Ulangan 18:15-19 dianggap menjadi dasar untuk adanya Institusi kenabian di Israel yang dibangun Tuhan sendiri sebelum masuk tanah Kanaan. Beberapa pokok tentang kenabian di Israel berdasarkan teks ini:
- Kenabian di Israel bertentangan dengan praktek okultisme di Kanaan.
- Seorang Nabi di Israel dibangkitkan oleh Tuhan.
- Tuhan akan menaruh Firman-Nya dalam mulut para nabi di Israel.
- Musa sebagai Nabi perjanjian lama yang utama.
Sebutan-sebutan untuk para Nabi:
- Hamba Tuhan (2 Raja-raja 9:7).
- Pelihat, Pelihat adalah istilah lain untuk para Nabi yang digunakan ketika itu karena menunjukkan bahwa wahyu Tuhan yang diterima para Nabi lebih banyak dengan cara penglihatan.
- Nabi, Nabi adalah penyambung lidah dan jurubicara bagi Alla (1 Raja-raja 8:15).
- Utusan Tuhan. Contoh: Hagai disebut utusan Tuhan (Hagai 1:3).
- Manusia Allah. Inilah julukan yang diberikan kepada Musa (Ul.33:1-2) dan Samuel (1 Samuel 9:6)
Sejarah Perkembangan Para Nabi PL
- Nabi zaman sebelum Samuel
Luk.11:49-51. Berdasarkan ayat ini, Habel dianggap sebagai Nabi pertama dalam PL. Menyusul Heenokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Miryam, Harun dan Debora.
- Para Nabi zaman Samuel
Selain Samuel, dizaman ini kita membaca dalam Kitab Samuel dan Raja-raja ada namanya ‘kumpulan nabi’ atau ‘rombongan nabi’ atau ‘anak-anak para nabi’ yaitu Samuel, Elia dan Elisa.
Cara para Nabi PL menerima wahyu Allah
- Melalui persekutuan pribadi dengan Tuhan (Yeremia 23:22).
- Melalui penglihatan (Bilangan 12:6-8).
- Melalui mimpi (Bilangan 12:3, Keluaran 33:11).
- Melalui Audisi/peendengaran (Yeremia 21:10, Yeremia 22:14).
Perbandingan Para Nabi dan Imam PL:
IMAM
- Tugas Keluarga
- Ditabiskan
- Melayani di Bait Suci dan mengajarkan hukum taurat.
- Mendapatkan tunjangan hidup secara teratur dari umat Tuhan.
- Mengadakan pendamaian antara bangsa dan Allah
NABI
- Dipanggil Tuhan secara pribadi
- Diutus Tuhan
- Melayani dimana-mana Hukum Taurat diaplikasikan sesuai dengan Wahyu Allah.
- Tidak ada jaminan hidup, bergantung kepada persembahan.
- Menunjukkan bahwa perlu pendamaian dengan Allah.
Inti pelaayanan Para Nabi:
- Mereka menyadarkan umat akan dosa secara terus terang.
- Para nabi menubuatkan tentang hukuman yang akan datang.
- Para nabi mendoakan bangsa yang jahat.
- Para nabi menyeruhkan dan mengundang umat untuk bertobat.
- Para nabi menghibur umat yang bertobat dan percaya.
- Para nabi mengajarkan kebenaran-kebenaran tentang Allah.
Bentuk penyampaian Firman Tuhan:
- Khotbah di depan umum (Yer.7:10-13).
- Penyampaian secara pribadi (2 Sam.12:1).
- Perbuatan Simbolis (Hosea 1-3).
- Mujizat (1 Raj.18).
- Tulisan (Yer.29).
Periode pelayanan para nabi tulisan dibagi dalam 3 periode:
- Peeriode 1: adalah masa pelayanan para nabi sebelum pembuangan ke Babel. Nabi-nabi tersebut adalah nabi Yoel sampai Nabi Habakuk.
- Periode 2: pelayanan para nabi pada masa pembuangan di Babel. Para nabi tersebut adalah Daniel-Obaja.
- Periode 3: pelayanan para nabi sesudah pembuangan dari Babel. Para Nabi itu adalah nabi Haggai-Maleakhi.
Perbedaan Nabi sejati dan Nabi Palsu:
NABI SEJATI
- Fondasi: penyataan Allah
- Pemberitaan bersifat Holistik
- Independensi terhadap struktur kekuasaan
- Anggota lembaga ilahi dan sosial
- Visi realitas kerajaan Allah
- Etika berpusat kepada Allah
- Menderita demi Allah
NABI PALSU
- Menggabungkan penyataan dan religi
- Pemberitaan bersifat selektif
- Dependensi terhadap struktur kekuasaan
- Anggota lembaga sosial
- Penjaga status quo
- Etika berpusat kepada manusia
- Popularitas dan kekuasaan.
KITAB YESAYA
Penulis: Nabi Yesaya pada abad ke-8 BC
Ada yang mengatakan bahhwa pasal 1-39 berbeda sama sekali dengan pasal 40-66 ditulis oleh seorang nabi yang tinggal dengan orang Yahudi buangan di Babel dan tidak diketahui namanya. Beberapa alasan mengapa mereka mengatakan demikian:
- Suasana dan keadaan yang dicerminkan dalam pasal 1-39 berbeda sama sekali dengan pasal 40-66. Bagian I berbicara tentang keadaan keruntuhan Yehuda dan permulaan pembuangan di Babel, sedangkan bagian ke II berhubungan dengan akhir masa pembuangan dimana Yesaya sudah tidak ada lagi. Dua bagian ini terpisah oleh jangka waktu yang cukup lama, kurang lebih 150 tahun.
- Nama Yesaya tidak lagi disebutkan dalam bagian II (40-66) seperti dalam bagian I yang banyak menyebutkan nama nabi Yesaya.
- Gaya bahasa bagian I sangat berbeda dengan gaya bahasa yang digunakan untuk menulis bagian II.
Menanggapi pandangan diatas, para penafsir tetap menganggap bahwa kitab Yesaya secara utuh (bagian I dan II) ditulis oleh nabi Yesaya dengan alasan:
- Jika alasannya adalah keadaan, suasana, gaya bahasa dan pandangan teologia maka yang menulis bukan dua orang tetapi harusnya lebih dari dua karena bagian II diperkirakan berasal dari 4 sumber yang berbeda. Apalagi penulis tidak diketahui identitasnya.
- Perbedaan tujuan, isi dapat menyebabkan perbedaan hanya bahasa dan pandangan teologis. Dan ini adalah sesuatu yang lazim.
- Yesaya dapat berbicara tentang masa dan keadaan Israel sesudah masa hidupnya karena isinya bersifat nubuatan.
- Ada beberapa istilah yang sering digunakan Yesaya yang ada di bagian I dan II. Ini menunjukkan kesatuan kitab Yesaya. Istilah ini antara lain: ‘yang Maha Kudus’, ‘Allah Israel’.
Latar belakang sejarah kitab Yesaya
Yesaya dipanggil menjadi nabi di Yehuda pada tahun matinya raja Uzia yaitu sekitar tahun 740 dan terus melayani selama periode raja Yotan, raja Ahas, dan Hizkia. Yesaya melayani selama 40 tahun. Pelayanan terakhir Yesaya pada waktu Sanherib menyerang Yehuda pada tahun 701 BC.
Garis Besar isi Kitab Yesaya
Kitab Yesaya terdiri dari 66 pasal dan dibagi dalam dua bagian besar: pasal 1-39 dan pasal 40-66.
- Teguran dan Keselamatan (Ps.1-39)
- Teguran atas dosa umat (Ps.1-5)
- Keselamatan melalui Imanuel (Ps.7-12)
- Hukuman Allah atas bangsa-bangsa (Ps.13-23)
- Hukuman dan keselamatan umat Allah (Ps.24-39)
- Pertolongan dan Keselamatan (Ps.40-66)
- Pertolongan melalui Koresy (Ps.40-48)
- Pertolongan melalui seorang Hamba (Ps.49-55)
- Penggenapan Keselamatan (Ps.56-66).
Tema-tema penting Kitab Yesaya
- Teguran dan keselamatan: pokok pembicaraan dalam bagian ini sangat menekankan kekudusan Allah (Yes.1:4). Kekudusan Allah sangat bertentangan dengan kondisi umatNya yang berdosa. Yesaya mencela ibadah mereka yang hanya menonjolkan hal-hal yang lahiriah. Dibidang sosial mereka melakukan penindasan kepada orang lemah, mabuk dan berbagai kejahatan lainnya.
- Pertolongan dan keselamatan: Yesaya menyebutkan pertolongan Allah bagi orang-orang buangan melalui Koresy sebagai ‘hamba yang menderita’ (Yes.40:1-2). Nubuat tentang hamba yang menderita menonjol di pasal 49-55 terutama pasal 53. Penderitaan mesias tersebut demi keselamatan umat Allah.
KITAB YEREMIA
Penulis: Nabi Yeremia dibantu sekretarisnya Barukh bin Neria. Nabi Yeremia berasal dari keturunan imam dari Anatot sebelah utara Yerusalem, ditanah Benyamin. Ayahnya Hilkia adalah seorang imam. Yeremia melayani di kerajaan Yehuda.
Latar belakang sejarah Kitab Yeremia
Yeremia dipanggil menjadi nabi sekitar tahun 627 BC. Yeremia melayani selama 40 tahun dimulai tahun ke 13 pemerintahan Raja Yosia (626 BC), kemudian zaman raja Yoahas, Yoyakhim, Yoyakhin dan berakhir pada zaman Zedekia. Pada zaman raja Yosia terjadi reformasi yang dilakukan, namun setelah raja Yosia mati, terjadi kemerosotan moral dan politik yang sangat cepat pada zaman Yoahas, Yoyakhim, yoyakhin dan Zedekia. Babel menjadi negera adikuasa mengalahkan Asyur dan menaklukan Yehuda dan mereka dibawah ke pembuangan.
Garis besar isi Kitab Yeremia
- Panggilan dan pemberitaan Yeremia (Ps.1-20)
- Nubuatan kepala para raja Yehuda (Ps.21-29)
- Berita pengharapan (Ps.30-33)
- Keruntuhan kerajaan Yehuda (Ps.34-39)
- Pelayanan sesudah kejatuhan Yehuda (Ps.40-45)
- Nubuat-nubuat terhadap bangsa asing (Ps.46-51)
- Riwayat penutup kerajaan Yehuda (Ps.52)
Tema-tema penting Kitab Yeremia
- Hukuman
Isi Kitab Yeremia banyak berbicara tentang penghukuman.
- Ia menyampaikan bahwa penghukuman akan diterima oleh Israel sebagai akibat dari ketidaksetiaan mereka terhadap perjanjian (Ps.2)
- Hal yang sama juga akan dialami oleh Yehuda (Ps.3-6). Khotbah Yeremia di bait Allah di Yerusalem mencela ibadah mereka yang palsu, penyembahan berhala dan pengingkaran akan taurat Tuhan (Ps.7).
- Bernubuat bukan perkara yang gampang bagi Yeremia karena dia mengasihi bangsanya dan sedih ketika bangsanya menerima hukuman, tetapi dia tetap melaksanakan tugasnya (Ps.12-20).
- Pengaharapan
Ditengah-tengah berita tentang penghukuman dan kehancuran bangsa Israel dan Yehuda, Yeremia juga menyampaikan berita peengharapan (Ps.30-33). Dia memberitakan janji tentang pemulihan umat Allah kembali ke tanah perjanjian setelah masa pembuangan.
KITAB RATAPAN
Penulis: Yeremia karena dialah saksi mata kehancuran Yerusalem.
Latar belakang Kitab Ratapan
Kitab inii ditulis tidak lama sesudah keruntuhan kerajaan Yehuda, diperkirakan sekitar tahun 580 s/d 550 BC. Penulis meratapi keadaan bangsa Yehuda yang hancur karena dosa dan penolakan mereka akan hukuman Allah dan memohon belas kasihan, pelepasan dan pembaharuan Allah bagi bangsanya (2 Raj.24-25 dan 2Taw.36).
Garis besar isi Kitab Ratapan
- Keadaan Yerusalem yang memperihatin-kan (Ps.1)
- Alasan-alasan kehancuran Yerusalem (Ps.2)
- Tujuan penghukuman Yerusalem (Ps.3)
- Yerusalem mengingat masa yang lalu (Ps.4)
- Seruan Yerusalem kepada Tuhan (Ps.5)
Tema-tema penting Kitab Ratapan
- Kitab Ratapan mencatat ‘hari Tuhan’ untuk Yehuda yang diberlakukan dalam segenap kegeramannya yang mengerikan. Ancaman kutuk perjanjian manjadi kenyataan yang menyeramkan dan mimpi buruk yang takkan pernah terlupakan.
- Meskipun kitab Ratapan mengungkapkan penderitaan dan dukacita Sion, ada juga beberapa bagian yang menunjukkan pengharapan akan pemulihan (Ratapan 5:20-22).
- Mengapa Allah mengijinkan pederitaan tejadi atas umatNya. Jawabannya supaya umat Tuhan menyadari kesalahannya dan bertobat dan kembali kepada ketaatan kepada Tuhan adan kehendaknya.
KITAB YEHEZKIEL
Penulis: Yehezkiel anak Busi yang berasal dari keluarga Imam, dan dibawa ke Babel bersama dengan kelompok 10000 orang Ibrani pada tahun 597 BC.
Latar belakang Kitab Yehezkiel
Yehezkiel tinggal di rumahnya sendiri di Tel Abib tepi sungai kebar di Babel. Dia memiliki seorang isteri dan dipanggil Tuhan melayani tahun 597 BC. Di Tel Abib, dia melayani selama 20-25 tahun. Dia bernubuat bagi bangsa Yehuda dan nubuatannya menggunakan lambang atau alat peraga.
Garis besar isi Kitab Yehezkiel
- Panggilan Yehezkiel sebagai penjaga (Ps.1-3)
- Hukuman Tuhan atas Israel (Ps.4-24)
- Nubuat terhadap bangsa-bangsa (Ps.25-39)
- Bangsa-bangsa Kafir (Ps.25-32)
- Bangsa Israel (Ps.33-39)
- Bait suci yang diperbaharui (Ps.40-48)
Tema-tema penting dalam Kitab Yehezkiel
- Panggilan Yehezkiel
Didasarkan atas kemahakuasaan dan kekudusan Tuhan yang ditunjukkan kepadanya melalui penglihatan Yeehezkiel akan kemuliaan Allah yang duduk diatas tahtaNya (Yehezkiel 1:1-28)
- Dosa dan Penghukuman Tuhan
Penghukuman Yehuda karena dosa mengajarkan satu yang penting bahwa Dosa dan kekejian akan mengakibatkan kehancuran total dan kemuliaan Tuhan akan meninggalkan umatNya.
- Tanggung jawab perorangan (Ps.18:1-29)
- Pemulangan ke Israel (Ps.33-37)
Berita keruntuhan Yeerusalem menjadi titik berangkat pelayanan Yehezkiel sebagai penjaga Israel. Jika mereka bersedia mendengarkan teguran dan bertobat mereka akan kembali ke tanah mereka sendiri.
- Bait Suci diperbaharui (Ps.40-48)
KITAB DANIEL
Penulis: sejak abad mula-mula sampai pada akhir abad ke 17 dan awal abad ke 18, para sarjana Yahudi, orang Yahudi dan orang kristen sangat yakin bahwa penulis kitab daniel adalah Daniel sendiri pada abad ke 6 BC.
Struktur Kitab Daniel
- Ps.1-6 Sejarah Daniel dan teman-temannya di Babel
- Ps.1 Komitmen Daniel dan teman-temannya untuk tidak makan makanan raja
- Ps. 2 Mimpi dan makna mimpi Nebukadnezar yang ditafsirkan oleh Daniel
- Ps. 3 Patung Emas Nebukadnezar dan Sadrakh, Mesakh, Abednego yang dicampakkan ke perapian
- Ps. 4 Daniel memberitahukan makna mimpi Nebukadnezar bahwa dia akan sakit jiwa selama 7 tahun
- Ps. 5 Daniel memberitahukan arti tulisan di dinding kepada Belsyazar
- Ps. 6 Daniel diselamatkan dari gua singa zaman raja Koresj/Darius
- Ps.7-12 Empat penglihatan Daniel pada masa tuanya:
- Ps.7 Penglihatan tentang empat binatang dan anak manusia
- Ps. 8 penglihatan tentang domba jantan dan kambing jantan
- Ps. 9 Doa Daniel dan penglihatan tentang tujuh puluh kali tujuh masa
- Ps.10-12 Penglihatan mengenai Raja Utara dan Raja negeri selatan.
KITAB HOSEA
Penulis: Nabi Hosea bin Beeri
Latar belakang Kitab Hosea
Nabi Hosea melayani di kerajaan Utara (Samaria) sekitar akhir masa pemerintahan Raja Yerobeam II (753 BC), yang berakhir dengan keruntuhan Samaria (722 BC). Dia mengetahui dengan baik situasi politik, sosial, moral bangsa Israel ketika itu, yang menjadi lebih buruk dari masa nabi Amos. Secara politis, Yerobeam II adalah raja terakhir yang terakhir atas pengangkatan TUHAN, Dia meninggal dan anaknya terbunuh. Di bidang susila rohani kerajaan utara melakukan penyyembahan berhala lembu emas (Baal dan Asytoret), yang disertai dengan perbuatan-perbuatan kejam seperti pengorbanan anak-anak dan perzinahan. Dalam situasi politik moral dan rohani merosot.
Permasalahan yang menonjol dalam Kitab Hosea adalah mengenai pernikahannya dengan gomer. Pasal 1 menimbulkan paling sedikit 4 tafsiran:
- Interpretasi Simbolis. Menafsirkan perintah Tuhan kepada Hosea untuk menikahi gomer sebagai suatu perbuatan alegoris (tidak terjadi secara nyata), karena Allah tidak mungkin menyuruh hambaNya berzinah.
- Interpretasi Visioner. Interpretasi ini mengatakan bahwa Hosea tidak secara nyata mengawini gomer, melainkan hanya dalam suatu penglihatan. Penglihatan tersebut merupakan lambang.
- Interpretasi Prolepsis. Interpretasi ini mengatakan bahwa Hosea sungguh-sungguh menikah dengan gomer, yang pada mulanya adalah seorang perawan suci, tetapi dalam pandangan Allah, dia mempunyai kecenderungan dan tabiat untuk bersundal.
Banyak penafsir Alkitab memilih tafsiran atau interpretasi prolepsis dengan beberapa alasan:
- Alasan Teologis
Hubungan Allah dan Israel dimulai dengan suatu hubungan yang suci melalui perjanjian dan pengikatan perjanjian darah yang kudus. Hubungan Allah dan Israel dalam perjanjian sinai digambarkan seperti hubungan suami-istri dalam pernikahan kudus. Sehingga pernikahan Hosea dan gomber merupakan gambaran hubungan Allah dengan bangsa Israel, maka tidaklah mungkin Hosea disuruh menikahi perempuan sundal.
- Alasan Literalis
Setiap pasal dalam kitab Hosea merupakan kesatuan, satu rangkaian berhubungan antara satu dengan yang lain.
Garis besar Kitab Hosea
- Pendahuluan (Hosea 1:1)
- Perkawinan Hosea: Gambaran hubungan Allah dengan bangsa Israel (Hosea 1:2-Ps.3)
- Anak-anak dari pelacuran (Hosea 1:2-2:1)
- Ketidaksetiaan Gomer (Hosea 2:2-23)
- Kesetiaan Hosea (Hosea 3:1-5)
- Pesan Hosea kepada Israel (Hosea 4-14)
- Ketidaktahuan dan ketidaksetiaan Israel (Hosea 4:1-6:3)
- Hukuman Israel (Hosea 6:4-10:15)
- Kesetiaan dan kasih YHWH bagi bangsa Israel (Hosea 11-14)
Tema-tema penting Kitab Hosea
- Ketidaksetiaan bangsa Israel, digambarkan dengan istri Hosea yaitu gomer. Nama-nama anak-anak gomer melambangkan hukuman Allah atas Israel.
- Kesetiaan TUHAN
Kasih setia yang ditunjukkan Hosea kepada Gomer adalah kasih setia Tuhan yang mencari yang terhilang bahkan yang menutupi ketidaksetiaan Gomer/Israel.
KITAB YOEL
Penulis: Nabi Yoel adalah anak Petuel. Nabi Yoel melayani sekitab abad ke-9 BC.
Latar belakang Kitab Yoel
Bencana alam berupa wabah belalang yang luar biasa yang mungkin disertai dengan kekeringan dan kebakaran. Yoel menafsirkan situasi yang terjadi sebagai suatu hukuman Allah atas Yehuda. Kemungkinan berita Yoel disampaikan secara lisan kepada penduduk kota Yerusalem ketika sedang merayakan hari-hari besar di bait suci.
Garis Besar Kitab Yoel
- Bencana Alam (Yoel 1:1-20)
- Wabah Belalang sebagai lambang hukuman (Yoel 2:1-27)
- Hari Tuhan yang akan datang (Yoel 2:28-3:21)
Tema-tema penting Kitab Yoel
Hari Tuhan yang bersifat kontemporer: bencana tulah belalang merupakan masa kegelapan bagi Israel. Sebagian besar ekonomi Israel berkaitan dengan pertanian. Karenanya bencana alam yang merusak panen akan mengakibatkan kehancuran bagi orang-orang hampir setiap lapisan masyarakat.
Hari Tuhan bersifat eskatologis: ditandai dengan Pentakosta, hukuman atas bangsa-bangsa dan pembaharuan Yehuda dan Yerusalem.
KITAB AMOS
Penulis: Nabi Amos berasal dari Tekoa, sebuah kota kecil, 9 km sebelah kota Betlehem atau 20 Km sebelah selatan Yerusalem. Amos adalah seorang gembala dan pemungut buah ara hutan.
Latar belakang Kitab Amos
Pelayanan Amos terutama ditunjukkan kepada bangsa Israel yaitu sepuluh suku Israel yang telah memisahkan diri dari tahta Daud tahun 931 BC. Sejak saat itu mereka membentuk ibukotanya sendiri yaitu Samaria. Secara Politis dan militer, Israel dalam keadaan yang sangat menguntungkan. Secara ekonomi, Israel mencapai zaman emas yang mirip dengan zaman Daud. Secara religious ditandai pelaksanaan agama yang sangat giat. Dimana terdapat tempat-tempat ibadah yang tidak pernah sepi pengunjung. Segala bentuk kurban melimpah. Amos dipanggil Tuhan untuk memberitakan firmanNya di tengah-tengah kejayaan ini.
Garis besar Kitab Amos
- Judul (Amos 1:1)
- Nubuatan-nubuatan (Amos 1:2-6:14)
- Nubuat terhadap bangsa lain (Amos 1:2-2:3)
- Nubuat terhadap umat Tuhan: Israel dan Yehuda (Amos 2:4-6:14)
- Penglihatan-penglihatan dan sebuah respon (Amos 7:1-8:13)
- Nubuatan-nubuatan terakhir (Amos 8:4-9:15)
Tema-tema penting Kitab Amos
- Masalah sosial: kekayaan orang kaya sebagian besar dari orang miskin yang tidak berdaya.
- Masa Moral: tidak ada kejujuran dan keadilan semuanya diatur oleh uang, tidak ada kesetiaan dalam pernikahan dan dalam mempertahankan kesucian hidup orang muda.
- Masalah Rohani: ibadah mereka penuh kepalsuan, mereka menyembah berhala dan imam tidak lagi berasal dari kaum lewi melainkan dari rakyat biasa.
- Dosa-dosa banga-bangsa tetangga Israel
- Damsyik, dosa yang ditegur berperang tanpa kode etik.
- Filistin, berdagang tanpa kode etik
- Tirus, mengingkari perjanjian.
- Edom, menyimpan amarah terhadap saudara.
- Amon, kejahatan terhadap yang tak berdaya karena ambisi.
- Moab, kebencian yang membuat gila.