II Tawarikh 17-21
Siapakah Yosafat itu ?
Yosafat berumur 35 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 25 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia hidup mengikuti jejak ayahnya Asa, ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan (20:31-32)
Alur cerita kisah Raja Yosafat:
Yosafat hidup sesuai iman orang tua dan leluhurnya:
Tuhan menyertai Yosafat karena dia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud bapa leluhurnya dan tidak mencari baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah ayahNya dan tidak berbuat seperti Israel. (17:3-4) Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala (17:6)
Berkat ketaatan Yosafat:
Oleh sebab itu Tuhan mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat (17:5)
Yosafat semakin serius dengan firman Tuhan:
Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, …. Untuk mengajar di kota-kota Yehuda. Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yohantan, Adonia, Tobia dan Tob Adonia disetai imam-uimam Elisama dan Yoram. Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat Tuhan. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat (17:7-9)
Berkat dari keseriusan dan ketaatan Yosafat akan firman Tuhan:
Diberi Wibawa Ilahi dan rezeki melimpah. Ketakutan yang dari Tuhan menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat (7:10) Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan 7700 ekor,dan kambing jantan 7700 ekor. Yosafat makin lama makin kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan. Banyak pembekalannya di kota-kota Yehuda (17:10-13)
Militer dan keamanan terjamin. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, semuanya pahlawan yang gagah perkasa (17:13-19)
Ketidaktaatan Yosafat dan akibatnya:
Yosafat bersekutu dengan raja Israel yang tidak mau dengar firman Tuhan yang sesungguhnya.
Yosafat bersekutu dengan raja Ahab utk menyerang Ramot Gilead. Yosafat minta petunjuk pada nabi Tuhan, Ahab memanggil 400 nabi untuk bernubuat, tetapi sayang mereka semua adalah nabi palsu. Ada satu nabi benar yaitu nabi Mikha, tetapi Ahab membencinya dan tidak mau mendengar nubuatannya. Semula Yosafat tegur raja Ahab karena tidak mau dengar nasehat nabi Mikha, tetapi keputusan terakhir ternyata Raja Yosafat ikut berperang melawan Ramot Gilead. Disinilah nampak bahwa raja Yosafat tidak mengikuti perintah Tuhan.
Dalam peperangan raja Israel menyamar, sedang raja Yosafat pakai pakaian kebesarannya. Musuh sudah dikhususkan utk menyerang raja Israel, Yosafat dikepung, Yosafat berteriak kepada Tuhan dan Tuhan menolongnya, Allah membujuk musuhnya pergi dari Yosafat (18:28-31)
Seseorang menarik panah dan menarik sembarangan saja dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Pertempuran bertambah seru sampai raja Israel itu mati, ketika matahari terbenam. (18:33-34)
Yehu (pelihat / nabi Tuhan) berkata kepada Yosafat:”Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan ? Karena hal itu Tuhan murka terhadap engkau. Namun masih ada hal-hal yang baik padamu, karena engkau menghapuskan tiang-tiang berhala dari negeri ini dan mencari Allah dengan tekun.” (19:2-3)
Pertobatan Yosafat:
Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan ke daerah-daerah dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka (19:4)
Yosafat juga mengangkat hakim-hakim di seluruh kota di Yehuda, dan berpesan kepada mereka :”Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk Tuhan, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum. Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada Tuhan. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak atau menerima suap tidak ada pada Tuhan Allah kita.” (19:5-7)
Di Yerusalem, Yosafat juga mengangkat beberapa orang dari antara orang Lewo dan para imam dan paar kepala puak Israel untuk memberi keputusan dalam hal hukum Tuhan dan dalam hal perselisihan. Ia memerintahkan:” Kamu harus bertindak dengan takut akan Tuhan, dengan setia dan dengan tulus hati..” Bertindaklah dengan tegas, kiranya Tuhan menyertai orang yang tulus ikhlas (19:8-9,11c)
Akibat pertobatan Yosafat : Tuhan tolong Yosafat hadapi musuh
Setelah pengangkatan hakim-hakim itu, bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat. Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom (20:1-2)
Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada Tuhan. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari Tuhan. (20:3-4)
Doa Yosafat di tengah-tengah rakyatnya:”Ya Tuhan Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga ? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa ?Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tanganMu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. (20:6)
Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka ? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang kami harus lakukan, tetapi mata kami tertuju kepadaMu.” (20:12)
Yahaziel, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh Tuhan di tengah-tengah jemaah. Dan berseru :”beginilah firman Tuhan kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu dan lihatlah bagaimana Tuhan memberi kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, Tuhan akan menyertai kamu.” (20:14,15,17)
Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan Tuhan dan menyembah kepadaNya. (20:18)
Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. (20:19)
Ketika mereka hendak berangkat berperang maka Yosafat berkata:”Dengar hai Yehuda dan penduduk Yerusalem ! Percayalah kepada Tuhan, Allahmu dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabiNya dan kamu akan berhasil !” (20:20b)
Setelah itu Yosafat mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata:”Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya ! (20:21)
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. (20:22)
Lalu bani Amon dan berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan membinasakan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir,mereka saling bunuh membunuh (20:23)
Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput (20:24)
3 hari lamanya mereka menjarah barang-barang milik musuhnya (20:25)
Pada hari ke-4 mereka berkumpul di lembah pujian. Disana mereka memuji Tuhan, lalu pulanglah mereka ke Yerusalem dengan sukacita, mereka masuk ke Yerusalem dengan gambus dan kecapi dan nafiri lalu menuju ke rumah Tuhan (20:26-28)
Ketakutan yang dari Allah menghinggapi semua kerajaan negeri-negeri lain, ketika mereka mendengar bahwa Tuhan yang berperang melawan musuh-musuh Israel (20:29)
Dan kerajaan Yosafat aman, karena Allah mengaruniakan keamanan kepadanya di segala penjuru (20:30)
Yosafat jatuh lagi dan akibatnya
Yosafat bersekutu dengan Ahazia, raja Israel yang fasik perbuatannya. Ia bersekutu dalam membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Eliezer bin Dodawa bernubuat terhadap Yosafat:”Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka Tuhan akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tidak dapat berlayar ke Tarsis (20:35-37)
Ringkasan alur cerita:
Yosafat hidup sesuai iman orang tua dan leluhurnya:
Yosafat diberkati
Yosafat serius dengan firman Tuhan dengan mengajarkan secara luas
Diberkati lagi secara melimpah
Yosafat tidak taat pada perintah Tuhan
Yosafat gagal dalam peperangan
Yosafat bertobat
Yosafat menang atas laskar yang begitu besar
Yosafat jatuh lagi : bersekutu dgn raja yang fasik
Usaha kapalnya jatuh
Kehidupan Raja Yosafat sering menjadi kehidupan kita dalam mengikut Tuhan, grafiknya naik turun:
Sebentar menjelang Natal, semangat datang kegereja, selesai Natal sepi lagi, sebentar mau Paskah semangat lagi, selesai Paskah sepi lagi. Paskah tahun ini, pagi yang datang 100 lebih, sore 200 orang, selesai Paskah yang datang pagi 60 orang, sore 30 orang langsung melorot. Saya pikir-pikir, ini namanya demam Paskah.
Sebentar selesai KKR semangat lagi, setelah lama tidak ada KKR loyo lagi.
Sebentar ditolong Tuhan, doa dijawab rajin datang kepada Tuhan, saat doa tidak dijawab-jawab dan masalah terus silih berganti, mundur lagi.
Hidup kita lebih banyak ditentukan oleh situasi, bukan oleh tekad bulat untuk menaati firman Tuhan.
Orang Kristen yang benar adalah:
Saat hidupnya lancar-lancar saja, tetap rajin datang pada Tuhan, saat hidupnya mulai sulit penuh tantangan, semakin kuat dengan Tuhan
Saat hidupnya menyenangkan tetap mencari Tuhan, saat hidup mulai tidak menyenangkan semakin giat mencari Tuhan
Saat tidak ada pencobaan, dekat dengan Tuhan, saat hidup di tengah-tengah pencobaan semakin dekat dengan Tuhan.
Ingat Tuhan bertindak sesuai alur kita, jadi bila kita tidak beres, anda rugi sendiri. Kalau anda terus beres maka Tuhan akan terus memberkati hidup kita. Ini prinsip firman Tuhan. Tuhan akan ladeni saudara/layani saudara sesuai sikap saudara terhadap Dia.
Dari kisah Raja Yosafat ini dapat kita tarik beberapa prinsip hidup yang diberkati Tuhan :
- Hidup mencari Tuhan, mencari firmanNya, serius mengajarkannya, menaatinya
- Takut akan Tuhan menjadi nomer satu dalam hidup
- Hidup selalu memuji Tuhan dalam suka maupun duka
Pujian Penutup:
Saya mau iring Yesus 2x
Sampai slama-lamanya
Meskipun saya susah
Menderita dalam dunia
Saya mau iring Yesus
Sampai slama-lamanya
