Devosi

BUAH ROH PENGUASAAN DIRI

Dalam dunia kepemimpinan bgm caranya menguasai orang lain untuk tunduk pada kepemimpinan kita. Mungkin seorang pemimpin bisa saja berhasil mempengaruhi atau mengusai orang lain, tetapi pertanyaannya apakah seorang pemimpin mampu menguasai dirinya sendiri. Fakta membuktikan, banyak orang mudah menguasai orang lain, tetapi sulit menguasai diri sendiri, banyak orang mudah mengatur orang lain, tetapi sulit mengatur dirinya sendiri. Padahal  seharusnya sebelum kita bisa menguasai orang lain, kita harus bisa menguasai diri kita sendiri. 

Untuk itu buah penguasaan diri adalah satu buah roh yang paling sulit diwujudkan dalam hidup kita ini. Dalam Alkitab kita ada satu pribadi yang sangat sukses dalam hal penguasaan diri, itulah Tuhan kita Yesus Kristus. Penguasaan diriNya teruji disaat Dia menghadapi masa-masa sengsara. Mulai dari taman Getsemani sampai diatas kayu salib, Tuhan Yesus dapat menguasai lidahnya dari perkataan-perkataan yang mengutuk, dapat menguasai hatinya, menguasai pikirannya untuk menjalankan misinya  yaitu menyelamatkan manusia berdosa. Firman Tuhan dalam Yesaya 53 : 7:”Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diriNya ditindas dan tidak membuka mulutNya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutNya.” Umumnya kita  manusia akan mengeluarkan kata-kata kotor atau makian bila kita menderita atau tubuh kita disakiti, tetapi Yesus sama sekali tidak mengutuk atau membalas orang-orang yang menyakiti Dia, malah Dia berkata:Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidask tahu apa yang mereka perbuat.” 

Apakah yang perlu kita kuasai ?

  1. Menguasai hati dan pikiran kita. Bagian yang paling central dari hidup kita yaitu hati dan pikiran. Jika kita bisa kuasai hati dan pikiran kita, maka kita bisa kuasai seluruh aktifitas tubuh kita. Hati dan pikiran itu mirip kemudi kapal yang kecil tetapi bisa menggerakkan kapal yang besar. Pengamsal berkata:”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Matius 15:19:”Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” diri kita. Baru-baru ini saya  nonton di TV seorang Ibu yang dibakar oleh suaminya, untuk masih bisa tertolong oleh tetangganya. Kisahnya sepele, waktu tiba saatnya untuk saur, si istri bangunkan suaminya, ajak saur, tetapi suaminya mengantuk krn biasa tidur malam, sang istri minta ditemani saur, sang suami marah, pergi ke dapur lempar piring yg sdh berisi saur, sang istri marah, akhirnya sang suami pergi ke dapur ambil minyak tanah, dan siram istrinya lalu bakar. Ketika tetangga datang, sang suami berkata istrinya bunuh diri, padahal tidak demikian. Masalah bukan mengantuk, nggak mau diganggu. 

Ada seorang ayah, waktu itu ia sedang asyik nonton TV, kemudian muncul anaknya yang balita (umur 3 tahun). Anak itu hilir mudik di depan TV. Sang ayah tidak bisa kuasai diri, apa yang terjadi anak itu dibenturkan ketembok hingga terjadi pendarahan dan meninggal. Ada juga seorang pemuda yang cemburu terhadap mantan pacarnya yang sedang berpacaran dengan pria lain. Karena jengkel merasa sakit hati, maka ketika sang mantan pacar itu keluar dari gedung bioskop bersama pacar barunya, maka pemuda ini melepaskan sebuah bom yang meledak dan menewaskan semua orang di sekelilingnya termasuk dirinya sendiri.  Masih ada banyak fakta dalam hidup sehari-hari yang menunjukkan betapa manusia sering rapuh dalam menguasai dirinya sendiri. 

Aplikasi: 

Demikian juga saudara dalam kehidupan kita berjemaat, hendaknya kita dapat menguasai hati kita dan pikiran kita, agar tidak dikuasai oleh emosi, misalnya pada waktu kita sedang rapat pengurus atau rapat majelis, bisa saja terjadi perbedaan pendapat tetapi kita harus saling merendahkan hati. Dalam hidup berumahtangga, tidak jarang terjadi perbedaan pendapat antara suami dan istri, orang tua dengan anak, menantu dan mertua, tetapi hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. 

  1. Menguasai perkataan kita. Selain hati dan pikiran, maka lidahpun sering digambarkan seperti kemudi kapal, dia bisa menggerakan kapal yang besar. Dengan lidah manusia bisa memuji Tuhan tetapi dengan lidah juga manusia bisa berbuat dosa. Ada banyak dosa yang dilakukan oleh lidah, tetapi sore ini saya ambil contoh satu saja yaitu Lidah dusta. Ada 4 orang anak sekolah sepakat untuk membolos pelajaran pagi, krn ada pelajarannya sulit dan mrk sendiri memang malas belajar. Padahal pelajaran pagi itu sedang diadakan ulangan. Mrk sepakat untuk berbohong. Sesampai dikelas guru bertanya:”Kenapa kalian terlambat dan tidak mengikuti ulangan tadi pagi ? Mrk jawab: ban mobil yang kami tumpangi bocor pak. Oke kalau itu kejadiannya: sekarang ambil pensil dan kertas, tulis pertanyaan pertama : ban sebelah manakah yang bocor. Mrk terjebak dgn pertanyaan itu, sebab tidak kesepakatan ttg itu. Akhirnya ketahuan kalau mereka bohong. Betapa mudah dan betapa gampangnya lidah kita ini berkata-kata dusta, tidak sebenarnya. Banyak orang berdusta, karena ingin menyelamatkan dirinya sendiri, ingin mencari untung bagi dirinya sendiri. 

Aplikasi: 

Dalam dunia bisnis, masalah dusta atau bohong itu sudah biasa, kalau tidak bohong tidak akan cepat kaya. Ada orang berkata: Jangan terlalu jujur kalau lagi berbisnis. Hubungan suami-istri juga seringkali rusak, karena muncul ketidakjujuran, tidak terbuka satu sama lain. Suami berkata: Aku pergi tugas keluar kota, tetapi kenyataannya tidur dihotel dgn wanita lain. Si anak berkata: aku mau pergi belajar sama teman-teman tetapi malah kloyongan ke tempat-tempat hiburan. Kalau sudah begini keadaannya maka rumah tangga akan hancur. Mari kita kuasai lidah kita, agar berkata hal-hal yang benar.  Firman Tuhan berkata:”Siapa bisa kuasai lidahnya, dia adalah orang yang sempurna.” 

  1. Menguasai perbuatan kita. Bila hati dan pikiran kita serta perkataan bisa dikuasai dengan baik, maka perbuatan kitapun akan menjadi baik. Tetapi kalau hati dan pikiran serta lidah kita tidak bisa dikuasai, maka perbuatan kita pasti buruk. Paulus dengan jujur berkata:”Aku manusia celaka. Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ? Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa  yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci itulah yang aku perbuat.” (Roma 7:24,15) Kejadian 6:5,6:”Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hatiNya.” Dari kedua ayat ini jelas bahwa perbuatan manusia cenderung jahat, bgm kita bisa menguasai perbuatan kita ? Ada seorang gadis : Yuni Megawati, dia seorang aktivis gereja, suatu hari berurusan dengan polisi karena ketahuan mengkonsumsi pil koplo dan ganja. Gadis ini cantik, umur 20 tahun. Perkenalan Yuni dengan pil koplo itu dimulai ketika dia bertemu dengan Ashar di Diskotik Callypso Surabaya. Dari bujuk rayu Ashar maka Yuni sedikit demi sedikit berani mengkonsumsi pil itu. Selain itu dia juga terjerumus dalam pelacuran shg dikenal sbg cewek gopekan. Hati-hati saudara pergaulan yang buruk bisa merusakkan kebiasaan yang baik. Ada dua orang sahabat yang sama-sama punya hobby pelihara burung beo. Yang satu dibeli dari orang Kristen, yang lain diberi dari orang dunia. Burung beo milik orang Kristen itu mengatakan hal-hal yang baik:”Puji Tuhan..Puji Tuhan. Tetapi burung beo yang satu lagi berkata:” Sialan lu, sialan lu. Kemudian temannya yang beli dari orang dunia itu tawarkan agar burungnya disatukan dgn burung kristen itu, dgn harapan bisa keluar kata puji tuhan, tetapi apa yang terjadi setelah 1 minggu: keluar kata: sialan luh, sialan luh. 

Caranya hidup menguasai diri:

Galatia 5:16,17: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keingina daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keingina Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging

Galatia 5:19-21: Perbuatan daging telah nyata yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya

Galatia 5:24:”Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Contoh hidup dalam Roh:

Hidup dalam doa, dalam membaca firman dan menaatinya, beribadah serta bersaksi akan kasih Kristus. 

Leave a comment