Yohanes 14:1-6
Bunyi ayat 1-3:“Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada.”
Istilah percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Seringkali kalimat ini memberi pengertian bahwa ada dua oknum yang patut kita percayai yaitu Allah dan Yesus. Padahal semua agama mengakui bahwa kita harus percaya kepada Allah yang esa. Arti sebenarnya: Percayalah kepadaKu sebab Aku dan Bapa itu adalah satu. Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Akulah penjelmaan dari Allah itu sendiri. Dalam ilmu IPA kita belajar tentang air, dimana air bisa berubah menjadi es, uap. Ketika kita melihat es sepertinya es itu beda dgn air, kalau air itu cair, kalau es itu padat tetapi ingat materinya sama yaitu air.
Gambaran ini memang tidak sempurna utk menjelaskan tentang Allah.
Percaya pada Yesus bukan hanya dalam arti menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita, tetapi percaya juga berarti kita berani mempercayakan seluruh hidup kita pada Yesus, susah ataupun senang kita tetap andalkan Yesus. Percaya juga berarti kita siap menderita demi nama Yesus. Siap memikul salib Kristus.
Istilah Rumah Bapaku menunjuk pada sorga. Istilah banyak tempat tinggal artinya sorga adalah tempat yang luas, tidak akan pernah penuh dgn manusia, lain dgn bumi, makin lama bumi akan padat dengan manusia, dan bila manusia terus berkembang maka bumi ini akan penuh. Tidak ada pintu tertutup di sorga bagi manusia yang berkenan di hati Tuhan. Sekalipun seluruh manusia di dunia ini, masuk dalam sorga, sorga tidak akan pernah penuh.
Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Kalimat ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah pelopor jalan menuju sorga. Istilah pelopor adalah orang yang berjalan lebih dahulu, supaya orang berikutnya yang mengikuti dia merasa aman. Yesus adalah pelopor jalan menuju sorga. Siapa mengikuti Dia pasti akan sampai ke sorga.
Aku akan datang kembali. Kalimat ini adalah menunjukkan puncak kemenangan bagi orang percaya. Sebab kedatangan Yesus kedua kalinya adalah untuk menjemput setiap orang yang percaya kepadaNya.
Dimana Aku ada, disana juga kamu akan berada. Kalimat ini memang ada dalam konteks Tuhan membicarakan sorga, artinya bila Aku ada di sorga, kamu juga akan bersama-sama Aku di sorga. Selain ini ayat ini juga bisa berarti bahwa sorga itu bukan hanya nanti kalau kita sudah pindah mati baru ketemu sorga, selama dalam dunia bila kita adalah pengikut Yesus yang setia, maka suasana sorga itu juga kita akan alami di bumi ini, sebab dimana kita berada Yesus juga ada bersama kita. Kita bisa alami suasaan sorga di dalam keluarga kita, di pekerjaan kita, di gereja kita, bila kehadiran kita mencerminkan kehadiran Yesus. Roma 8:32:”Ia yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkannya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia ?”
Ayat 4-6:” Dan kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepadaNya:”Tuhan kami tidak tahu kemana Engkau pergi ?, jadi bagaimana kami tahu jalan menuju ke situ ?. Kata Yesus kepadanya:”Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”
Tuhan Yesus pernah berkata kepada muridNya demikian:”Hanya sedikit waktu saja Aku ada dengan kamu, dan kemudian Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku.”(Yoh. 7:33). Para murid belum bisa mengerti kemana Yesus akan pergi ? Tomas dgn jujur bertanya tentang jalan yang Yesus akan tempuh.
Istilah “jalan Tuhan” bagi orang Yahudi adalah istilah yang paling sering mereka dengar dari kitab Musa. Ul. 5:32, 33:”Janganlah engkau menyimpang ke kanan atau kekiri. Segenap jalan yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allahmu, haruslah kamu jalani.” Ul.31:29:”Sebab aku tahu sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Nah sekarang Yesus berkata dengan tegas: Akulah jalan itu. Bila kita bertanya pada seseorang tentang alamat yang akan kita tuju, jalannya lewat mana, lalu orang itu berkata: jalan lurus dulu, disana ada perempatan, belok kanan, belok kiri lurus lagi, ada gang pertama, gang kedua nah itu alamatnya. Tetapi bila orang itu berbaik hati pada kita, dia sendiri mau antar kita ke alamat itu pasti kita tidak akan tersesat. Itulah yang Yesus lakukan. Yesus tidak hanya berkata harus begini harus begitu, tetapi Dia berkata: ikutlah Aku, Aku tahu jalannya, sebab jalannya adalah Aku sendiri.
Istilah “Akulah kebenaran”. Pemazmur berkata:”Tunjukkanlah kepadaku jalanMu ya Tuhan, supaya Aku hidup menurut kebenaranMu (Mazmur 86:11) Banyak orang yang telah menunjukkan kebenaran, tetapi tidak ada satupun orang yang berani berkata bahwa dirinya adalah kebenaran itu sendiri. Banyak manusia bisa mengajarkan tentang kebenaran, banyak guru, banyak pengajar, banyak hamba Tuhan tetapi belum tentu mereka sendiri telah menjalankan kebenaran itu. Seorang pendeta bisa saja menekankan tentang kesucian hidup, tetapi belum tentu dirinya sendiri hidup suci, sdh banyak yang jatuh dalam dosa perzinahan. Seorang guru bisa mengajarkan tentang kerajinan, jadi murid harus rajin, tetapi belum tentu guru itu rajin persiapan dalam mengajar. Seorang ayah bisa saja suruh anaknya rajin belajar tetapi belum tentu dia sendiri rajin bekerja. Tetapi Yesus, dari apa yang Dia ajarkan tidak satupun yang Dia tidak perbuat. Semua inti pengajaranNya telah Dia buktikan lewat hidupnya semenjak bayi sampai dewasa sampai mati di atas kayu salib. Alkitab mencatat: Yesus adalah pribadi yang tidak bernoda dan tidak bercela.
Yesus berkata:”Akulah hidup” Amsal 6:23 berkata:”Perintah itu pelita dan ajaran itu cahaya dan teguran yang mendidik itu adalah jalan kehidupan.” Amsal 10:17:”Siapa mengindahkan pendidikan, menuju jalan kehidupan.” Pada akhirnya yang dicari oleh manusia adalah jalan menuju hidup. Segala cara akan ditempuh agar bisa hidup bukan hanya untuk hari ini tetapi juga untuk masa yang akan datang. Yesus berkata:Akulah kehidupan itu.
Kesimpulan Yesus:”Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Hanya di dalam Yesus kita akan melihat siapa sesungguhnya Tuhan itu. Dan hanya Dia saja yang dapat membawa kita kepada Allah yang hidup tanpa takut dan malu.
