Keluarga Kristen

MAKNA SEBUAH PENGAMPUNAN 

Matius 18:21-35

Apakah pengampunan itu cukup kita ucapkan dengan bibir kita, ya saya mengampuni, ya saya memaafkan kamu, atau ada makna yang lebih dalam lagi dari sekedar ucapan/perkataan kita. Pagi hari ini saya membahas 3 makna dari sebuah pengampunan :  

1. Mengampuni berarti tidak lagi mengungkit kesalahan di masa lampau

Tuhan pernah berkata di dalam Yesaya 43:25 demikian : “ Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Kalimat :”Aku tidak mengingat-ingat dosamu,” mempunyai arti bahwa disaat Tuhan mengampuni kita, maka Tuhan bertekad tidak akan mengingat-ingat lagi segala kesalahan kita yang telah Dia hapuskan/ampuni. Alias Tuhan melupakan. Sekalipun Tuhan adalah pribadi yang maha tahu, dia tahu semua dosa-dosa kita, dari kita kecil sampai saat ini, tidak dosa yang tersembunyi dimata Tuhan, namun ketika Dia mengampuni, maka Dia tidak mau mengingat-ingat lagi dosa kita itu. Tuhan tidak mau mengungkit-ungkit lagi kesalahan kita, Tuhan tidak mau mendakwa kita lagi dgn dosa-dosa kita, Tuhan tidak mau mempermasalahkan apa yang Dia sudah ampuni. Firman Tuhan dalam Mazmur 103:12 berkata demikian : “ sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (Mazmur 103:12 TB)

Nah saudara itulah sikap Tuhan ketika Dia mengampuni dosa-dosa kita. Mengampuni bagi Tuhan itu sama dengan melupakan kesalahan, tidak mengingat-ingat lagi, tidak mengungkit-ungkit lagi. Tuhan Yesus memperjelas lagi lewat perumpamaan tentang seorang raja yang semula berencana menjebloskan hambanya ke dalam penjara karena tidak bisa bayar hutang. Namun ketika hamba itu menangis dan minta belas kasihan, maka raja itu menghapuskan hutangnya dan membebaskan dia dari kesalahannya. Raja tidak lagi mengingat-ingat hutang 10 ribu talenta hamba itu kepadanya. 10 talenta = 45 milyar. Tetapi apa yang terjadi baru saja raja itu bebaskan hutangnya, hamba itu bertemu temannya yang hutang 100 dinar= 75 ribu dan menagihnya, saat temannya tidak bisa bayar, maka dia jebloskan dalam penjara.  Raja adalah gambaran dari Tuhan sendiri, sedangkan hamba adalah gambaran kita manusia. Ketika kita berdosa pada Tuhan, maka seluruh dosa kita dihapuskan oleh Tuhan lewat kematianNya di kayu salib, tetapi ketika sesama kita bersalah kepada kita, biarpun kesalahan itu hanya kecil saja, kita manusia mudah mengingat-ingat terus, apalagi kalau kesalahan itu besar. Sampai mati mungkin kita tidak akan pernah melupakannya. 

Seringkali dalam hidup sehari-hari, orang berkata: saya sudah mengampuni dia, tetapi maaf saya masih belum bisa melupakan bagaimana dia pernah menampar wajah saya, saya mengampuni dia, tetapi maaf saya tidak pernah lupa bagaimana dia pernah menfitnah saya, saya mengampuni dia, tetapi maaf saya tidak pernah lupa bagaimana dia telah menginjak-injak harga diri saya. Saya sulit melupakan semua itu. 

Saudara ketika seseorang berkata demikian maka sesungguhnya orang itu belum sungguh-sungguh melepaskan pengampunan bagi sesamanya. Memang memori masa lalu yang pahit itu pasti tetap tersimpan sampai akhir hidup kita, namun satu hal Tuhan mau agar kita tidak terus mengungkit-ungkit masa lalu. Saya pernah berkata kepada seorang Bapak, Pak jangan terus ungkit masa lalu, setiap kali ada masalah baru, Bapak selalu ungkit masa lalu, Kalau begini terus caranya, Bapak terus jalan di tempat, rohani Bapak tidak akan maju-maju. Setiap kali hal itu bapak ungkit,pasti bapak sakit hati. 

Saudara hati-hati Iblis itu pandai sekali, dia selalu mengingatkan kita akan dosa kita dan dosa sesama kita. Setiap kali kita mau datang pada Tuhan, Iblis akan berkata: kamu nggak layak, kamu banyak dosanya, kamu pezinah, kamu pembunuh, kamu tidak pantas menghadap Tuhan. Iblis juga sering mengingatkan kita akan dosa sesama kita,kesalahan suami terus diingat, kesalahan istri terus diingat, akhirnya kita tidak bisa berdamai dgn suami atau istri kita. 

2.  Mengampuni berarti menerima kembali apa adanya 

Dalam perumpamaan anak yang hilang, dikisahkan bagaimana anak bungsu yang tadinya menghambur-hamburkan uang ayahnya, akhirnya dengan penuh penyesalan anak itu pulang ke rumah ayahnya. Dia mengakui semua dosanya, dan dia siap diperlakukan apapun oleh ayahnya. Dia siap kalau ayahnya mau menghukum dia. Tetapi luar biasa sang ayah tidak menolak dia, tidak menghukum dia, sebaliknya memeluk dia dgn penuh kasih, dengan penuh tangisan bahagia, anakku yang hilang sekarang telah kembali, mari kita adakan pesta merayakan kepulangan anakku. 

Saudara sang ayah adalah gambaran dari Tuhan Yesus, ketika Tuhan mengampuni kita, maka Tuhan menerima kita kembali apa adanya. Dia menerima dengan hati penuh sukacita, bukan terpaksa. Itulah hati Tuhan kepada kita.   

Berbeda sekali dengan sikap manusia terhadap sesamanya yang berdosa. Ketika ada seorang narapidana yang keluar dari penjara, dan ingin kembali lagi hidup di tengah-tengah masyarakat, pasti keberadaannya sulit diterima. Orang takut bergaul dengan dia, orang sinis dengan dia, orang mempergunjingkan statusnya, eh hati-hati dia itu baru keluar dari penjara, kasusnya bunuh orang, hati-hati jgn dekat sama dia. Padahal tidak sedikit narapidana sekeluar dari penjara, mrk sungguh-sungguh mau bertobat, mrk tidak mau mengulangi lagi perbuatannya, tetapi sayang seringkali pertobatan mereka tidak dipandang. Mereka terus tertolak, tertolak dan tertolak. 

Sekalipun ada orang berkata, saya sudah mengampuni dia,tetapi dia masih sulit menerima keberadaan orang yg diampuni, maka sesungguhnya orang itu belum mengampuni dgn sungguh-sungguh. Memang tidak mudah menerima kembali orang yang telah mengecewakan kita begitu dalam. Dalam masalah rumah tangga biasanya, biasanya kasus yang paling berat, yang membuat orang sulit menerima pasangannya yaitu kasus perzinahan, kasus perselingkuhan. Ini yang paling berat. Sekalipun sang suami sudah tobat, tidak lagi mau mengulangi perbuatannya, sang istri masih sulit menerima keberadaan suaminya. 

Tetapi sekali lagi,mari kita bersikap seperti Tuhan Yesus, ketika ada orang yang sungguh mau bertobat, mari kita memeluknya, mari kita merangkulnya, mari kita menyambut dengan hangat dan sukacita. Terima dia, seperti Tuhan telah menerima kita lebih dahulu. 

3.  Mengampuni berarti mempercayai kembali 

Tuhan Yesus pernah berkata demikian kepada Petrus: Kamu bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan menjadi engkau sebagai penjala manusia. Satu kepercayaan besar yang Tuhan Yesus berikan kepada Petrus untuk menjadi partnerNya dalam pelayanan. Petrus tentu sangat bangga dengan status barunya, sebab dia sadar dia nelayan, orang berpendidikan rendah, tetapi Tuhan mau mempercayai dia menjadi partnerNya dalam pelayanan. Namun dalam perjalanan Petrus mengiring Tuhan Yesus, Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3 kali. Menyangkal tidak jauh beda dengan mengkhianati.  Pantaskah seorang pengkhianat dipercaya lagi oleh Tuhan ? Saya percaya bila saudara punya orang kepercayaan, kemudian orang itu mengkhianati saudara, saya yakin saudara pasti tidak akan mempercayai dia lagi. Tetapi Yesus tidak demikian, walaupun Petrus pernah menyangkal Yesus sebanyak 3 kali, Tuhan Yesus tetap memakai dia menjadi muridNya, bahkan rasulNya. Tuhan hargai pertobatan Petrus. Terbukti ketika Petrus berkhotbah 3000 orang bertobat. Roh Kudus bekerja luar biasa dalam hidup Petrus. Mengampuni berarti mempercayai kembali. 

Ketika saudara mengampuni suami, berarti saudara mempercayai bahwa suami saudara bisa kembali menjadi suami yang baik, ketika saudara mengampuni istri,berarti saudara mempercayai bahwa istri saudara bisa kembali menjadi istri yang baik, ketika saudara mengampuni anak-anak, berarti saudara mempercayai bahwa anak-anak saudara bisa kembali menjadi anak-anak yang baik. 

Bahkan saudara yang lebih luar biasa, mereka yang pernah jatuh dalam dosa, bila dia bertobat, lalu tetap diberi kepercayaan, maka mereka bisa menjalankan kepercayaan itu dgn sangat baik. Petrus dulu menyangkal, tetapi selanjutnya mati disalib dgn kepala dibawahpun mau. Bagi dia kepercayaan menjadi rasul itu luar biasa. 

Kesimpulan :

Ada 3 makna dari pengampunan : 

  1. Mengampuni berarti tidak mengingat-ingat lagi /tidak mengungkit-ungkit kesalahan masa lampau 
  2. Mengampuni berarti menerima kembali apa adanya 
  3. Mengampuni berarti mempercaya kembali. 

Pujian Penutup:

Mengampuni,mengampuni lebih sungguh )2x

Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaKu 

Mengampuni 2x lebih sungguh 

Melupakan-melupakan lebih sungguh ) 2x

Tuhan lebih dulu melupakan dosaku 

Melupakan-melupakan lebih sungguh 

Menerima-menerima lebih sungguh )2x

Tuhan lebih dulu menerima diriku 

Menerima-menerima lebih sungguh 

Leave a comment