung hilang, tak berapa lama muncul lagi anjing besar hitam, lalu berusaha menerkam saya, saya pegang anjing itu dan saya pukul dgn nama Yesus, hilang, tak berapa lama muncul anjing hitam itu bersama dua anjing lainnya, mau rame-rame terkam saya, saya duduki yang satu dan saya pukul pakai nama Yesus hilang.
Ketika Bapak ini cerita sama saudara-saudaranya, maka saudaranya nggak terima, kalau sana main dukun, kita juga bisa main dukun, nanti tak carikan dukun yang hebat, memisan wis sikat-sikatan. Nah untungnya Bapak ini datang kepada saya dan minta pendapat, saya bilang jangan, sebaiknya anda doakan saja dia, jangan takut kuasa gelap itu tidak bisa mengalahkan Bapak, karena Bapak sudah menjadi milik Tuhan Yesus.
Keuntungan bila kita mengampuni orang yang bersalah pada kita:
- Damai sejahtera dari Tuhan akan memelihara hati dan pikiran kita.
- Sukacita dari Tuhan akan meliputi hati kita.
- Rezeki akan mengikuti hidup kita.
- Keselamatan kekal akan kita peroleh: Matius 6:14: Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disorga akan mengampuni kamu juga, tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.