Devosi

KEMENANGAN HIDUP DALAM PENGAMPUNAN

Lukas 6:22-40

Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;” (Lukas 6:27 TB)

Kata kasih yang dipakai disini bukan kasih eros (kasih antar lawan jenis), atau kasih philia (kasih terhadap sahabat kita) tetapi istilah kasih disini yang dipakai adalah kasih agape, kasih agape adalah kasih yang tidak peduli apapun yang orang lakukan kepada kita, meskipun orang jahat kepada kita maka kita akan tetap mengasihi dia. 

Kasih agape adalah kasih yang bukan digerakkan oleh hati kita tetapi oleh kehendak kita, kemauan kita, pengorbanan kita, perjuangan kita. 

Bagaimana mungkin kita bisa mengasihi musuh ? Hati kita berkata itu tidak mungkin, aku terluka, aku tidak bisa mengasihi, tetapi kehendak kita yang sudah dikuduskan oleh Kristus, akan berkata: tidak, bagaimanapun juga sakitnya hati ini, saya tetap harus bisa mengasihi musuh saya itu. Itulah kasih Agape. 

Kasih Agape adalah anugrah Tuhan buat kita orang percaya. Setiap saudara akan dimampukan Tuhan untuk mengasihi orang yang menyakiti hati kita, Roh Kudus akan menguasai hati dan pikiran kita untuk selalu serupa dengan Yesus 

Pengajaran Tuhan Yesus ini beda saudara dengan apa yang diajarkan oleh guru-guru besar yang ada di dunia ini:

  1. Seorang guru besar yang bernama Hillel berkata demikian: apa yang kamu benci, jangan lakukan itu kepada orang lain.  Misalnya : yang kamu benci itu gossip, ya jangan kamu berbuat gossip, yang kamu benci itu fitnah, ya jangan kamu menfitnah. 
  2. Seorang Yahudi yang hebat dari Aleksandria, berkata demikian :”Apa yang tidak ingin engkau derita, janganlah lakukan itu kepada orang lain.” Bila kamu tidak mau disakiti, ya jangan sakiti orang lain. Bila kamu tidak mau dikecewakan orang lain, ya jangan kecewakan orang lain. 
  3. Seorang Orator Yunani bernama Isokrates, dia berkata demikian :”Hal-hal yang membuat engkau marah, ketika orang lain melakukannya terhadap engkau, janganlah lakukan itu terhadap orang lain.” Misalnya: engkau marah bila dihina orang lain, ya jangan kamu menghina orang lain spy mereka tidak marah 
  4. Confusius berkata:”Apa yang tidak kamu kehendaki orang lain lakukan kepadamu, janganlah lakukan hal itu kepada orang lain.”

Inti ajaran guru-guru besar ini adalah: 

Kalau kamu nggak mau dijewet, ya jangan jewet orang

Kalau kamu tidak mau diganggu orang, ya jangan kamu ganggu orang. 

Saudara kelihatanya prinsip benar, tetapi sesungguhnya tidak sempurna. Saya sering mendengar orang berkata demikian :”Pak kalau orang baik sama saya, saya bisa lebih baik lagi sama dia, tetapi pak kalau orang jahat saya, saya juga bisa lebih jahat dari dia.” Saudara prinsip ini prinsip Taurat, mata ganti mata, gigi ganti gigi, jikalau mata kita dicelakakan maka seharusnya mata orang yang mencelakakan itu kita celakakan juga. 

Ajaran Tuhan Yesus tidak seperti itu, mari kita perhatikan ayat 28 dari Lukas 6, dikatakan :

“ mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:28 TB). Ajaran ini sungguh-sungguh dipraktekkan oleh Tuhan Yesus sendiri, ketika Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem, memang semula Dia diagung-agungkan, tetapi kemudian Dia dicaci maki, dihujat, diolok-olok, dihina, dikutuki, dan lain-lain. Yesus hanya berkata di atas kayu salib: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. 

“ Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain (Lukas 6:29a). Ini juga dialami oleh Tuhan Yesus, ketika Imam Besar bertanya kepada Yesus tentang ajaranNya, maka Tuhan Yesus berkata :silahkan engkau tanyakan saja pada orang-orang yang mendengarkan pengajaranKu, sebab dimanapun Aku berada Aku tidak sembunyi-sembunyi menyampaikan ajaranKu. Waktu Yesus menjawab begitu, tiba-tiba pengawal dari imam besar, menampar muka Yesus sambil berkata:”Begitu ya jawabmu kepada Imam Besar. Selesai ditampar Yesus berkata:”Jikalau perkataanKu salah, tunjukkan salahnya, tetapi jikalau perkataanKu benar, mengapa engkau menampar Aku.”  

dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.” (Lukas 6:29b). Ini juga dialami Tuhan Yesus, bukan hanya jubahnya yang diambil, dan diundi oleh para prajurit, tetapi hampir seluruh kain yang membalut tubuh Yesus diambil, hanya sisa kain yang berfungsi sebagai cawat. Yesus sungguh-sungguh ditelanjangi dan dipermalukan. 

“ Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.” (Lukas 6:35 TB)

Ayat ini sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus. Selama Tuhan Yesus hidup, Dia dekat dengan orang berdosa. Dia benci dosa tetapi Dia mengasihi orang berdosa. Yesus dekat dengan pemungut cukai, Yesus dekat dengan para pelacur, Yesus sering makan di rumah orang berdosa. Bahkan Yesus pernah berkata: Aku datang bukan untuk orang benar tetapi untuk orang berdosa. Saudara dan saya adalah orang berdosa, Yesus datang untuk menebus kita semua. 

Jujur saudara, di dalam hidup kita manusia, kita lebih suka melihat kesalahan orang lain, sekecil apapun kesalahan itu, akan diperkarakan, yang kecil akan dibesarkan. Yang besar tambah dibesarkan lagi. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada orang Farisi:” Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?” (Lukas 6:41 TB). Kecenderungan kita manusia suka melihat orang lain jatuh, dan tidak suka melihat orang lain berhasil. Bila orang lain berhasil kita iri, tetapi bila orang lain jatuh kita bergembira. 

Tuhan Yesus tidak demikian, sekalipun Dia melihat betapa besarnya dosa kita, Dia justru semakin sedih dan Dia ingin menyelamatkan kita. 

Diakhir pelajaran ini Tuhan Yesus berkata demikian :

“ Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.” (Lukas 6:40 TB)

Artinya, kalau kita mengaku bahwa kita ini murid Yesus, maka kita harus hidup seperti Yesus,menyerupai Yesus, walaupun tidak sempurna tetapi paling tidak kita menyerupai guru Agung kita. 

Kemenangan sebuah pengampunan :

1. Mengalami kedamaian yang luar biasa 

Waktu lalu ketika kami bersekutu dalam komisi pria, ada seorang Bapak yang bersaksi, betapa dia merasakan kelegaan yang amat sangat, ketika dia bisa mengampuni musuhnya, yang sudah hampir 20-30 tahun bermusuhan. Musuhnya bukan orang jauh, tetapi tetangganya sendiri. Saat melihat tetangganya lewat,hatinya selalu panas, dan benci sekali, tetapi suatu hari, Tuhan menggerakkan hatinya, entah bagaimana tiba-tiba dia ingin pergi ke rumah musuhnya itu untuk mengambil jalan damai. Pembicaraan untuk damai mungkin tidak sampai berjam-jam, tetapi pembicaraan itu telah menyudahi permusuhan yang berpuluh-puluh tahun. Ketika perdamaian terjadi, damai dari Tuhan luar biasa dialami. 

2. Mengalami sukacita yang luar biasa

Bapak yang tadi saya ceritakan, biasanya malu-malu bersaksi, semua kaum pria sudah bersaksi, tetapi Bapak ini belum juga mau bersaksi,tetapi ketika dia berhasil mengampuni, sukacitanya luar biasa, tidak saya todong bersaksi, tiba-tiba dia bersaksi panjang lebar tentang perdamaian yang dia buat dengan musuhnya. Inilah sukacita yang meluap dari sebuah pengampunan. Sukacita ini melebihi sukacita yang ada didunia ini. Orang dunia bersukacita, bila tidak ada yang ganggu dia, tetapi orang yang bisa mengampuni akan tetap bersukacita biarpun ada saja orang yang ganggu dia.

3. Mengalami pengampunan dari Tuhan  

“ Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”” (Matius 6:14-15 TB)

Inilah kemenangan terbesar bila kita sungguh hidup dalam pengampunan, yaitu Tuhan akan mengampuni kita. Tetapi sebaliknya bila kita tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka bukan kemenangan tetapi bencana besar akan kita alami, yaitu Tuhan tidak mengampuni kita. Jadi kesimpulannya: orang Kristen dikunci mati oleh Tuhan, mau tidak mau kamu harus mengampuni. 

Devosi

BERKATILAH DAN JANGAN MENGUTUK


Ayub 42:7-17

Tentu kita masih ingat dengan tokoh Ayub, seorang anak Tuhan yang baik, hidup saleh, takut akan Tuhan serta bergaul intim dengan Tuhan. Namun suatu hari Tuhan menguji iman Ayub lewat berbagai bentuk penderitaan. Ayub kehilangan segala harta miliknya bahkan anak-anak yang paling dia sayangi. Ayub menderita penyakit kusta yang luar biasa. Bahkan bukan hanya penderitaan fisik yang Ayub alami, dia juga mengalami penderitaan batin, sebab sahabat-sahabatnya menuduh Ayub berbuat kesalahan besar terhadap Tuhan. 


Dalam Ayub 22:5-14: Seorang sahabatnya bernama Elifas berkata demikian:”Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan ? Karena dengan sewenang-wenang engkau gadai dari saudara-saudaramu, dan merampas pakaian orang-orang melarat, orang yang kehausan tidak kauberi makan, tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, …janda-janda kau suruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan, itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap dan dikejutkan dengan kedahsyatan dengan tiba-tiba. Terangmu menjadi gelap, apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama yang dilalui orang-orang jahat…”
Begitu beraninya Elifas menilai Ayub seperti itu, padahal kalau kita baca dalam Ayub 1:8, penilaian Tuhan sangat baik terhadap Ayub:”Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis:”Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub ? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.” Jika Tuhan menilai maka pasti penilaian Tuhan itu paling benar, sebab Dia mahatahu tentang keberadaan Ayub sesungguhnya.
Disini Tuhan tidak main-main, barangsiapa mengatakan hal yang tidak benar tentang anak-anak Tuhan, maka Tuhan sendiri yang turun tangan: Dikatakan dalam Ayub 42:7:”maka firman Tuhan kepada Elifas:”MurkaKu menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hambaKu Ayub. Oleh sebab itu ambillah 7 ekor lembu jantan dan 7  ekor domba jantan dan pergilah kepada hambaKu Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu dan baiklah hambaKu Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar, tentang Aku seperti hambaKu Ayub. Maka pergilah Elifas, Suah dan Zofar lalu melakukan seperti apa yang difirmankan Tuhan kepada mereka. Dan Tuhan menerima permintaan Ayub.
Ayub 42:10:”Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”
Jadi barangsiapa mendoakan dan memberkati akan musuh-musuhnya, maka dia akan diberkati Tuhan berkali lipat ganda. Tetapi sebaliknya barangsiapa yang mengutuki sesamanya maka dia akan kehilangan berkat Tuhan.
Untuk itulah firman Tuhan berkata demikian:
Lukas 6:27,28:”…Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
I Petrus 3:9-12:”dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil yaitu untuk memperoleh berkat.
Paulus seorang hamba Tuhan bersaksi demikian:
I Korintus 4:12:”kami melakukan pekerjaan yang berat, kalau kami dimaki, kami memberkati, kalau kami dianiya kami sabar, kalau kami difitnah kami tetap menjawab dengan ramah, kami telah menjadi sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini.”
Apakah yang akan terjadi bila kita telah memberkati orang, tetapi orang itu malah mengutuki kita ?
Maka kutuk itu tidak akan berlaku malah akan berubah menjadi berkat. Ada sebuah kisah menarik dalam Bilangan 22:2-20, ada seorang bernama Bileam bin Beor, dia dikenal sebagai seorang yang kata-katanya “mandi”, kalau dia ngomong pasti terjadi, kalau dia memberkati orang maka orang itu sungguh-sungguh akan menerima berkat, tetapi bila dia mengutuk orang maka orang itu sungguh-sungguh akan terkutuk. Nah pada waktu raja Moab yang bernama Balak meminta Bileam untuk mengutuki bangsa Israel, sebab Balak takut bila Israel ini menyerang kerajaannya. Balak memberikan upah kepada Bileam utk melakukan tugasnya itu. Disaat Bileam hendak menyampaikan kutuk untuk bangsa Israel, tiba-tiba ia mendengar Tuhan berfirman demikian:”Janganlah engkau mengutuk bangsa Israel, sebab mereka  telah diberkati.” Setelah dengar firman itu Bileam menolak permintaan raja Moab, raja Moab berkata: aku akan memberi kamu upah sangat banyak dan apapun yang kau minta dari padaku, aku akan mengabulkannya. Tetapi Bileam berkata: Sekalipun kamu memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat yang kecil atau besar, yang melanggar titah Tuhan, Allahku.” 

Janji Tuhan kepada Abraham Bapa tidak pernah berubah:
Kejadian 12:2:”Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat.”

Kejadian 12:3 terjadi: Janji Tuhan pada Abraham: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”
Ingat kita juga adalah keturunan Abraham, maka kitapun diberkati oleh Tuhan, mari kita menjadi saluran berkat bagi orang lain
Kesimpulan:
Tuhan memanggil kita bukan untuk mengutuki orang tetapi memberkati dia, tidak perduli sejauh mana orang itu telah menyakiti hati kita.
Siapa yang bertekad mendoakan dan memberkati maka mereka akan beroleh berkat Tuhan berlipat kali ganda
Orang yang kita doakan dan berkati, mereka akan diampuni Tuhan
Pembalasan itu hak Tuhan, bila orang terus menyakiti/mengutuki saudara maka dia berurusan dengan Tuhan sendiri. 

Kejadian 12:3 terjadi: Janji Tuhan pada Abraham: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”

Kejadian 12:3 terjadi: Janji Tuhan pada Abraham: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”

Mari kita baca bersama FT dalam : 

Roma 12:14:”Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk !”

Devosi

MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH PADA KAMI

(MATIUS 6:9-15)

Teks yang kita baca ini tentu tidak asing buat kita, inilah doa Bapa kami, doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita pengikutnya. Kalau kita mempelajari doa Bapa kami, maka kita akan menemukan tiga jenis permohonan doa: permohonan pertama : Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, ini berbicara tentang kebutuhan jasmani, jadi kalau Bapak Ibu mau minta rezeki sama Tuhan itu tidak salah, itu memang diajarkan oleh Tuhan Yesus.  Permohonan kedua: dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami ini berbicara tentang kebutuhan rohani, biarpun rezeki kita banyak tetapi kalau musuh kita juga banyak, saya pikir tidak ada gunanya.  Permohonan ketiga: dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat, ini berbicara tentang mohon perlindungan dari Tuhan. Kita bisnis cuan banyak, tetapi suatu hari datang maling, garong, rampok wah habis uang kita, bahkan mungkin nyawa kita bisa melayang. Jadi kalau kita minta perlindungan sama Tuhan, itu adalah doa yang benar. Zaman sekarang, orang suka pakai backing, wah jangan macem-macem lho sama dia, dia itu backingnya kuat, orang-orang berpangkat ada dibelakangnya dia, kamu nggak mungkin lah menang lawan dia. Itulah orang dunia, cari perlindungan dari manusia. Tetapi doa Yesus mengajar kita untuk mohon perlindungan kepada Tuhan bukan mengandalkan manusia. 

Jadi kalau saudara berdoa untuk rezeki, untuk mohon perlindungan Tuhan, itu doa yang benar dan tidak salah. Tetapi ada satu doa yang unik sekali yang diajarkan Yesus dalam ayat 12: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Waktu saya membaca doa ini, saya berpikir apa doa ini nggak kebalik: mestinya bunyi demikian: ajarlah kami Tuhan mengampuni orang lain, seperti engkau telah mengampuni kami. Kelihatannya doa dalam ayat 12 ini terbalik. Tetapi sesungguhnya tidak, doa ini memang tidak terbalik, doa ini mempunyai maksud mendorong kita untuk mengampuni orang lain. Dengan kata lain Tuhan Yesus mau berkata: walaupun pengampunan itu sulit, kamu tetap  harus melakukannya, kalau kamu ingin diberkati Tuhan. 

Apa yang Yesus ajarkan dalam doa ini, telah Dia jalani sendiri. Sungguh tidak mudah bagi Yesus mengampuni kesalahan kita. Untuk menciptakan dunia dan isinya, Tuhan Yesus cukup berkata: jadilah langit lalu langit itu jadi, jadi bumi lalu bumi itu jadi, jadilah laut lalu laut itu jadi, jadilah binatang di darat laut dan udara, lalu muncullah berbagai binatang di darat, laut dan udara, tetapi untuk sebuah pengampunan, Yesus tidak bisa berkata : Jadilah pengampunan,lalu pengampunan itu jadi. 

Untuk sebuah pengampunan ada harga yang Yesus harus bayar, 

  1. Yesus harus mengorbankan harga dirinya diinjak-injak oleh orang yang  akan diampuniNya. Saat Yesus diejek, diolok, dihujat, difitnah oleh orang Farisi, dikhianati oleh Yudas dan disangkali oleh Petrus, Yesus mengambil sikap diam dan mendoakan mereka. Tidak satu patah katapun keluar dari mulut Yesus kata-kata pembalasan. Hal ini sungguh tidak mudah. Mari kita renungkan saudara, posisi Yesus saat Dia dianiaya, Dia bukan hanya manusia 100% tetapi Dia juga Tuhan 100%. Dialah Tuhan yang menciptakan manusia. Bagaimana mungkin terjadi manusia ciptaannya bisa diberi izin menginjak-injak Penciptanya. Bagaimana mungkin Yesus sebagai Raja di atas segala raja, diinjak-injak oleh rakyatNya. Saya yakin seandainya  saudara punya karyawan atau kongrun atau pukren pembantu rumah tangga suatu hari berani memaki-maki saudara sebagai tuannya, bosnya di depan umum, pasti saudara tidak akan berbicara banyak, langsung keluar kamu, out, PHK, nggak usah disangoni. Mari kita menyelami posisi Yesus waktu dia diinjak-injak harga dirinya. Para penganiayaNya tidak sadar bahwa yang mereka aniaya adalah Tuhan yang bisa menjebloskan dalam neraka utk selama-lamanya. Tetapi Yesus rela menanggung semua itu. 
  2. Kedua: bukan hanya harga dirinya diinjak-injak atau perasaanNya yang dilukai, tetapi tubuh Yesus diperlakukan secara tidak manusiawi. Ada orang berkata demikian: saya masih bisa tahan kalau perasaan saya disakiti, tetapi kalau dia mulai berani pegang kepala saya berarti dia sudah tidak menghargai saya. Tahukah saudara apa yang Yesus alami, bukan saja kepalanya dipegang, tetapi kepalanya diberi mahkota duri sebagai bentuk penghinaan, sebelumnya berulangkali orang memukul dia, menampar Dia, menendang Dia. Dan puncaknya Yesus disalibkan di atas kayu salib. Dalam hukum Romawi, hukuman yang keji dan terkutuk adalah hukuman salib, orang kalau sudah disalib itu orang yang terkutuk. Yesus rela menanggung semua itu, walaupun sangat menyakitkan. Bagaimana mungkin Dia yang suci bisa dikatakan terkutuk, bagaimana mungkin Dia yang memiliki tubuh suci, kudus  tak bercela, akhirnya harus dijadikan berdosa karena menanggung dosa kita. 

Kira-kira menurut Bapak/Ibu sekalian, hal apakah yang membuat Yesus bisa bertahan dalam penyiksaan sampai pada penyaliban diriNya tanpa melakukan pembalasan apapun baik dengan kata-kata maupun perbuatan ? 

Kalau saudara jawab karena Dia adalah Tuhan, Dia bisa melakukan hal itu, justru saya mau katakan: karena Dia Tuhan sebenarnya tidak mudah bagi Dia melakukan hal itu. 

Apa menurut saudara rahasianya ? ………..rahasia inilah nanti yang akan kita menolong kita memulai sebuah pengampunan. 

Rahasianya tercetus disaat Dia tergantung di atas kayu salib. 

DOA: Yesus berdoa demikian: Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Ketika Yesus ditampar, diinjak Yesus berdoa seperti itu, dan puncaknya sebelum Dia menghembuskan nafas terakhir maka Dia ungkapkan isi doanya seperti itu. 

Itulah sebabnya ketika Yesus mengajar murid-muridNya, Yesus berkata demikian:” Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu.” Saat Paulus dan Silas ada dalam penjara, mereka tetap berdoa dan memuji Tuhan sehingga mereka kuat, mereka tidak membenci orang yang memenjarakan mereka, krn mereka mendoakan, terbukti kepala penjara bisa bertobat. 

Melangkah untuk sebuah pengampunan itu sulit, tetapi ketika saudara memulai dgn sebuah doa bagi musuh saudara, maka kasih dan pengampunan itu akan mengalir dalam hati saudara, dan tidak mustahil saudara dimampukan utk mengampuni. Tetapi bila saudara pasif, tidak berdoa, hanya menyimpan sakit hati, maka jurang pemisah akan semakin lebar. 

Untuk itu mari kita tanggalkan segala kepahitan hati, sakit hati, kebencian, permusuhan di antara kita dengan suami kita, dengan istri kita. Bila suami kita menyakiti hati kita sebagai istri, doakan dia, dan terus doakan dia, lepaskanlah pengampunan untuk suami kita, demikian sebaliknya, kalau istri mengecewakan saudara sebagai suami, doakan dia dan nasehati dgn penuh kasih, demikian juga dalam hubungan kita dengan orang tua, mertua, menantu dan semua anggota keluarga doakanlah mereka. 

Ada seorang Bapak datang kepada saya, dia berkata saya terus diserang oleh kuasa-kuasa gelap, baru-baru ini muncul makhluk halus badannya besar berusaha mencekik leher saya, kemudian saya sebut nama Yesus, langsung hilang, tak berapa lama muncul lagi anjing besar hitam, lalu berusaha menerkam saya, saya pegang anjing itu dan saya pukul dgn nama Yesus, hilang, tak berapa lama muncul anjing hitam itu bersama dua anjing lainnya, mau rame-rame terkam saya, saya duduki yang satu dan saya pukul pakai nama Yesus hilang. 

Ketika Bapak ini cerita sama saudara-saudaranya, maka saudaranya nggak terima, kalau sana main dukun, kita juga bisa main dukun, nanti tak carikan dukun yang hebat, memisan wis sikat-sikatan. Nah untungnya Bapak ini datang kepada saya dan minta pendapat, saya bilang jangan, sebaiknya anda doakan saja dia, jangan takut kuasa gelap itu tidak bisa mengalahkan Bapak, karena Bapak sudah menjadi milik Tuhan Yesus. 

Keuntungan bila kita mengampuni orang yang bersalah pada kita:

  1. Damai sejahtera dari Tuhan akan memelihara hati dan pikiran kita. 
  2. Sukacita dari Tuhan akan meliputi hati kita. 
  3. Rezeki akan mengikuti hidup kita. 
  4. Keselamatan kekal akan kita peroleh: Matius 6:14: Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disorga akan mengampuni kamu juga, tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Devosi

Apakah Engkau Mengasihiku?

(1YOH. 5:1-5)

Sangat mudah untuk berbicara tentang kasih, bahkan dimana mana kita bisa mendengar orang mengatakan bahwa aku mengasihimu, dan saya yakin semua kita pernah mengatakan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa kita mengasihi mereka. Kasih, di dalam kehidupan bukanlah hal yang asing lagi. Setiap kita diciptakan dalam rupa dan gambar Allah yang tentunya kita juga memiliki salah satu karakter Allah yakni kasih. 

Kasih tidak hanya sekedar ucapan atau sebuket bunga, ataupun sebungkusan coklat. Kasih tidak hanya sekedar menunggui orang yang sakit semalaman sampai tidak istrahat, atau kasih bukan hanya sekedar kata-kata yang puitis. Pada bagian ini kita akan belajar tentang bagaimana kasih yang dikehendaki Allah bagi orang percaya. Ada beberapa hal yang dapat kita lihat dari teks ini.

  1. Kasih artinya ketaatan yang penuh sukacita (1-3).

Manusia diciptakan untuk memuliakan dan mengasihi Allah.  Tetapi kenyataan yang kita lihat adalah manusia tidak taat kepada Allah, manusia hidup sesuai keinginannya sendiri. Mazmur 148:8 “api, hujan es. Salju dan angin badai melakukan firmanNya”. Sementara pada bagian kitab yang lain dikatakan disitu bahwa Yunus yg diprintahkan TUHAN ke Niniwe tetapi dia tidak taat sementara ikan, angin dan gelombang taat kepada Allah. Dalam kisah raja-raja, pohon jarak dan seekor ulat kecil melakukan apa yang diperintahkan TUHAN tetapi Elia mau mengikuti keinginannya sendiri. 

Yohanes memulai pasal ini dengan menegaskan bahwa setiap orang yang memiliki pengakuan yang benar tentang Yesus, dilahirkan dari Allah. Kata “gege,nnhtai(” berkasus perfect tense,  dan kata “o` pisteu,wn” berkasus present tense. Kombinasi kedua kasus ini sangat jelas menunjukkan bahwa percaya adalah konsekwensi atau akibat dari kelahiran baru dan bukan penyebab lahir baru, dan percaya itu sudah terjadi di masa lampau dan akibatnya masih tetap berlanjut.  Dilahirkan dari Allah yang membawa kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah juga memampukan kita memiliki hubungan kasih dengan Bapa dan semua anak-anakNya. Mengatakan bahwa ada seseorang yang tidak saya kasihi berarti sama saja dengan mengatakan kepada Allah bahwa TUHAN, saya tidak cukup mengasihi Engkau sehingga mampu mengasihi orang itu. 

Ayat 2 dan 3.   Firman Tuhan pagi ini mengajak kita menunjukkan kasih kepada Allah dengan ketaatan yang penuh sukacita. Kita telah dilahirkan dari Allah; kita mengasihi Allah; berarti juga mengasihi anak-anak Allah. Kasih ini dibuktikan dengan melakukan perintah-perintahNya. Kasih kepada Allah bukan hanya sekedar ucapan bahwa Tuhan aku mengasihi Engkau, tetapi itu butuh ketaatan, di ayat 2 dikatakan bahwa tanda mengasihi adalah melakukan perintah-perintahNya.  Apabila kita mengasihi seseorang maka kita akan melakukan hal-hal yang menyenangkan dia dengan penuh sukacita tanpa merasa dipaksa atau terpaksa. Orang Kristen yang memiliki kasih yang dewasa adalah yang senang dan penuh sukacita melakukan kehendak Bapa. Senang merenungkan firman Tuhan dan hidup di dalam kebenaran firmanNya.

Dalam pasal 4:7,8; dikatakan bahwa……., karakter anak-anak Allah adalah dikasihi oleh mereka yang juga adalah keluarga Allah dan juga mengasihi karena Allah adalah Kasih. Ketika kita mengasihi Allah, kita mengasihi anak-anak Allah dan melakukan perintah-perintah Allah, artinya :

  1. Setiap orang yang mengasihi Bapa mengasihi Anak.
  2. Setiap orang Kristen adalah anak Allah
  3. Oleh karena itu ketika kita mengasihi Allah kita mengasihi persekutuan orang Kristen

Kasih yang tidak disertai ketaatan kepada perintah Allah itu bukanlah kasih. Kasih yang sebenarnya adalah kasih yang diekspresikan dengan tindakan dan di dalam kebenaran (3:18), hal ini berarti kasih kepada Allah adalah kasih yang terekspresi dalam ketaatan akan perintah-perintahNya. Dalam ayat 3 dikatakan bahwa perintah-perintahNya tidak berat hal ini disebabkan karena orang percaya atau anak-anak Allah yang sudah lahir baru dan hidup di dalam kebenaran Allah dan dalam kasih Allah sehingga Allah sendiri yang memampukan mereka untuk melakukan perintah-perintahNya. Kristus sendiri berkata dalam Matius 11:30 bahwa…….., hal ini bukan berarti perintah yang diberikan itu ringan atau mudah untuk ditaati tetapi oleh karena akibat dari kehidupan orang percaya yang sudah dibaharui, dan kelahiran baru dalam iman inilah yang membuat Roh Kudus memampukan kita untuk taat.  Allah tidak pernah memberikan perintahNya kepada anak-anakNya tanpa memberikan kemampuan kepada mereka untuk melakukan setiap perintah yang diberikan, dan ketika Ia memberikan suatu perintah kepada kita berarti Dia sedang memberikan kesempatan kepada kita untuk menunjukkan kasih kita kepada Allah. Jadi ketika kita bisa taat itu semua bukan karena kita mampu tetapi semua itu karena anugerah.

  1. Anugerah yang memampukan

Kalau kita lihat pasal ini, Yohanes memulai dan mengakhiri ayat-ayat ini dengan kata ‘percaya’ dan ‘iman’. Di antara percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Yesus adalah Anak Allah, terdapat 2 hal yang penting yaitu kasih dan ketaatan. Implikasinya : adalah hal yang mustahil memiliki kasih tanpa ketaatan atau ketaatan tanpa kasih, itu berarti juga adalah hal yang tidak mungkin memiliki baik kasih maupun ketaatan tanpa percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Anak Allah. 

Pada ayat 4 dan 5 ini, Yohanes memberikan satu bagian penting ttg iman Kristen. Terdapat 3x kata ’mengalahkan dunia’, hal ini menunjukkan bahwa prinsip iman ini sangat penting, :

  1. Kemenangan/iman yang mengalahkan dunia itu berasal dari Allah. Iman yang menyelamatkan, iman yang membenarkan kita dan membuat kita benar dihadapan Allah adalah karunia  Allah kepada kita. Hal ini berarti jika kita tidak mengalami lahir baru dan memiliki hidup baru bersama Allah dan bukti hidup baru itu tidak ada di antara orang Kristen, maka tidak akan ada kemenangan yang bisa kita peroleh. Kemenangan atau iman yang sejati yang sanggup mengalahkan dunia ini hanya ada di dalam Allah (2:15-17). Maka di luar Allah kita tidak berdaya apa-apa, kita pasti dikalahkan oleh dunia ini. Iman yang mendewasa adalah iman yang mendalam dan bertumbuh. Iman bukan sekedar pengetahuan tetapi pengetahuan yang ditindaklanjuti. Bukan sekedar kepercayaan tetapi kepercayaan yang dihidupi dan dipraktekkan.
  2. Iman di dalam Yesus sebagai Kristus dan Anak Allah. Yesus adalah pusat kehidupan orang Kristen. Ketika kehilangan Yesus atau pusat kehidupan itu maka manusia mati walaupun saat ini dia hidup. Oleh karena itu merupakan tanggung jawab saudara dan saya sebagai orang-orang yang sudah mengalami sukacita dan kemenangan sejati itu untuk membawa orang-orang yang belum mengenal Kristus untuk datang kepadaNya. Mengenal kebenaran atau mengenal Yesus dengan sungguh-sungguh memberi orang percaya kekuatan untuk menghadapi ajaran sesat dan juga kekuatan-kekuatan dunia ini. 
  3. Kesetiaan. Kata ‘mengalahkan’ di sini tidak hanya ditulis dalam bentuk aorist tetapi juga dalam bentuk present. Artinya iman yang mengalahkan dunia itu tidak hanya terjadi di masa lalu ketika mereka mengalami hidup baru, tetapi terjadi terus menerus dalam kehidupan orang percaya. Kesetiaan yang dimiliki oleh orang percaya adalah bukan karena kemampuan mereka tetapi itu adalah semata-mata karena anugerah Allah yang telah membawa mereka kepada hidup yang kekal, yang terus menuntun mereka beriman di dalam Kristus, yang terus mendorong, memampukan untuk mengasihi sesama orang percaya.

.Dari perenungan kita hari ini, ada hal penting yang dapat kita ambil yakni kita semua yang ada di tempat ini, semua kita sudah mengalami lahir baru, hal itu berarti Allah diam di dalam kita. Ketika Allah diam di dalam kita maka kita dimampukan untuk mengasihi Allah dan sesama orang percaya bukan hanya dalam kata tetapi teraplikasi dalam kehidupan kita tiap-tiap saat sepanjang hidup kita di dunia. Sebagai anak-anak yang lahir dari Allah kita tidak perlu takut menghadapi tantangan apapun yang ada di dunia ini karena Allah pasti memampukan kita untuk mengalahkan setiap tantangan itu. 

Devosi

Kehidupan Yang Berpusat Kepada Kristus

Yohanes 15:1-6, Roma 14:8

Sebab utama kejatuhan, kegagalan, ketidakberhasilan anak-anak Tuhan,yaitu bila dia hidup di luar Kristus. Firman Tuhan berkata:” “ Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5 TB) Memang bisa saja  orang dunia menjadi kaya, sukses, berhasil, sekalipun mereka tidak percaya Yesus, mereka bisa memiliki segalanya, tetapi ingat itu semu adanya, Tuhan Yesus pernah berkata: Apalah artinya engkau berlimpah-limpah harta tetapi jiwamu binasa. Keberhasilan terbesar dalam hidup kita yaitu bila kita beroleh keselamatan kekal selama-lama. 

Untuk itu betapa penting kita hidup berpusat kepada Kristus. Hidup anak-anak Tuhan dikatakan berpusat kepada Kristus, bila hidup dan matinya benar-benar telah dipersembahkan kepada Kristus. Firman Tuhan dalam Roma 14:8 yang berbunyi demikian :”Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Ayat ini merupakan tekad dari rasul Paulus yang disampaikan kepada jemaat yang ada di Roma. Semenjak Paulus berjumpa dengan Tuhan Yesus, maka Paulus mengambil tekad, bila aku hidup, aku mau hidup hanya untuk Kristus, dan bila aku mati, aku juga mati bagi Kristus. Tekad Paulus ini sungguh dia buktikan, dalam II Korintus 11:23-27 dikatakan demikian: “Aku lebih banyak berjerih lelah, lebih sering di dalam penjara, didera di luar batas, kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, ..tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah-tengah laut, dalam perjalanan aku sering diancam bahaya, bahaya dari dari pihak orang Yahudi, orang bukan Yahudi..” 

Bila kita sebagai anak Tuhan, juga memiliki tekad seperti Paulus, maka saya percaya, Kekristenan akan kokoh, kita akan bertumbuh dewasa di dalam Kristus. Sebab segala sesuatu yang kita lakukan, semuanya hanya bagi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Sungguh disayangkan pada zaman ini, banyak anak Tuhan hidupnya bukan untuk Tuhan, tetapi untuk dirinya sendiri. Segala kekayaan, segala keberhasilan, segala kesuksesan, seringkali hanya untuk memuliakan dirinya sendiri bukan untuk memuliakan Tuhan. Banyak anak Tuhan,hidupnya tidak berpusat pada Kristus, tetapi kepada dirinya sendiri. 

Mengapa kita harus hidup berpusat kepada Kristus ?

  1. Sebab Kristus telah mati bagi dosa dan kesalahan kita. Dia telah memberikan anugrah keselamatan kepada kita. Tanpa Kristus Yesus tidak mungkin kita bisa diselamatkan. Tuhan tahu bahwa kita manusia tidak mungkin selamat hanya mengandalkan perbuatan baik kita saja, sebab perbuatan baik kita tidak pernah sempurna. Alkitab dengan jelas menegaskan bahwa semua orang tidak terkecuali adalah orang berdosa. Dan dosa itu melahirkan maut. Artinya setiap manusia pasti akan menerima hukuman Tuhan karena dosanya. Tetapi karena anugrah Tuhan, lewat kematianNya di kayu salib, maka dosa dan kesalahan kita telah dihapuskan. Itulah sebabnya, kita harus hidup hanya bagi Kristus 
  1. Sebab kita ini adalah milik Kristus. 

Hidup kita milik Kristus. Kekayaan kita milik Kristus. Harta kitapun milik Kristus, kesehatan kita milik Kristus, seluruh hidup kita adalah milik Kristus. Firman Tuhan dengan jelas berkata demikian:” dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar,karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” (I Kor. 6:19c,20). Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu, itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (I Petrus 1:18,19) Jadi hidup kita ini adalah milik Kristus, itulah sebabnya kita harus hidup hanya bagi Yesus.

  1. Sebab masa depan kita hanya ada di dalam Kristus.

 Yeremia 29:11:”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Bukti bahwa Tuhan Yesus pemegang masa depan kita, dapat kita lihat sewaktu Dia menjelma menjadi manusia dalam dunia ini. Apakah yang Yesus lakukan selama di dunia ? Yang sakit disembuhkan, yang lapar dikenyangkan, yang  susah dihiburkan, yang kerasukan dilepaskan, bahkan yang mati dibangkitkan. Tidak seorangpun nabi di dunia ini yang sanggup membangkitkan orang yang sudah mati, tetapi Yesus sudah 3 kali membangkitkan orang mati. Itulah sebabnya Yesus berkata:”Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, dia akan hidup walaupun dia sudah mati. Dan tidak akan mati untuk selama-lamanya.” (Yoh. 11:25) Yesus adalah pemegang masa depan kita,maka seharusnya kita hidup bagi Dia. 

Bagaimanakah cara kita hidup berpusat kepada Kristus ?

  1. Kita harus hidup di dalam kasih. Kasih kepada Kristus dan sesama.

 Ajaran utama dari Tuhan Yesus adalah ajaran kasih. Dia berkata:Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri. Di dalam kasih harus ada pengampunan, di dalam kasih harus ada pengorbanan, di dalam kasih harus ada ketaatan. Tanpa ketiga hal ini kasih, tidak akan bisa dirasakan. Bila kita berkata bahwa kita mengasihi, tetapi kita tidak bisa mengampuni maka kita belum mengasihi. Bila kita berkata bahwa kita mengasihi tetapi kita tidak mau berkorban bagi Tuhan dan sesama maka kitapun belum bisa dikatakan mengasihi. Bila kita berkata kita mengasihi Tuhan tetapi kita tidak menaati Dia maka kita belum mengasihi Dia. 

  1. Kita harus hidup melayani Yesus.

 Tuhan Yesus sendiri berkata demikian:”Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya bagi banyak orang.” (Markus 10:45) Kalau Tuhan kita saja, mau datang ke dunia ini untuk melayani kita, maka sepatutnya kitapun harus juga tergerak, terbeban utk melayani Dia. Setia kita sudah diberi Tuhan talenta, karunia, untuk dipakai melayani Tuhan. Dalam tahun ini gereja kita memiliki program minimal 50% dari seluruh jemaat telah terlibat dalam pelayanan. Baik itu pelayanan di dalam gereja maupun diluar gereja.  . 

  1. Kita harus berani bersaksi akan cinta kasih Kristus yang begitu besar. 

Seringkali ketika kita menerima sesuatu dari orang lain, maka kita akan ucapkan terima kasih, bahkan kita akan ceritakan kebaikan orang itu kepada orang lain. Tetangga saya itu lho orangnya baik, teman saya itu orangnya baik, sales saya itu lho orangnya baik dstnya. Sudahkah kita juga katakan Tuhan saya itu lho baik, Dia telah mati bagi saya dan saudara, bila kita percaya maka kita akan diselamatkan. 

Devosi

Kehidupan Yang Berharga

Bagaimana kita bisa membangun persaudaraan Kristen ? 

Kita harus hidup saling menghargai satu sama lainnya. Setiap orang di gereja kita harus dihargai. Kalau orang dunia, biasanya yang dihargai adalah mereka yang kaya, mereka yang pintar, mereka yang bertitel, mereka yang berpangkat, mereka yang berpengalaman dlsnya. Itu orang dunia,tetapi dimata Tuhan setiap orang entah dia itu miskin atau kaya, pintar atau bodoh, berpendidikan atau tidak berpendidikan, semuanya dihargai oleh Tuhan. Bahkan firman Tuhan di dalam I Korintus 12:23 berkata demikian : “ Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.” (1 Korintus 12:23 TB). Murid-murid Tuhan Yesus, adalah para nelayan, orang sederhana, tidak berpendidikan tinggi, tetapi justru dipilih jadi murid-murid Yesus. Dimata Tuhan setiap orang sungguh berharga. Bahkan puncaknya Tuhan Yesus rela mati bagi kita manusia berdosa ini, sungguh satu penghargaan yang amat besar atas hidup kita. 

Bila Tuhan begitu besar menghargai kita,maka mari kita juga hidup saling menghargai satu sama lainnya. 

Bagaimana cara kita menghargai orang lain ?

Berikanlah pujian seimbang dengan kritikan yang berikan 

Seseorang akan merasa dirinya dihargai bila dia tidak hanya dikritik tetapi juga dipuji atas kelebihannya. Ada seorang ibu, ketika anaknya pulang dari sekolah, dia tanya berapa nilai ulanganmu ? Sang anak menjawab dengan perasaan takut, dapat 80. Mengapa sang anak merasa takut, padahal nilainya 80 karena sang ibu akan melihat dimana letak kesalahannya, dan sang ibu akan memarahi si anak atas kesalahan itu. Nilai 80 tidak dipuji tetapi salah 20nya yang dipermasalahkan terus. Kamu khan sudah ibu ajari, kok lupa, kok nggak teliti sih dll. Itulah kecenderungan kita manusia, kesalahan sedikit lebih kita pandang dibandingkan dengan keberhasilan yang jauh lebih besar. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata:” “ Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3 TB) Bila itu terjadi maka penghargaan terhadap anak itu tidak ada. 

Hal yang sama bisa terjadi didalam kehidupan kita bergereja. Kelemahan atau kesalahan dari saudara kita seiman dalam pelayanan, lebih kita pandang dibandingkan kelebihannya. Kelemahan Hamba Tuhan lebih kita pandang, kelemahan majelis lebih kita pandang, kelemahan panitia pembangunan lebih kita pandang, kelemahan panitia peresmian lebih kita pandang, kelemahan jemaat lebih kita pandang, dibandingkan dengan kelebihannya. Kritik mengkritik itu sudah biasa di dalam gereja, tetapi yang tidak biasa adalah puji memuji. Apresiasi /penghargaan seringkali lupa diberikan. 

Mari kita menghargai segala jerih payah Majelis dalam pelayanan, mari kita hargai jerih payah panitia pembangunan, panitia peresmian, panitia hari besar, aktivis gereja, jemaat dalam pelayanan, memang kekurangan ada tetapi kelebihan mereka harus kita pandang juga. Disinilah kita belajar menghargai orang apa adanya. 

Seseorang merasa dirinya dihargai bila pendapatnya di dengar dan diperhatikan. 

Abraham sangat menghargai Lot keponakannya, Abraham lebih mendahulukan Lot untuk berpendapat sebelum dia sendiri berpendapat, padahal Lot itu keponakannya, mestinya paman dulu yang harus didengar, tetapi malah keponakan. Silahkan Lot kamu berpendapat dulu, pilih mana tanah yang kamu suka. Akhirnya Lot pilih lembah Yordan yang subur,sementara Abraham mendapatkan tanah yang kering. Tetapi akhirnya justru Tuhan memberkati Abraham dibandingkan Lot. Tuhan memberkati orang yang bisa mendahulukan orang lain. 

Dalam organisasi, seringkali kita condong mengutamakan pendapat kita sendiri, sementara pendapat orang lain kita abaikan. Firman Tuhan berkata :” “ Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;” (Yakobus 1:19 TB)

Seseorang merasa dirinya dihargai bila dia dipercaya. 

Kepercayaan orang lain akan membangkitkan kepercayaan kepada diri sendiri, sebaliknya bila orang lain tidak percaya sama kita, maka kita pasti tidak punya percaya diri lagi. Memang saya nggak mampu, memang saya nggak bisa, makanya tidak dipakai dstnya. 

Ketika Tuhan Yesus mau menumpang di rumah Zakheus, wah Zakheus merasa sangat tersanjung, dia merasa sangat dihargai. Orang lain tidak mau ke rumahnya, tetapi Tuhan Yesus mau menumpang di rumahnya. Bagi Zakheus ini satu kepercayaan yang amat besar, sampai sebagai wujud sukacitanya, maka Zakheus mau membagikan hartanya kepada orang miskin. Orang yang dipercaya bisa melakukan perkara besar terhadap orang lain. 

Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, kamu sekarang bukan penjala ikan tetapi kamu kujadikan penjala manusia, satu kepercayaan yang amat besar yaitu menjadi kawan sekerja Tuhan. 

Bukan berarti kita gila hormat tetapi pujian itu penting, apresiasi itu penting, misalnya : suami-suami ketika istri masak ke asinan, langsung dikritik nggak enak ke asinan, tetapi kalau enak nggak ada pujian sama sekali, dianggap wajar, istri harus bisa masak. 

Demikian juga ketika suami bisa menafkahi dengan baik,istri tidak memuji memandang itu hal biasa, karena tugasmu memang harus cari nafkah, tetapi kalau uang belanja terlambat mulai ngomel. 

Firman Tuhan berkata: jangan engkau hanya melihat selumbar dimata saudaramu …tetapi balok dimatamu tidak engkau singkirkan. Artinya kita lebih cepat melihat kesalahan, tetapi tidak fer mengakui kelebihan. Inilah yang seringkali menghancurkan persekutuan. 

Devosi

Di Kuduskan Demi Pengabaran Injil

Roma 1:1

Perlu adanya kesadaran akan Panggilan Tuhan

Panggilan kita terutama bukanlah menjadi para pria dan wanita yang suci, melainkan untuk menjadi para pemberita Injil Allah. Satu hal yang sangat penting adalah Injil Allah harus dikenal sebagai satu-satunya realitas atau kenyataan yang kekal. Dan, realitas ini bukanlah kebaikan manusia, atau kesucian, atau surga, atau neraka, melainkan penebusan.

Hal ini dirasakan perlu menjadi kebutuhan utama dari pekerja Kristen masa kini. Sebagai pekerja, kita harus terbiasa dengan pernyataan atau penyingkapan bahwa penebusan adalah satu-satunya realitas. Kesucian pribadi/perorangan adalah akibat penebusan, bukan penyebab (untuk mendapatkan) penebusan. Jika kita menaruh iman kita pada kebaikan manusia, kita akan tenggelam bila pencobaan datang.

Paulus tidak menyatakan bahwa dia mengkhususkan dirinya sendiri, tetapi “ketika Allah berkenan, Dia memilih aku …,” demikian kata Paulus (Galatia 1:15, NKJV). Paulus tidak secara berlebihan menaruh perhatian atas diri/karakternya sendiri.

Selama mata kita terpusat pada kesucian pribadi kita sendiri, kita tidak akan pernah sampai pada realitas sepenuhnya dari penebusan. Para pekerja Kristen gagal karena mereka menaruh hasrat atau keinginan pada kesucian mereka sendiri di atas hasrat mereka untuk mengenal Allah. Mungkin ada yang berkata, “Jangan meminta saya untuk dihadapkan dengan realitas penebusan yang kokoh di tengah kecemaran hidup manusia sebagaimana adanya, apa yang saya inginkan adalah apa yang dapat dilakukan Allah bagi saya agar saya menjadi semakin menarik dalam pandangan saya sendiri.”

Berbicara demikian merupakan tanda bahwa realitas Injil Allah belum menyentuh diri saya. Dalam hal seperti itu, tidak ada kerelaan meninggalkan segalanya dan memberikan diri secara sepenuhnya kepada Allah. Allah tidak dapat membebaskan saya selagi minat saya hanya tertuju pada diri atau karakter saya sendiri. Paulus tidak melihat ke dirinya sendiri. Dia sepenuhnya berhenti dan menyerahkan diri, dan dipisahkan oleh Allah untuk satu maksud, yaitu memberitakan Injil Allah (Roma 9:3).

Devosi

YESUS KRISTUS JURUSELAMAT DUNIA 

Matius 1:21

Tahun 2021 sudah kita lewati, dan saat ini kita memasuki bulan Desember, mari kita kembali introspeksi diri, sudahkah hidup kita takut akan Tuhan. Jika kita takut akan Tuhan, maka tentu setiap minggu kita berusaha datang ke gereja utk menyembah Tuhan. Jika kita takut Tuhan, maka apapun yang ada dihati kita, pikiran kita, perasaan kita maupun perkataan kita, senantiasa harus menyenangkan hati Tuhan. Segala perbuatan dosa yang bertentangan dengan firman Tuhan, biarlah kita jauhi dan tinggalkan. Siapa takut Tuhan, dialah orang yang sukses dalam hidup ini. 

Yesus Kristus Juruselamat Dunia. Adapun tujuan dari thema ini yaitu:

  1. Memantapkan kembali iman kita kepada Yesus 
  2. Membangkitkan kembali kerinduan kita bersaksi tentang Yesus pada mereka yang belum percaya. 

Dalam Matius 1:21 dikatakan:”Ia (Maria) akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.” Dari ayat ini jelas bagi kita bahwa kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia adalah untuk menyelamatkan kita umatNya dari dosa. Tidak ada satupun tokoh dalam dunia ini, ketika lahir lalu malaikat berkata: Dia inilah juruselamat dunia. Tidak ada kecuali Tuhan Yesus. Untuk itu berbahagialah setiap kita yang mau percaya pada Tuhan Yesus kita pasti diselamatkan. Tuhan Yesus berkata: “Firman Tuhan dalam Yohanes 10:10b berkata:” Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 14:6: Kata Yesus kepadanya:”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” 

Ada seorang prajurit masuk ruang tunggu di kantor Presiden Abraham Lincoln, diruang itu ada banyak orang yang juga turut menunggu giliran utk bertemu Presiden. Kemudian muncul seorang anak kecil, anak ini mengajak dia bercakap-cakap. Tak lama kemudian muncul sekretaris presiden dan memberitahukan bahwa jam tamu sdh hampir habis dan presiden tidak dpt menemui siapapun. Orang banyak meninggalkan ruang tunggu itu, kecuali prajurit itu. Sekretaris berkata: sia-sia anda terus menunggu, prajurit berkata:”Tadi saya bercakap-cakap dengan putra Bapak Presiden dan dia meyakinkan saya bahwa saya dpt bertemu dengan ayahnya. Oh begitu, baiklah kalau begitu anda boleh masuk, sebab presiden sangat mengasihi anaknya, beliau pasti mendengarkan permintaan anaknya. 

    Bagaimana sifat keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita ? 

  1. Keselamatan di dalam Yesus itu pasti. Yohanes 10:28:”dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” Roma 5:9:”Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Ada seorang bernama Jochanan ben Zaki, seorang guru Yahudi, pada saat sakit keras ia berpesan pada murid-muridnya:”Bila aku mati jangan kenakan aku jubah putih ataupun hitam, tetapi kenakan aku jubah abu-abu. Kenapa guru ? Bila aku memakai jubah putih, tetapi aku masuk neraka, aku akan malu. Sebaliknya bila aku memakai jubah hitam, namun ternyata aku masuk sorga, maka semua orang akan menertawakan aku, jadi supaya aman biarkan aku memakai jubah abu-abu. Inilah gambaran orang dunia pada saat sekarang ini. Banyak orang tidak punya kepastian, nanti mati masuk kemana ? Sorga atau neraka ? Umumnya orang hanya berharapL mudah-mudahan saya masuk ke surga. 
  2. Keselamatan di dalam Yesus itu gratis. Efesus 2:8,9 : “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.” Ada dua orang penginjil sama-sama pergi ke Israel. Keduanya berpisah dan mulai menginjil di tempat yang berbeda. Sebulan kemudian keduanya bertemu dan saling tukar informasi. Salah seorang berkata demikian:”Aku sungguh tidak mengerti, sampai saat ini belum ada seorang yahudipun yang mau bertobat walau aku sudah berkhotbah dengan segala cara. Berikutnya temannya menjawab:”Engkau harus tahu saudaraku, bangsa Yahudi terkenal sangat pelit. Mereka takut jangan-jangan memperoleh keselamatan mereka harus membayar mahal, maka mrk ragu-ragu bertobat, Oleh karena itu dalam khotbahku, aku selalu menekankan keselamatan itu gratis. Mendengar kata gratis, langsung mereka berebutan utk memperolehnya. 
  3. Keselamatan di dalam Yesus itu mudah diperoleh. Roma 10:9:” Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Ingat ketika penjahat di sebelah kanan Yesus, percaya pada Yesus, maka detik itu juga dia diselamatkan. Menjadi warganegara Sorga itu lebih mudah dari pada menjadi warganegara dunia ini. Pada waktu lalu ketika orang Tionghoa harus mengurus WNI, sungguh tidak mudah. Ada seorang Bapak bernama Tio Hwat Sing, dia telah merintis WNI nya selama 10 tahun . Awalnya dia mengurus naturalisasinya melalui calo. Hasilnya uang amblas, sementara status WNI tidak pernah dia terima. Akhirnya dia mengajukan  permohonan naturalisasi melalui jalur resmi sejak tahun 1994. WNI nya baru keluar tahun 1996,ketika dia berbaring sakit di rumah sakit, dia mengucapkan sumpah setia sebagai WNI. 3 hari kemudian dia meninggal. Betapa sulitnya menjadi WNI dari pada menjadi warganegara surga. Filipi 3:30:”Karena kewargaan kita adalah di dalam surga dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.” 
  4. Keselamatan di dalam Yesus itu bersifat kekal. Yohanes 3:16: “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 5:24:”Aku berkata kepadamu:”Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Yohanes 6:54:”Barangsiapa makan dagingKu, dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” 

Jadi keselamatan di dalam Yesus itu sifatnya pasti, gratis,mudah dan kekal. Tetapi sayang manusia di dunia lebih suka yang rumit-rumit, berat-berat namun tidak ada kepastian di dalamnya. Kalau kamu mau selamat harus banyak puasa, harus banyak semedi, harus banyak amalnya, harus banyak berbuat baik, harus menyajikan ini dan itu dlsnya. Sudah capek-capek berusaha tetapi sayang tidak ada kepastian  di dalamnya. Sekali lagi berita keselamatan dari Yesus ini mudah diperoleh, gratis dan pasti. 

Nah saudara setelah kita memahami bahwa jalan keselamatan itu terbuka melalui Tuhan Yesus Kristus, apakah yang akan kita perbuat ? 

  1. Setia kepada Tuhan Yesus. Ada seorang pendeta tua sedang menghadapi kematian,ia tidak dapat lagi mengenali nama siapapun, bahkan istri dan anaknyapun tidak dia ingat lagi . Kemudian ada seorang bertanya: Pak apakah Bapak masih mengenal Tuhan Yesus ? Mendengar nama Yesus, semangatnya muncul kembali, kemudian pendeta itu berkata 40 tahun saya sudah mengenal Yesus, Dia terindah dalam hidup saya, tidak mungkin saya lupakan. Dialah sahabatku yang terkasih. Paulus berkata:”Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
  2. Bersaksi bagi Yesus 

Itulah sebabnya gereja kita mencanangkan program misinya : yaitu 111 (Dalam 1 tahun, 1 orang membawa 1 jiwa) kalau itu terjadi maka gambaran pertumbuhan jemaat sbb: (tayangkan ttg pertambahan jumlah) 

TAHUN

JUMLAH JEMAAT

TIDAK BERMISI  

LAKUKAN MISI 111  

2006

100 jiwa

100 jiwa

200 jiwa

2007

100 jiwa

400 jiwa

2008

100 jiwa

800 jiwa

2009

100 jiwa

1600 jiwa

2010

100 jiwa

3200 jiwa

Apakah mencapai 3200 jiwa pd tahun 2010 adalah sesuatu yang muluk-muluk ? Sesungguhnya tidak, ingat kita hanya membawa 1 orang, dalam 1 tahun 1 jiwa. Pernah ada seorang buruh Kristen di Inggris, yang berhasil memenangkan 2450 jiwa dalam jangka waktu 40 tahun.Itu berarti dalam 1 tahun dia menangkan  2450 : 40 th= 60 jiwa.  Sebulan dia menangkan= 5 jiwa. Sudahkah kita pernah berdoa demikian Tuhan berikan saya satu jiwa dalam tahun ini utk Tuhan. 

Kalau kita bandingkan dalam dunia bisnis, betapa semangatnya para bisnisman bekerja dengan cara multilevel. Demi uang, mereka bisa bicara semangat utk rekrut orang. Setiap bertemu orang mrk semangat berbicara tentang produknya. Bgm dgn dunia rohani, produk kita sebenarnya lebih mahal dibandingkan dengan produk apapun dalam dunia ini. Produk kita bisa membawa orang masuk surga. Tetapi sudahkah kita membicarakannya ? 

Lagu:

Tiap orang harus tahu (3x)

Siapa Yesus

Tiap orang harus tahu (3x)

Siapa Yesus

Yesus itu Juruselamat 

Penebus dosa kita 

Yang terindah dari semua 

Tiap orang harus tahu 

YESUS KRISTUS JURUSELAMAT DUNIA

Bukti ayat firman Tuhan bahwa Yesus Juruselamat: 

  1. Matius 1:21 dikatakan:”Ia (Maria) akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.”
  2. Tuhan Yesus berkata: “Firman Tuhan dalam Yohanes 10:10b berkata:” Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
  3. Yohanes 14:6: Kata Yesus kepadanya:”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” 

Bagaimana keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita ? 

  1. Keselamatan di dalam Yesus itu pasti. Yohanes 10:28:”dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” Roma 5:9:”Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.”
  2. Keselamatan di dalam Yesus itu gratis. Efesus 2:8,9 : “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.”
  3. Keselamatan di dalam Yesus itu mudah diperoleh. Roma 10:9:” Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Menjadi warganegara surga lebih mudah dari pada menjadi warganegara dunia ini. Ketika mulut kita mengaku Yesus sebagai Tuhan dan ketika hati kita menerima Yesus sebagai Tuhan, maka detik itu juga kita diselamatkan. Filipi 3:30:”Karena kewargaan kita adalah di dalam surga dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.”
  4. Keselamatan di dalam Yesus itu bersifat kekal. Yohanes 3:16: “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 5:24:”Aku berkata kepadamu:”Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Yohanes 6:54:”Barangsiapa makan dagingKu, dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” 

Setelah kita memahami bahwa jalan keselamatan itu terbuka melalui Tuhan Yesus Kristus, apakah yang akan kita perbuat ? BERSAKSI. Program misi : yaitu 111 (Dalam 1 tahun, 1 orang membawa 1 jiwa)

Lagu:

Tiap orang harus tahu (3x)

Siapa Yesus

Tiap orang harus tahu (3x)

Siapa Yesus

Yesus itu Juruselamat 

Penebus dosa kita 

Yang terindah dari semua 

Tiap orang harus tahu 

Ide bagus:

Kumpulkan semua ayat ttg Yesus, dan bagikan pada seluruh jemaat, dan motivasi mereka berPI dgn serius, beri mereka kertas untuk diisi (nama mereka + orang yang akan diundang dlm Natal ) Minta mereka doakan dalam seminggu, minggu depan masukkan dalam kotak saran. 

Masukkan gambar warna merah, kuning, putih dstnya utk PI 

Devosi

UCAPAN BAHAGIA DARI TUHAN YESUS

MATIUS 5:3-4

Pendahuluan :

Hal-hal apakah yang menjadi ukuran kebahagiaan menurut dunia ini ? 

Ada 3 tah: yaitu harta, takhta dan wanita. 

  1. Harta: tabungan atau deposito banyak, asuransi atas semua asset yang dimiliki rumah mewah, mobil dll+saat harta lenyap kesedihan yg dating,ksk:teman kakak
  2. Takhta: punya jabatan yang tinggi, gaji tinggi dan dihormati, saat jabatan hilang,hilang juga sukacitanya, seorang jemaat jabatannya dicopot utk dikuatkan sama istri shg tetap tabah. 
  3. Wanita: punya teman hidup yang cantik and ganteng, tetapi saat kecantikannya pudar, pudar juga kebahagiaannya dan kasihnya. 

Apakah makna kata bahagia yang diajarkan oleh Yesus dalam Matius 5 ini ?

Ungkapan bahagia disini dipakai kata makarios yang artinya: 

  1. Kebahagiaan yang begitu dalam dan tak tersentuh. Tak tersentuh oleh kesedihan, kesakitan, kedukaan dan penderitaan atau kuasa-kuasa lain. 
  2. Kebahagiaan yang lengkap dan sama sekali tidak tergantung pada perubahan nasib, kesehatan, keberhasilan, kesuksesan dll. Tuhan Yesus berkata : “Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraan itu dari padamu.” (Yohanes 16:22) 

Matius 5:3:

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga

Satu ungkapan yang aneh, orang miskin dikatakan bahagia.

Menurut saudara apakah yang dimaksud dengan miskin di hadapan Allah ?

Apakah itu miskin tidak punya uang, tidak punya harta atau miskin dalam pengertian lain 

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah :

Ketika mendengar kata “miskin” pasti banyak orang langsung berikir bahwa miskin bisa berarti tidak memiliki sesuatu yang bersifat material. Tapi karena orang sengsara itu tidak mempunyai pelarian kecuali Allah (Zefanya 3:12), maka ‘kemiskinan’ pun berangsur-angsur mendapat konotasi spiritual dan diidentikkan dengan kebergantungan yang rendah hati kepada Allah. 

Dalam bahasa Yunani, kata miskin dipakai istilah Ptokhos. Ptokhos berarti kemiskinan yang mutlak, kemiskinan yang amat sangat, seperti orang tidak mempunyai apa-apa. Jadi kalimat berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah artinya berbahagialah orang yang menyadari bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah. Sekalipun dia kaya, sekalipun dia pandai, sekalipun dia punya banyak potensi, dihadapan Allah, dia sadar apa yang dia miliki itu hanya titipan Tuhan, sesungguhnya dia tidak memiliki apa-apa. Ingat Ayub, Tuhan bisa ambil kekayaan Ayub cukup dalam sehari saja. Ayub tetap kuat imannya krn sandarannya bukan harta tetapi Tuhan. 

Pengertian yang kedua yaitu: setelah dia menyadari bahwa dia tidak memiliki apa-apa, maka dia menyandarkan hidup sepenuhnya hanya kepada Tuhan. Bagi dia Tuhan itu segala-galanya, tanpa Tuhan hidup ini tidak artinya, biarpun uang banyak, jabatan tinggi, masa depan cerah,sesungguhnya tanpa Tuhan semuanya itu sia-sia belaka. Hanya Tuhan yang patut dimuliakan. Ada seorang pengusaha semula berhasil, suatu hari bangkrut, waktu dia jaya, dia tetap rajin doa pagi, waktu bangkrut dia tetap rajin doa pagi, krn dia tahu sandaran dia bukan harta tetapi Tuhan. 

Jadi istilah miskin dihadapan Allah mempunyai arti merasa diri tidak memiliki apa-apa yang patut dibanggakan kecuali Tuhan sendiri. Biarpun punya apa-apa, tetap merasa di hadapan Tuhan, tidak ada apa-apanya. Hanya Tuhan yang patut dimuliakan. 

Ada seorang kaya, ketika dia memberi persembahan, dia minta tolong jangan sebutkan nama saya, apa yang saya berikan pada Tuhan ini nggak ada apa-apanya dibandingkan dgn apa yang Tuhan berikan kepada saya. Saya baru bisa memberi uang, Tuhan sudah memberi darahnya buat saya. Saya baru bisa memberi harta, Tuhan sudah memberi hidupnya untuk saya. Saya baru bisa memberi sebagian waktu saya, tetapi Tuhan sudah memberikan seluruh hidupnya buat saya. Orang semacam ini sesungguhnya adalah orang yang berbahagia, karena dia selalu berusaha merendahkan diri di hadapan Tuhan. Biarlah Tuhan yang dimuliakan, jgn saya. 

Yohanes pembaptis berkata: “Biarlah, Dia semakin besar, dan aku semakin kecil.” Membuka tali kasutNyapun aku tidak layak. 

Aplikasi: 

Saudara dalam hidup ini,apa yang selama ini begitu kita banggakan, mungkin kita bangga dengan harta kita, bangga dengan kepandaian kita, bangga dengan pengalaman kita, bangga dengan tubuh kita yang gagah, wajah kita yang ganteng/cantik, mobil kita yang mewah dll. 

Saat ini di hadapan Tuhan, mari kita berkata, semua ini hanya titipan Tuhan, sesungguhnya saya tidak punya apa-apa, bagi saya Tuhan segalanya. Kalau ini menjadi prinsip hidup saya, maka saudara adalah orang yang berbahagia, yang memiliki kebahagiaan sejati. 

Matius 5:4: Berbahagialah orang yang berdukacita karena mereka akan dihiburkan. 

Dukacita yang dimaksud disini adalah dukacita yang sangat kuat. Dukacita karena kematian, atau ratapan karena musibah ditinggalkan orang yang sangat dikasihi. Dukacita yang tidak bisa ditutup-tutupi atau disembunyikan. Dukacita yang membawa air mata tidak bisa ditahan lagi. Jadi kalimat ini berbunyi demikian : berbahagialah orang yang amat sangat berdukacita, seperti dukacita orang yang kehilangan orang  yang paling dicintai atau kasihi. 

Kalimat ini juga satu kalimat yang aneh, bagaimana bisa bahagia di tengah dukacita. Tidak ada orang yang ketika famili meninggal lalu tertawa terbahak-bahak, bergembira, bersukacita. Tetapi baiklah mari kita selidiki arti kalimat ini. 

artinya ada 3 :

Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh menyesali dosa-dosa dan ketidakberhargaan dirinya sendiri. Kata pertama yang diucapkan Yesus saat Dia berkhotbah yaitu Bertobatlah.Salah satu fungsi dari salib yaitu membuka mata manusia untuk melihat kengerian dosa. Dan kalau seseorang sudah melihat dosa dan kengeriannya, ia tidak bisa merasakan hal-hal lain kecuali kesedihan yang mencekam karena dosa-dosanya itu. Kekristenan dimulai dengan kesadaran tentang dosa. 

Berbahagialah orang yang hatinya hancur, karena dosa yang telah dilakukannya sendiri terhadap Allah. Berbahagialah orang yang melihat salib dan yang merasa ngeri serta tercekam oleh kedasyatan dosa. 

2.  Berbahagialah orang yang  berdukacita. 

Dukacita yang dimaksud adalah dukacita yang sangat kuat, dukacita krn kematian orang yang paling kita kasihi. Dalam PL dilukiskan dengan dukacita Yakub ketika mendengar bahwa Yusuf anaknya meninggal diterkam oleh binatang buas. Dukacita semacam ini membuat air mata tidak bisa dibendung lagi. Jadi kalimatnya: Berbahagialah orang yang berdukacita seperti orang yang berdukacita karena kematian. Dukacita atau kesedihan bisa membawa orang untuk melihat kebaikan Tuhan dan sesamanya. Banyak orang justru dalam saat-saat kesedihan, menemukan sesamanya dan Allahnya, seperti yang tidak pernah dia temukan sebelumnya.  

Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan penderitaan, kesedihan dan keperluan orang lain.

Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh menyesali dosa-dosa dan ketidakberhargaan dirinya sendiri. Ingat kekristenan dimulai dengan kesadaran akan dosa. Sesungguhnya hati yang hancur serta penuh penyesalan tidak akan dihinakan oleh Allah (Mazmur 51:17).

Oh berbahagialah orang yang hatinya hancur karena penderitaan dosanya sendiri, karena kesedihana seperti itu, ia akan menemukan kesukacitaan Allah.” 

3. Berbahagialah orang yang lemah lembut. 

Kata lemah lembut biasanya kita pahami sebagai kata yang menunjuk kepada sikap rendah,hina, papa, dan bahkan orang yang jiwanya tidak memiliki semangat. Kata ini berasal dari kata praus. Istilah ini berada di antara dua sifat yang ekstrim, misalnya: sifat pemarah dan sama sekali tidak marah. Sikap lemah lembut ada di antara keduanya. Jadi artinya yaitu: Berbahagialah orang yang selalu marah tepat pada waktunya, dan tidak pernah marah pada waktu yang salah.  Bagaimana marah yang benar dan yang tidak benar ? Yang benar yaitu bila kita marah bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan Tuhan  dan sesama. Misalnya Tuhan Yesus marah karena bait Allah digunakan untuk berjualan. 

Berbahagialah orang yang memiliki kerendahan hati untuk menyadari kelemahan diri sendiri. Tidak ada seorangpun dapat mengendalikan orang lain sebelum ia sendiri belajar mengendalikan dirinya sendiri

4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran

Kelaparan dan kehausan disini adalah kelaparan dan kehausan yang amat sangat menyengsarakan, berlarut-larut

Berbahagialah orang yang merindukan kebenaran total seperti orang yang amat sangat kelaparan dan seperti orang yang hampir mati karena haus akan air, karena orang-orang yang demikian itu akan dipuaskan. 

5. Berbahagialah orang yang murah hatinya

Berbahagialah orang yang bisa masuk dalam diri orang lain, sehingga ia dapat melihat dengan matanya, berpikir dengan pikirannya dan merasakan dengan perasaan orang lain, karena ia melakukan hal itu akan juga diperlakukan seperti itu oleh orang lain, dan akan mengetahui bahwa hal itulah yang dilakukan Allah di dalam Yesus Kristus.

6. Berbahagiala orang yang suci hatinya

Berbahagialah orang yang motivasi hidupnya benar, murni dan bersih, karena orang yang demikian kelak akan dapat melihat Allah.” 

7. Berbahagialah orang yang membawa damai

Berbahagialah orang yang menciptakan  hubungan-hubungan yang benar antara manusia dengan sesamanya, karena mereka mengerjakan pekerjaan Allah.” 

8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran

Injil adalah kebenaran sejati. Sudah banyak orang yang menderita karena Injil itu. Tidak sedikit para martir atau orang-orang yang mati sahid karena melakukan amanat agung Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata: Berbahagialah kamu jika kamu harus menderita karena namaKu. 

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat 

Kesimpulan:

Ada 8 ucapan kata bahagia dalam ajaran Yesus :

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.
  2. Berbahagialah orang yang  berdukacita. 
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya
  6. Berbahagiala orang yang suci hatinya
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran
Devosi

MENGAPA KRISTUS HARUS 100% ALLAH ?

Wahyu 22:13; Yohanes 1:3

Mengapa Kristus harus 100% Allah ? Thema ini akan menolong kita untuk memahami KeTuhanan Yesus. Namun untuk melengkapi thema ini, maka kita juga akan merenungkan pertanyaan: mengapa Kristus harus 100% manusia ? Bila kedua hal ini bisa kita pahami dengan baik, maka saya percaya pengenalan kita akan Tuhan Yesus akan semakin jelas. 

I. MENGAPA KRISTUS HARUS 100 % Allah ?

Mengapa Kristus harus 100% Allah bukan 50% Allah ? Sebab bukti-bukti Ke Allahan Kristus telah disaksikan oleh Kitab suci :

  1. Bukti pertama :Kristus adalah Pencipta dunia ini  

Bila Kristus adalah Pencipta, maka jelas Dia pasti 100% Allah. Di dalam Wahyu 22:13 Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya sebagai Alfa dan Omega. Tuhan Yesus berkata: “ Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”” (Wahyu 22:13 TB)

Artinya sebelum dunia ini dijadikan, Yesus itu sudah ada, dan setelah dunia ini berakhir, Yesuspun tetap ada. 

Dunia dan segala isinya dijadikan oleh Yesus. Yohanes 1:3-4 berkata: “3  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 

Jadi tanpa Yesus tidak mungkin kita ini ada. Kita ada hanya karena mauNya Yesus. Saudara dan saya ada bukan karena maunya orang tua kita. Sekalipun orang tua kita mau, tetapi bila Tuhan tidak mau, tidak mungkin kita ini bisa tercipta. Dalam pelayanan saya temukan ada beberapa pasangan sudah lama merindukan anak, mereka sudah ada yang menikah selama 4 tahun, 5 tahun tetapi belum juga punya anak. Jadi hadirnya anak bukan kehebatan manusia, sekalipun manusia itu bisa membuat bayi tabung, dll., tetapi manusia tidak bisa menciptakan manusia lain kecuali Tuhan. 

  1. Bukti kedua : Kristus berkuasa atas hidup dan mati kita manusia 

Ada banyak kuasa Yesus yang bisa ditiru oleh manusia. Tuhan Yesus bisa sembuhkan orang sakit, dukun juga bisa sembuhkan orang sakit. Tuhan Yesus bisa usir setan, dukunpun bisa usir setan. Tuhan Yesus bisa berjalan di atas air, orang pintarpun bisa berjalan di atas air. Namun ada satu kuasa yang tidak pernah bisa ditiru oleh manusia yaitu kuasa membangkitkan orang yang sudah mati. 

Baru-baru ini saya bincang-bincang dengan Bapak Walikota Probolinggo, dalam rangka menerima bantuan beliau untuk renovasi gereja. Dalam perbincangan itu, beliau sempat sampaikan rasa kagumnya kepada nabi Isa Almasih yang sanggup membangkitkan orang yang sudah mati. 

Tak satupun nabi di dalam kitab suci mampu membangkitkan orang mati kecuali Yesus. Lazarus sudah dibangkitkan, pemuda di kota Naik sudah dibangkitkan, anak Yairus juga dibangkitkan. Dengan lantang Tuhan Yesus berkata: “25  Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”” (Yohanes 11:25-26 TB)

Kuasa menghidupkan atau mematikan manusia, membuktikan bahwa Tuhan Yesus 100% adalah Allah. 

3.  Bukti ketiga: Kristus berkuasa menghakimi seluruh manusia dimuka bumi ini 

“ Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah (Yesuslah) yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.” (Kisah 10:42 TB)

“ Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”” (Yohanes 9:39 TB)

“ dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.” (Yohanes 8:16 TB)

Jadi mengapa Tuhan Yesus harus 100% Allah karena 3 alasan mendasar ini :

  1. Dialah yang menciptakan dunia dan isinya 
  2. Dialah yang berkuasa membangkitkan dan mematikan manusia 
  3. Dialah yang berkuasa menghakimi seluruh manusia dimuka bumi ini 

II. MENGAPA KRISTUS JUGA 100% MANUSIA ?

Sebab Kristus sungguh memiliki tubuh seperti kita. Bisa merasakan lapar, haus, lelah,sakit dan lain-lain. 

Mengapa Kristus menjelma menjadi 100% manusia ?

  1. Supaya Kristus dapat dengan jelas menyampaikan maksud dan tujuan Allah bagi manusia. Secara sederhana, bila kita pergi ke RRC, maka sebaiknya kita mengusai bahasa Mandarin, agar kita bisa berkomunikasi dengan baik saat kita berada disana. Demikian juga Kristus, menjelma menjadi manusia, agar bisa berbicara dalam bahasa manusia.  

 “ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yohanes 5:24 TB)

  1. Supaya Kristus dapat menebus segala dosa-dosa kita.  

Perjanjian Lama berkata: Mata ganti mata, gigi ganti gigi, bila mata kita dicungkil maka maka orang yang mencungkil itu juga harus dicungkil, bila gigi kita dirontokkan oleh seseorang, maka gigi orang itu juga harus dirontokkan. Itulah hukum keadilan. Hukum tersebut juga berlaku dalam Perjanjian Baru, Demikian bila manusia berdosa, maka manusia yang tidak berdosa, harus menjadi penggantinya. Siapakah manusia yang tidak berdosa yang bisa gantikan kita ? Tidak lain adalah Yesus  

  1. Supaya Kristus bisa menyelami segala pergumulan hidup kita sebagai manusia. 

“ Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:15 TB)

Walikota Probolinggo, sangat perhatian sama tukang becak, sering beliau panggil tukang becak dan beri setiap orang 100 ribu. Mengapa beliau begitu peduli ? Sebab beliau dulu dari keluarga tukang becak.

Bila saudara mengalami kesulitan ekonomi, maka Tuhan Yesus bisa menyelami kondisi saudara sebab Tuhan Yesus sendiri pernah menjelma menjadi anak tukang kayu

Bila saudara mengalami kekuatiran dalam hadapi tantangan hidup, Tuhan Yesuspun bisa merasakan kekuatiran saudara sebab Dia pernah mengalami kekuatiran amat sangat saat di taman Getsemani. 

Bila saudara pernah diperlakukan secara tidak adil, Tuhan Yesus bisa mengerti keadaan saudara sebab Tuhan Yesus pernah diperlakukan secara tidak adil, diadili berdasarkan kesaksian palsu tokoh-tokoh agama waktu itu, Tuhan Yesus tidak pantas dihukum karena Dia tidak bersalah. 

Bahkan saya mau katakan penderitaan apapun yang kita alami selama dalam dunia ini, tidak ada satupun yang bisa melebihi penderitaan yang dialami Tuhan Yesus. 

Kesimpulan:

  1. Tuhan Yesus 100% Allah dan 100% manusia
  2. Tuhan Yesus pribadi yang patut disembah oleh setiap kita anak-anakNya. 
  3. Saksikan kepada dunia bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.