Devosi

JADILAH TERANG DIMANA KAU BERADA


(Yohanes 8:12, Matius 5:14-16)

Berbicara tentang thema : Jadilah terang dimana kau berada, itu berarti dimana ada seorang pria Kristen disitu terang Tuhan, kemuliaan Tuhan boleh dinyatakan, kasih Tuhan dapat dirasakan, dan berkat Tuhan dapat dialami oleh setiap orang yang ada disekelilingnya. Memang pria Kristen bukan manusia super, namun sejak awal penciptaan, Tuhan telah meletakkan tanggungjawab terbesar dipundak kaum pria. Kaum pria ditetapkan Tuhan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan, pencari nafkah bahkan imam dalam keluarganya. Untuk itu bila pria Kristen hidup menjadi terang Kristus, maka pengaruhnya pasti sangat baik bagi keluarga, bagi orang di tempat pekerjaan dan dimanapun dia berada. 


Berbicara tentang terang, maka sebenarnya terang itu selalu menang atas kegelapan. Dimana ada terang disitu kegelapan tersingkir/terkalahkan. Kesaksian: Ada seorang pria pegawai sebuah toko buku, suatu hari ketika pulang kerja, ia melewati lorong yang gelap, seorang pria tinggi besar menghadangnya, pria itu menodongkan sebuah pisau ke dadanya dan berkata:”Serahkanlah uangmu kalau mau selamat.” Pria Kristen itu berkata:”Anda menginginkan uang saya ? Ambillah semuanya. Anda tidak takut bila aku membunuh anda disini ? Oh tentu tidak. Pria jahat itu jadi penasaran: Anda tidak takut mati ? Saya tidak memiliki apa-apa dalam dunia ini, saya hanya memiliki Tuhan, jika anda membunuh saya, maka anda mengembalikan saya . Anda orang Kristen ? Ya saya seorang Kristen. Penjahat itu berkata:”Aku preman, aku telah membunuh belasan nyawa. Dulu aku orang Kristen, ayahku dulu sering memukul ibuku dan juga kami anak-anaknya, hingga kami hidup dalam kekerasan. Ia sering mabuk dan akupun hampir pernah dibunuhnya. Baru kali ini aku bertemu dgn kamu yang tidak takut padaku. Kemudian penjahat itu meneteskan air mata, seumur hidupku, baru pertama kali ini aku menangis di hadapanmu. Kasih Tuhan dan terang Tuhan mulai masuk dalam hidup penjahat itu. Orang Kristen itu menawarkan roti yang ada di tasnya untuk dimakan. Makanlah mungkin kamu lapar. Penjahat itu berkata:”Aku merasakan suatu kekuatan yang begitu kuat keluar dari dari dirimu, yang menarik aku kembali pada suatu tempat dimana aku dulu pernah berada..
Namun sayang saudara justru manusia lebih menyukai hidup di dalam kegelapan dibandingkan hidup di dalam terang. Manusia lebih senang melakukan perbuatan tersembunyi dari pada perbuatan yang terbuka dan jujur. Ada 3 jenis dosa yang seringkali menjerumuskan kaum pria kedalam dosa, itulah harta, takhta dan wanita. Untuk mendapatkan harta maka orang bisa lakukan segala cara, termasuk cara-cara haram. Baru-baru ini kita dengar adanya kasus pembobolan bank BNI yang mencapai angka bukan jutaan atau miliaran tetapi trilunan. Siapa yang dicurigai dan diperiksa ? Justru para direktur, para pimpinan, mereka yang berpendidikan tinggi, berkedudukan tinggi, berwawasan luas, berpengalaman. Sungguh sangat menyedihkan semakin manusia pandai, bukan semakin takut Tuhan, justru semakin berani melanggar perintah Tuhan. Banyak orang otaknya besar tetapi hatinya kecil, akal budinya tajam tetapi hati nuraninya tumpul. Berikutnya kalau harta sudah banyak, maka godaan untuk mencari wanita simpanan juga semakin gencar. Perhatikan mereka yang punya istri simpanan atau istri kedua, ketiga dll, biasanya itu bukan orang miskin tetapi orang berduit. 

Bila kita tidak waspada sebagai pria-pria Kristen maka kitapun bisa terjerumus dalam dosa-dosa itu. Tuhan Yesus sendiri pernah dicobai oleh Iblis tetapi Dia tidak jatuh dalam dosa. Sebaliknya Dia menang atas dosa. Iblis selalu menawarkan kekayaan, kemewahan dunia ini, gemerlap dan kecantikan dunia ini kepada kaum pria. Dan fakta membuktikan bahwa banyak juga pria Kristen yang jatuh dalam dunia kegelapan. Memang menurut Alkitab,manusia pertama yang jatuh dalam dosa adalah Hawa (wanita), tetapi dalam kenyataannya kejahatan di dunia ini justru banyak dilakukan kaum pria. Perhatikan narapidana dalam penjara, pasti lebih banyak pria dibanding dengan wanitanya Kejahatan di buser, jejak kasus, sergap dll, kebanyakkan dilakukan kaum pria. 

Nah bagaimana kita bisa mengatasi dunia disekeliling kita ini yang penuh dengan kegelapan ini ? Bahkan bagaimana caranya agar kita bisa menerangi kegelapan itu ? 

Caranya:

  1. Kita harus mengenal siapa diri kita sebenarnya di hadapan Tuhan, apa tabiat kita sesungguhnya. Yesus sendiri berkata:” Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12). Jadi kalau kita mengaku diri sebagai orang Kristen maka konsekwensinya kita tidak akan berjalan dalam kegelapan. Dalam ayat ini, istilah yang dipakai yaitu istilah “tidak akan” bukan tidak boleh. Kalau dikatakan tidak boleh itu terkesan sebagai larangan, tetapi kalau dikatakan tidak akan: itu lebih mengarah pada pengertian tabiat orang Kristen. Tabiat asli orang Kristen adalah tidak menyukai hidup dalam kegelapan, tidak akan mudah jatuh dalam kegelapan. Godaaan boleh datang kepadanya, pengaruh negatif boleh mempengaruhinya tetapi pria Kristen tidak akan berjalan dalam kegelapan. Kalau dia nekad berjalan dalam kegelapan, maka hidupnya pasti tidak tenang, sebab Roh Kudus yang ada di dalam dirinya senantiasa menggelisahkan hatinya bila tidak keluar dari kegelapan itu. Pria Kristen tidak bisa mematikan hati nurani yang telah disucikan oleh darah Yesus. Bila dia hidup dalam kemunafikan, pasti hidupnya tidak tenang. Sebab tabiat pengikut Kristus adalah tidak akan berjalan dalam kegelapan.    
  2. Miliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, jangan asal-asalan saja. Bila kita ingin menyalakan lampu, biasanya kita harus tekan tombol on, artinya lampu listrik tidak mungkin menyala bila dia tidak dihubungkan ke sumber listrik. Demikian juga seorang pria Kristen tidak mungkin bisa jadi terang bila dia tidak berhubungan dengan sumber terang itu yaitu Yesus Kristus. Yesus berkata: Akulah terang dunia, barangsiapa mengikuti Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Semakin seorang pria hidup takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan, intim dengan Tuhan, menomor satukan Tuhan, maka gairah hidup dalam kegelapan itu akan memudar. Tetapi sebaliknya bila seorang pria Kristen hubungan dengan Tuhan hanya asal-asalan saja, maka dialah orang yang paling mudah kompromi dengan dosa. Untuk itu mari kita jaga waktu doa kita, waktu kita membaca firman Tuhan, waktu ibadah kita dengan Tuhan. Mari kita selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita, mulai dari berkeluarga, bekerja, bermasyarakat dll.  
  1. . Bila kita ingin menyalakan lampu, biasanya kita harus tekan tombol on, artinya lampu listrik tidak mungkin menyala bila dia tidak dihubungkan ke sumber listrik. Demikian juga seorang pria Kristen tidak mungkin bisa jadi terang bila dia tidak berhubungan dengan sumber terang itu yaitu Yesus Kristus. Yesus berkata: Akulah terang dunia, barangsiapa mengikuti Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Semakin seorang pria hidup takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan, intim dengan Tuhan, menomor satukan Tuhan, maka gairah hidup dalam kegelapan itu akan memudar. Tetapi sebaliknya bila seorang pria Kristen hubungan dengan Tuhan hanya asal-asalan saja, maka dialah orang yang paling mudah kompromi dengan dosa. Untuk itu mari kita jaga waktu doa kita, waktu kita membaca firman Tuhan, waktu ibadah kita dengan Tuhan. Mari kita selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita, mulai dari berkeluarga, bekerja, bermasyarakat dll. 
    Berani tampil beda.Berani tampil beda. Fakta membuktikan terang dan gelap jelas tidak bisa bersatu. Dimana ada terang pasti kegelapan akan terusir, dimana tidak ada terang maka kegelapan akan menguasai. Firman Tuhan berkata:”Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung, tidak mungkin tersembunyi…demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga.” (Matius 5:14,16). Jadi jangan heran bila saudara dan saya berbeda dengan orang dunia. Jangan takut tampil beda secara rohani. Kalau cara berpikir saudara, cara mengambil keputusan, gaya bisnis saudara, berbeda dengan orang dunia jangan merasa minder, sebaliknya bersyukurlah pada Tuhan, itu artinya saudara adalah pengikut Kristus. Tetapi bila yang terjadi sebaliknya, cara berpikir, cara kita mengambil keputusan, dan cara kita berbisnis seperti orang dunia ini, maka perlu kita bertanya pada diri kita sendiri ? Betulkah saya ini orang Kristen ? Pantaskah saya disebut sebagai pengikut Kristus ? Dalam dunia bisnis orang dunia selalu berusaha memikirkan keuntungan dirinya sendiri tetapi sebaliknya orang Kristen hendaknya memikirkan keuntungan orang lain juga, dalam dunia bisnis orang dunia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tetapi orang Kristen harus menggunakan cara-cara yang benar dan fair. Memang ada dua akibat bisa terjadi kalau kita tampil beda: pertama kita malah dibenci, dijauhi, diisolasi, diancam, dll. Kedua bisa sebaliknya, malah orang yang tampil beda, akan mendapat peluang besar dalam usaha. Perhatikan bos-bos perusahaan pasti kalau mencari orang yang memegang keuangan, pasti dicari orang yang terkenal jujur, beribadah dan takut akan Tuhan.

    Kesimpulan:
    Ada 3 cara untuk kita menjadi terang dimana kita berada:
    Sadari bahwa tabiat kita yaitu: tidak akan berjalan dalam kegelapan, kegelapan bisa saja meliputi hidup kita tetapi kita tidak akan berjalan di dalamnya
    Miliki hubungan yang baik dengan Tuhan setiap hari
    Kita harus berani tampil beda demi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Devosi

JADILAH BERKAT DI MANA KITA BERADA

Sebagai orang Kristen, kita harus bisa menjadi berkat dimanapun kita berada. Ketika kita berada di rumah, kita harus menjadi berkat bagi suami, istri dan anak-anak kita di rumah. Ketika kita berada di tempat kerja, kita harus bisa menjadi berkat ditempat kerja kita, ketika kita berada dikampung, maka kita harus bisa menjadi berkat dikampung kita. Bila ada orang Kristen yang hidupnya eksklusif / tertutup utk tetangganya, maka orang Kristen itu tidak berjalan seturut perintah Tuhan. 

Saya bersyukur bila kehadiran Pak Halim dikampung ini bisa diterima dengan baik oleh warga kampung. Ini semua tidak terlepas dari peran Pak Halim sendiri dalam membawa diri di tengah-tengah masyarakat di kampung ini. Benar apa yang dikatakan oleh firman Tuhan: Jikalau engkau ingin dihargai orang,  maka engkau harus lebih dahulu menghargai orang itu, jikalau engkau ingin disapa, maka engkau harus lebih dahulu menyapa, jikalau engkau ingin diterima, maka engkau harus bisa menerima orang lain. Jikalau firman Tuhan ini sungguh kita laksanakan maka pasti kehadiran kita akan menjadi berkat bagi sesama kita. 

Sama seperti Tuhan Yesus, ketika Dia menjelma menjadi manusia, maka Tuhan Yesus dapat menjadi berkat dimanapun Dia berada. Lukas 2:32:”Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya dan makin dikasihi oleh … manusia.”   Dalam bergaul Tuhan Yesus tidak pernah pandang bulu, dengan pemungut cukai dia bergaul, dengan wanita pelacur dia bergaul, dengan rohaniawan Tuhan bergaul, dengan raja Tuhan bergaul, dengan janda miskin Tuhan bergaul dstnya. Tuhan Yesus telah memberikan hidupnya untuk semua orang. 

Jika kita ingin diterima dimasyarakat, maka 3 hal penting yang harus kita lakukan : 

  1. Jagalah Perkataan kita. Jikalau perkataan kita sopan dan menghargai orang lain, maka orang lainpun akan menghargai diri kita. Tetapi bila perkataan kita itu kotor, maka orang lainpun malas bicara dengan kita. Bila perkataan kita lembut dan rendah hati, maka orang lainpun akan mendengarkannya dengan baik, tetapi bila perkataan kita itu kasar dan menusuk hati, maka orang akan menjauhi kita. Usahakan jauhi pertengkaran dgn sesama warga masyarakat, bila saudara sedang emosi, berdoalah pada Tuhan agar emosi saudara dapat redah, dan berbicaralah saat hati saudara sudah mulai dingin. Pertengkaran membuat kita tidak kerasan dimana kita tinggal, apalagi kalau bertengkar dgn tetangga. Ingat tetangga dan orang-orang di sekeliling kita, setiap hari kita lihat, setiap hari kita berhubungan dengan mereka, jadi janganlah kita bertengkar dgn mrk. Gunakanlah perkataan yang baik utk membangun hubungan yang baik. Jauhi gossip yang hanya akan melukai hati orang. 
  2. Jagalah Tingkah laku kita. Tingkah laku dimulai dari wajah kita, bila wajah kita kelihatannya tidak bersahabat, angkuh atau sombong, maka orang malas dekat dengan kita, tetapi bila wajah kita itu ramah, mudah senyum, penuh kasih maka orang suka bergaul dengan kita. Sikap saling berkunjung ke rumah sesama warga kampung, sangatlah baik utk menjalin hubungan. Sekali lagi janganlah eksklusif, menutup diri. Maunya orang datang ke rumah kita, tetapi kita tidak pernah sowan ke rumah tetangga kita itu. 

Buang segala dosa yang bisa menjatuhkan kita, misalnya dosa perzinahan, perjudian, mabuk-mabukkan. Saya yakin dikampung manapun juga, 3 dosa ini pasti dimusuhi. Kalau ada orang yang berzinah dgn istri tetangganya, atau suami tetangganya, maka pasti kampung itu akan geger, dan masyarakat bisa mengusir orang yang berzinah itu. Kalau ada warga masyarakat suka berjudi, kemudian mengajak para suami untuk berjudi, maka pasti istri-istri dikampung itu akan marah dan akhirnya terjadi pertengkaran dalam keluarga dan kampung menjadi tidak damai. Demikian juga bila para pemuda mabuk-mabukkan, tentu akan mengganggu ketentraman kampung. Sekali lagi mari masing-masing kita bisa menjaga tingkah laku kita dimana kita berada, agar bisa menjadi berkat bagi sesama. 

  1. Bersikaplah ringan tangan membantu sesama kita.   Manusia adalah makhluk social, dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Untuk itu betapa penting bila kita dapat saling membantu satu sama lain. Jika kita membantu sesama kita, lakukanlah tanpa pamrih, lakukan dengan hati tulus, agar sesama kita senang menerima bantuan kita. Bantuan tidak harus berupa harta, kita bisa membantu tenaga, pikiran, ide-ide utk kemajuan kampung kita. Di dalam Alkitab dikisahkan tentang kehidupan jemaat mula-mula. Mereka hidup saling membantu, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, sampai dikatakan seluruh jemaat tidak ada yang kekurangan, melainkan semua berkecukupan. Kehidupan saling membantu adalah kehidupan yang paling menyenangkan, kita akan semakin akrab, kita akan semakin menyatu satu sama lainnya. Bila ada kerja bakti dikampung kita, mari kita turut serta di dalamnya, bila semuanya ringan tangan maka kampung menjadi bersih dan enak dipandang mata, demikian bila ada siskamling dikampung kita, mari kita turut serta menjaga kampung ini. Jikalau kita dapat hidup saling membantu, maka kehadiran kita pasti menjadi berkat tetapi sebaliknya bila kita berat tangan /tidak ringan tangan maka kita pasti tidak akan menjadi berkat. 

Kesimpulan:

Jika ingin jadi berkat maka kita harus:

  1. Jaga perkataan kita
  2. Jaga tingkah laku kita
  3. Hidup saling membantu satu sama lain 
Devosi

JADIKAN HIDUPKU BERARTI

Yesaya 43:4,5: 


Manusia berharga di mata Tuhan: Kaum pria juga begitu berharga di mata Tuhan
Suatu ketika saat seorang pendeta sedang mengajar anak-anak kecil, ada seorang anak kecil bertanya kepada Pendeta, “Pendeta, sedemikian berharganya kah kita sehingga Tuhan Yesus mau berkorban demi kita?” Pendeta itu heran namun akhirnya tersenyum dengan pertanyaan polos dari anak tersebut. Anak itu benar, seberharga apakah kita ini, manusia, sehingga Tuhan Yesus mau datang ke bumi, menderita dan wafat di salib demi kita semua ? Pendeta itu lalu mengeluarkan selembar uang sebesar Rp 50.000,00 lalu memperlihatkannya di depan anak-anak tersebut. Pendeta itu bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menginginkan uang ini?” Spontan semua anak mengangkat tangannya sambil berteriak, “Saya! Saya!” Tentu saja, siapa yang tidak mau diberikan uang 50 ribu rupiah gratis? Berapa banyak permen dan snack yang bisa dibeli dengan uang sebesar itu? Pendeta itu lalu meremas uang itu keras-keras, lalu kembali memperlihatkan uang itu pada anak-anak. “Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan uang ini?” tanya pendeta itu kembali. “Saya! Saya!” kata anak-anak itu, biar pun penampilannya jelek, uang kan tetap uang. Dirapikan sedikit nanti bagus lagi kok. Uang itu tidak diberikan kepada siapa pun, sebaliknya, uang itu dilemparkan ke tanah, diinjak-injak hingga bercampur dengan debu dan tanah. Uang itu sekarang benar-benar kusam dan kotor. Sekali lagi pendeta itu mengangkat uang itu dan bertanya, “Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan uang yang kumel ini?” Pendirian anak-anak itu tidak berubah, biar pun jelek, kotor, toh itu tetaplah uang sebesar 50 ribu rupiah! “Demikianlah nilai kita di mata Tuhan. Sejelek apapun, sebodoh apapun, sekotor apapun, semiskin apapun, betapapun berdosanya kita, Tuhan tidak menganggap kita berbeda. Nilai kita di mata Tuhan begitu besar, bahkan dosa-dosa kita sekalipun tidak menutupi nilai kita di mata Tuhan. Tuhan berusaha agar kita tidak hancur, agar kita tidak lenyap. Karena itu Ia mengutus anak-Nya, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kehancuran.” Karena itu percayalah, sehina apapun kamu di dunia ini, tangan Tuhan tetap terbuka untukmu.”
Manusia berharga dimata Tuhan:
Yesaya 43:4,5: Oleh karena engkau berharga dimataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…jangan takut sebab Aku ini menyertai engkau..”
Matius 10:30.31:”Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Pernah terjadi Tuhan Yesus mengusir roh iblis yang merasuk di dalam diri seseorang, diusir masuk dalam tubuh babi, ada sekitar 2000 ekor babi. Manusia lebih berharga dari pada 2000 ekor babi.







Hukum yang utama dan terutama yaitu Matius 22:37-39, I Kor.13:2:”Sekalipun aku mempunyai karunia utk bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun aku mempunyai memiliki iman yang sempurna utk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.”

Ada dua hal penting bila kita ingin hidup kita ini berarti bagi Tuhan dan sesama:
1.  Mengasihi Tuhan ( berdoa dan menjauhi dosa)
TUHAN AJARKAN SAYA BERDOA
Saya ingin tahu bagaimana berdoa dengan benar?  Tolong beritahu saya apa yang harus dikatakan. Apakah saya harus menundukkan kepala, saya harus berlutut atau saya harus berdiri tegak? Apakah saya harus menutup mata saya, saya harus mengangkat tangan saya, atau haruskah saya melipat tangan? Apakah saya harus berdiri? Atau harus duduk?
Ya Tuhan … manakah yang Kau sukai? Apakah lampu harus dinyalakan? Atau dimatikan? Apakah pakai lilin? Apakah saya harus berbisik atau berteriak? Apakah saya harus mengutip dari firman Tuhan?  Bagaimana dengan masalah waktu? Apakah Kau lebih suka fajar? Apakah saya harus berdoa pendek atau panjang ? Saya masih baru dengan ini, bagaimana aturannya Tuhan? Saya ingin melakukannya dengan benar.
Tuhan menjawab: “Oh, anakKu yang kukasihi. Apakah kau berpikir bahwa Aku sungguh-sungguh peduli mengenai waktunya, mengenai cara berdiri, atau berlutut saat kau berdoa?” “Aku tidak peduli sikapmu atau tempat yang kau pilih. Bukalah jiwamu bagiKu. Aku tidak punya peraturan lain. Beritahu Aku apa yang ada dalam hatimu. Dan beritahu apa yang kau cari. Beri tahu aku kesedihanmu. Dan segala hal yang membuatmu lemah. Bicara padaKu secara pribadi. AnakKu, kamu tidak memerlukan pelajaran. Hanya bicaralah padaKu tiap hari. Katakan padaKu apa pun yang ingin kau katakan. AnakKu tersayang, setiap orang dapat berdoa.”
Kesaksian Sandy Suharjono:
Sudah beberapa kali alami kebangkrutan demi kebangkrutan, sudah 3 kali, Rajin ke paranormal, Berpegang pada 7 berhala, 7 dukun,sdh tdk terhitung berapa kali pergi ke gunung kawi minta kekayaan, Rumah banyak ditanami jimat dan kertas-kertas mantera
Semula ayahnya: berhasil sebagai kontraktor, diberikan proyek ratusan juta rupiah, mobil banyak,kebutuhan sangat mencukupi. Meski begitu hidup kami terasa hampa/ gelap sekali. Setelah itu masalah demi masalah muncul,menggerogoti hingga bangkrut kembali, ludes semua yg diberikan oleh Iblis itu. Bangkit lagi cari dukun lagi, paranormal lagi
Kaya lagi, berikutnya habis lagi. Saya ambil langkah bertobat, saya ajak papa bertobat

2. Mengasihi sesama (tdk egois ttp memikirkan kepentingan orang lain)
I Kor.13:2:”Sekalipun aku mempunyai karunia utk bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun aku mempunyai memiliki iman yang sempurna utk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.”
APAKAH ENGKAU INI YESUS ?
Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesmen menghadiri pertemuan sales di Chicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari Jumat. Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada yang telah diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada yang telah dijadwalkan. Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka ditangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa-gesa, mengejar penerbangan mereka pulang. Ketika mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak sengaja menendang sebuah meja yang digunakan untuk menjual apel. Dan apel-apel itu beterbangan.
Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang, mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-dekik terakhir pesawat itu tinggal landas. Semua, kecuali satu. Dia berhenti, menghela napas panjang, bergumul dengan perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis yang menjual apel. Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya untuk menelpon istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk memberitahukan bahwa ia akan mengambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian, ia kembali ke pintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai.
Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana. Gadis yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, dan gadis itu sedang berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran di antara kerumunan orang-orang yang bersliweran di sekitarnya, tanpa seorang pun berhenti, atau pun cukup peduli untuk membantunya. Salesman itu berlutut di lantai di sampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya kembali ke dalam keranjang dan membantu memajangnya di meja seperti semula. Seketika itu, ia menyadari bahwa banyak dari apel-apel itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak ke dalam keranjang yang lain. Setelah selesai, pria ini mengeluarkan uang dari dompetnya dan berkata kepada si gadis penjual, “Ini, ambillah $20 untuk semua kerusakan ini. Apakah kau tidak apa-apa?” Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata. Pria itu melanjutkan dengan, “Saya harap kita tidak merusak harimu begitu parah.” Ketika pria ini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya, “Tuan…” Pria ini berhenti, dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta. Gadis ini melanjutkan, “Apakah engkau Yesus?”
Ia terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk untuk mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus berbicara di dalam hatinya, “Apakah kau Yesus?” 

Mengingatkan bahwa dibalik segala kekuatannya, kehebatannya, kelebihannya, harus ada kasih. Tanpa dasar kasih, maka seorang laki-laki bisa menjadi sombong bila dia berhasil, maka seorang laki-laki bisa sewenang-wenang bila dia punya kedudukan, maka seorang laki-laki bisa memandang rendah orang lain bila dia sukses dstnya. Kasih akan membawa seorang laki-laki dekat kepada Tuhan, kasih akan membawa seorang laki-laki dekat kepada istri dan anak-anaknya, kasih akan membuat seorang laki-laki dekat dgn teman-temannya, dan kasih akan membuat seorang laki-laki jadi berkat bagi semua orang. 

Devosi

JADIKAN HIDUPKU BERARTI

Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan tentang kehidupan kita di dunia ini : 

  1. Hidup ini adalah anugrah Tuhan. Jika saudara dan saya boleh hidup sampai hari ini, semuanya tidak lepas dari anugrah Tuhan. Kita bisa ada dalam kondisi sehat waalfiat, kita bisa bekerja, kita bisa makan dan minum sesungguhnya semuanya adalah anugrah Tuhan. Untuk itu sudah sepatutnya kita manusia menghargai akan hidup yang Tuhan anugrahkan ini, dengan hidup yang berkenan kepada Tuhan.  
  2. Hidup ini adalah satu kesempatan. Ada orang yang diberikan kesempatan hidup 30 tahun, 50 tahun, 70 tahun dstnya. Setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda. Untuk itu semasa masih ada kesempatan kita hidup, mari kita gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Banyak orang di zaman ini karena segala permasalahan hidupnya akhirnya tidak lagi menghargai kesempatan hidup yang Tuhan berikan, terbukti mereka melakukan perbuatan bunuh diri. Sekali lagi hargai kesempatan ini dgn memberikan apa yang terbaik bagi Tuhan. Hidup Tuhan Yesus selama dalam dunia hanyalah 33 tahun, tetapi luar biasa Tuhan sudah menggunakan kesempatan hidupNya untuk menjadi berkat bagi banyak orang bahkan bagi seluruh dunia ini. 

Bagaimana cara kita menggunakan kesempatan hidup ini dgn sebaik mungkin ? Pada umumnya orang yang menggunakan kesempatan hidupnya untuk bekerja keras mencari nafkah, membanting tulang, berkeringat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, itu benar, memang kita hidup harus bekerja agar kita bisa makan, pada umumnya juga orang gunakan kesempatan hidupnya untuk belajar dan terus belajar sampai mencapai gelar sarjana, doctor atau professor, itupun tidak salah, karena semakin banyak ilmu kita akan semakin pandai, dan semakin berpengalaman. Tetapi satu hal yang perlu kita sadari uang kita, harta kita, kekayaan kita yang kita perjuangankan di dunia ini tidaklah kekal, kepandaian kita, pengalaman kita, akan berhenti sampai kita mati. Tidak ada satupun yang kekal. Semua hanya sementara saja. 

Tentu dalam hidup ini, kita tidak ingin hanya mengejar hal-hal yang bersifat sementara, kitapun ingin mengejar sesuatu yang bersifat kekal. Apa yang bersifat kekal ? Itulah keselamatan jiwa kita/roh kita. Roh manusia itu kekal adanya. Tubuh akan kembali kepada tanah, tetapi roh kita akan kembali pada penciptanya. Roh inilah yang akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama di dalam dunia.  Untuk itu hal pertama dan utama yang harus kita kejar yaitu mencari tahu siapa yang sanggup menyelamatkan roh kita, siapa yang sanggup menyelamatkan hidup kita dimasa akan datang.

I.  Gunakan waktu utk menemukan Juruselamat hidup saudara 

Jikalau saudara belum tahu siapa Juruselamat hidup saudara, maka pada kesempatan ini saya akan memberitahukan kepada saudara melalui Alkitab ini, siapakah Juruselamat hidup ini. Dia adalah Yesus Kristus. Ada banyak perkataan Tuhan Yesus dalam Alkitab yg menegaskan bahwa dirinya adalah Juruselamat dunia. Saya mengutip ada 3 perkataan Tuhan Yesus : 

Firman Tuhan berkata demikian:

  1. Tuhan Yesus berkata:”Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu.., ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yoh.11:5:24)
  2. Tuhan Yesus berkata:”Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat..Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh. 10:9)
  3. Tuhan Yesus berkata:”Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh. 11:25,26)

II. Gunakan waktu untuk beribadah dan menyembah Tuhan Yesus 

Jika kita sudah menemukan siapa Juruselamat hidup kita, selanjutnya gunakan kesempatan hidup ini untuk beribadah kepadaNya, menyembah Dia, memuliakan Dia, mengagungkan Dia. Ketika kita beribadah memuji dan menyembah Tuhan maka Tuhan itu memberkati hidup kita. Ketika kita beribadah maka hidup kita semakin dekat dengan Tuhan, kita mengalami sukacita, damaisejahtera, kekuatan dalam menghadapi segala persoalan di tengah dunia ini. Untuk itu mari kita datang beribadah setiap hari minggu di gereja. Siapkanlah waktu 1-2 jam untuk beribadah kepada Tuhan, maka waktu itu tidak menjadi sia-sia. 

Ayat firman Tuhan:

Ibrani 10:25:”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” 

III. Gunakanlah waktu hidup saudara untuk melayani Tuhan

Selanjutnya gunakan kesempatan hidup saudara untuk melayani Tuhan. Bagaimana cara kita melayani Tuhan ? Ketika kita menghibur orang yang sedang susah atau berdukacita, maka kita melayani Tuhan, ketika kita mendoakan orang yang sedang sakit, maka kita juga melayani Tuhan, ketika kita menolong orang yg berkekurangan, maka kita juga melayani Tuhan. Ketika kita bisa memperhatikan dan mengasihi orang-orang disekeliling kita, maka itu adalah pelayanan. Hidup yang berarti adalah hdp melayani Tuhan dan sesama kita. Tuhan Yesus berkata:”Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati oleh Bapa, dan dimana pelayananKu berada, disitupun Aku ada.” (Yoh. 12:26) Siapa melayani Tuhan hidupnya senantiasa akan disertai oleh Tuhan. Untuk itu mari kita hdp bukan hanya utk diri sendiri tetapi untuk Tuhan dan sesama kita. 

Nah jika saudara menggunakan kesempatan hidup saudara ini untuk melakukan ketiga hal ini, maka hidup saudara sungguh-sungguh berarti bagi Tuhan dan sesama 

  1. Waktu utk percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi saudara
  2. Waktu untuk beribadah, dan mendekatkan diri kepada Tuhan 
  3. Waktu untuk melayani Tuhan 

Saudara boleh bekerja keras mencari nafkah, saudara boleh sekolah setinggi mungkin, tetapi jangan lupakan waktu utk ketiga hal ini. Dengan demikian saudara akan selamat baik didunia ini maupun diakhirat kelak. 

Devosi

BUAH ROH PENGUASAAN DIRI

Dalam dunia kepemimpinan bgm caranya menguasai orang lain untuk tunduk pada kepemimpinan kita. Mungkin seorang pemimpin bisa saja berhasil mempengaruhi atau mengusai orang lain, tetapi pertanyaannya apakah seorang pemimpin mampu menguasai dirinya sendiri. Fakta membuktikan, banyak orang mudah menguasai orang lain, tetapi sulit menguasai diri sendiri, banyak orang mudah mengatur orang lain, tetapi sulit mengatur dirinya sendiri. Padahal  seharusnya sebelum kita bisa menguasai orang lain, kita harus bisa menguasai diri kita sendiri. 

Untuk itu buah penguasaan diri adalah satu buah roh yang paling sulit diwujudkan dalam hidup kita ini. Dalam Alkitab kita ada satu pribadi yang sangat sukses dalam hal penguasaan diri, itulah Tuhan kita Yesus Kristus. Penguasaan diriNya teruji disaat Dia menghadapi masa-masa sengsara. Mulai dari taman Getsemani sampai diatas kayu salib, Tuhan Yesus dapat menguasai lidahnya dari perkataan-perkataan yang mengutuk, dapat menguasai hatinya, menguasai pikirannya untuk menjalankan misinya  yaitu menyelamatkan manusia berdosa. Firman Tuhan dalam Yesaya 53 : 7:”Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diriNya ditindas dan tidak membuka mulutNya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutNya.” Umumnya kita  manusia akan mengeluarkan kata-kata kotor atau makian bila kita menderita atau tubuh kita disakiti, tetapi Yesus sama sekali tidak mengutuk atau membalas orang-orang yang menyakiti Dia, malah Dia berkata:Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidask tahu apa yang mereka perbuat.” 

Apakah yang perlu kita kuasai ?

  1. Menguasai hati dan pikiran kita. Bagian yang paling central dari hidup kita yaitu hati dan pikiran. Jika kita bisa kuasai hati dan pikiran kita, maka kita bisa kuasai seluruh aktifitas tubuh kita. Hati dan pikiran itu mirip kemudi kapal yang kecil tetapi bisa menggerakkan kapal yang besar. Pengamsal berkata:”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Matius 15:19:”Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” diri kita. Baru-baru ini saya  nonton di TV seorang Ibu yang dibakar oleh suaminya, untuk masih bisa tertolong oleh tetangganya. Kisahnya sepele, waktu tiba saatnya untuk saur, si istri bangunkan suaminya, ajak saur, tetapi suaminya mengantuk krn biasa tidur malam, sang istri minta ditemani saur, sang suami marah, pergi ke dapur lempar piring yg sdh berisi saur, sang istri marah, akhirnya sang suami pergi ke dapur ambil minyak tanah, dan siram istrinya lalu bakar. Ketika tetangga datang, sang suami berkata istrinya bunuh diri, padahal tidak demikian. Masalah bukan mengantuk, nggak mau diganggu. 

Ada seorang ayah, waktu itu ia sedang asyik nonton TV, kemudian muncul anaknya yang balita (umur 3 tahun). Anak itu hilir mudik di depan TV. Sang ayah tidak bisa kuasai diri, apa yang terjadi anak itu dibenturkan ketembok hingga terjadi pendarahan dan meninggal. Ada juga seorang pemuda yang cemburu terhadap mantan pacarnya yang sedang berpacaran dengan pria lain. Karena jengkel merasa sakit hati, maka ketika sang mantan pacar itu keluar dari gedung bioskop bersama pacar barunya, maka pemuda ini melepaskan sebuah bom yang meledak dan menewaskan semua orang di sekelilingnya termasuk dirinya sendiri.  Masih ada banyak fakta dalam hidup sehari-hari yang menunjukkan betapa manusia sering rapuh dalam menguasai dirinya sendiri. 

Aplikasi: 

Demikian juga saudara dalam kehidupan kita berjemaat, hendaknya kita dapat menguasai hati kita dan pikiran kita, agar tidak dikuasai oleh emosi, misalnya pada waktu kita sedang rapat pengurus atau rapat majelis, bisa saja terjadi perbedaan pendapat tetapi kita harus saling merendahkan hati. Dalam hidup berumahtangga, tidak jarang terjadi perbedaan pendapat antara suami dan istri, orang tua dengan anak, menantu dan mertua, tetapi hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. 

  1. Menguasai perkataan kita. Selain hati dan pikiran, maka lidahpun sering digambarkan seperti kemudi kapal, dia bisa menggerakan kapal yang besar. Dengan lidah manusia bisa memuji Tuhan tetapi dengan lidah juga manusia bisa berbuat dosa. Ada banyak dosa yang dilakukan oleh lidah, tetapi sore ini saya ambil contoh satu saja yaitu Lidah dusta. Ada 4 orang anak sekolah sepakat untuk membolos pelajaran pagi, krn ada pelajarannya sulit dan mrk sendiri memang malas belajar. Padahal pelajaran pagi itu sedang diadakan ulangan. Mrk sepakat untuk berbohong. Sesampai dikelas guru bertanya:”Kenapa kalian terlambat dan tidak mengikuti ulangan tadi pagi ? Mrk jawab: ban mobil yang kami tumpangi bocor pak. Oke kalau itu kejadiannya: sekarang ambil pensil dan kertas, tulis pertanyaan pertama : ban sebelah manakah yang bocor. Mrk terjebak dgn pertanyaan itu, sebab tidak kesepakatan ttg itu. Akhirnya ketahuan kalau mereka bohong. Betapa mudah dan betapa gampangnya lidah kita ini berkata-kata dusta, tidak sebenarnya. Banyak orang berdusta, karena ingin menyelamatkan dirinya sendiri, ingin mencari untung bagi dirinya sendiri. 

Aplikasi: 

Dalam dunia bisnis, masalah dusta atau bohong itu sudah biasa, kalau tidak bohong tidak akan cepat kaya. Ada orang berkata: Jangan terlalu jujur kalau lagi berbisnis. Hubungan suami-istri juga seringkali rusak, karena muncul ketidakjujuran, tidak terbuka satu sama lain. Suami berkata: Aku pergi tugas keluar kota, tetapi kenyataannya tidur dihotel dgn wanita lain. Si anak berkata: aku mau pergi belajar sama teman-teman tetapi malah kloyongan ke tempat-tempat hiburan. Kalau sudah begini keadaannya maka rumah tangga akan hancur. Mari kita kuasai lidah kita, agar berkata hal-hal yang benar.  Firman Tuhan berkata:”Siapa bisa kuasai lidahnya, dia adalah orang yang sempurna.” 

  1. Menguasai perbuatan kita. Bila hati dan pikiran kita serta perkataan bisa dikuasai dengan baik, maka perbuatan kitapun akan menjadi baik. Tetapi kalau hati dan pikiran serta lidah kita tidak bisa dikuasai, maka perbuatan kita pasti buruk. Paulus dengan jujur berkata:”Aku manusia celaka. Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ? Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa  yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci itulah yang aku perbuat.” (Roma 7:24,15) Kejadian 6:5,6:”Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hatiNya.” Dari kedua ayat ini jelas bahwa perbuatan manusia cenderung jahat, bgm kita bisa menguasai perbuatan kita ? Ada seorang gadis : Yuni Megawati, dia seorang aktivis gereja, suatu hari berurusan dengan polisi karena ketahuan mengkonsumsi pil koplo dan ganja. Gadis ini cantik, umur 20 tahun. Perkenalan Yuni dengan pil koplo itu dimulai ketika dia bertemu dengan Ashar di Diskotik Callypso Surabaya. Dari bujuk rayu Ashar maka Yuni sedikit demi sedikit berani mengkonsumsi pil itu. Selain itu dia juga terjerumus dalam pelacuran shg dikenal sbg cewek gopekan. Hati-hati saudara pergaulan yang buruk bisa merusakkan kebiasaan yang baik. Ada dua orang sahabat yang sama-sama punya hobby pelihara burung beo. Yang satu dibeli dari orang Kristen, yang lain diberi dari orang dunia. Burung beo milik orang Kristen itu mengatakan hal-hal yang baik:”Puji Tuhan..Puji Tuhan. Tetapi burung beo yang satu lagi berkata:” Sialan lu, sialan lu. Kemudian temannya yang beli dari orang dunia itu tawarkan agar burungnya disatukan dgn burung kristen itu, dgn harapan bisa keluar kata puji tuhan, tetapi apa yang terjadi setelah 1 minggu: keluar kata: sialan luh, sialan luh. 

Caranya hidup menguasai diri:

Galatia 5:16,17: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keingina daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keingina Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging

Galatia 5:19-21: Perbuatan daging telah nyata yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya

Galatia 5:24:”Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”

Contoh hidup dalam Roh:

Hidup dalam doa, dalam membaca firman dan menaatinya, beribadah serta bersaksi akan kasih Kristus. 

Devosi

KEBENARAN KUNCI KEBERHASILAN

HIDUP BENAR MENURUT KITAB MAZMUR 

Tekad hidup dalam kebenaran :

Bawalah aku berjalan dlm kebenaranMu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkanku (Maz. 25:4,5)

Ciri /sifat orang benar:

  1. Tetapi orang benar ialah pengasih dan pemurah (Maz. 37:21)
  2. Mulut orang benar mengucapkan hikmat dan lidahnya mengatakan hukum, Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah (Maz. 37:30,31)

Sikap Tuhan terhadap orang benar:

  1. Mata Tuhan tertuju pada orang benar, dan telingaNya kepada teriakan mereka minta tolong (Maz. 34:16)
  2. Apabila orang-orang benar itu berseru maka Tuhan mendengar dan melepaskannya mrk dari segala kesesakannya (Maz. 34:18)
  3. Tuhan memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku (Maz. 18:21,25)
  4. Siapakah yang boleh naik keatas gunung Tuhan, yg boleh berdiri di tempat kudusNya ? Yaitu orang yang bersih tangannya dan murni hatinya dan tdk menyerahkan dirinya kpd penipuan dan tidk bersumpah palsu (Maz. 24:3,4)
  5. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya, apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopangnya (Maz. 37:24)

Berkat bagi orang benar:

  1. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya, apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopangnya (Maz. 37:24)
  2. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti, tiap-tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman dan anak cucunya menjadi berkat (Maz. 37:25, 26)
  3. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras Libanon… pada masa tuapun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan padaNya (Maz. 92:13,15,16)
  4. Orang-orang benar diselamatkan oleh Tuhan; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan. Tuhan menolong mereka dan meluputkan mereka dari tangan orang fasik dan menyelamatkan merka sebab mrk berlindung padaNya (Maz. 37:39,40) 
  5. Tetapiorang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.(Maz. 68:4)
  6. Orang benar itu akan diingat selama-lamanya (Maz. 112:6b)

Laki-laki yang benar di hadapan Tuhan :

Mau bekerja keras bagi keluarganya. Sup 1, 55-56

Memiliki disiplin rohani dalam hidupnya 

Dosa yang disembunyikan membawa maut hal. 109 sup 2

Jangan membiarkan dirimu diperbudak oleh dosa hal. 222 sup 2

Dosa halangi berkat Tuhan hal. 124-125 hikmah

Tinggalkan kebohongan, penipuan, egois, Keegoisan manusia menyengsarakan orang lain hal. 127-128 sup 2 Saling memangsa/ saling menggigit hal. 31-32 hikmah

Emosi, Kemarahan yang merugikan sup 1 hal. 197

Bisa menghargai pengorbanan Tuhan dalam hidupnya 

Keputusan bisa berubah karena uang berbicara hal. 22-23 hikmah

Hidup berpusat kepada Kristus, hal. 36-37 sup 2

Tahun baru hidupnya baru : bahas ttg hidup baru dan hidup lama 

Hidup dalam iman Iman harus dibuktikan dgn perbuatan hal. 20-21 sup 2

Iman harus nyata dalam perbuatan hal. 113-114 hikmah

Perkataan kita baik positif atau negatif akan mempengaruhi seluruh hidup kita, syaraf-syarat kita dan tindakan kita, demikian bila kita pegang firman Tuhan, maka firman itu akan berkuasa dalam hidup kita hal. 123-124 sup 2

Perkataan yang tepat membawa keberuntungan sup 1 hal. 83-84

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya membawa berkat hal. 63-65 hikmah

Benar dalam keluarga Sediakan waktu bagi anak-anak kita, jangan hanya menyibukkan dgn urusan pribadi kita hal. 97 embun Seorang anak remaja sangat benci kepada ayahnya karena ayahnya pemabuk berat di kotanya,  anak remaja itu malu ketika teman-temannya mengolok-olok papanya, namun setelah anak remaja itu menerima Tuhan Yesus dalam hatinya, akhirnya dia bisa mengampuni ayahnya hal. 172-173 embun Keluarga yang kuat yaitu keluarga yang mampu berpegang pada janji pernikahan mereka untuk sehidup semati, sekalipun ada badai menerpa pernikahan mereka, mereka akan tetap kuat dalam Tuhan hal. 198-199 embun

Penghargaan terhadap istri akan membangkitkan rasa percaya diri sang istri , jgn hanya hargai istri dengan materi tetapi hargai dia sebagai anak Tuhan hal. 265 embun Orang tua tidak beri teladan, anak tersesat dan mempermalukan orang tuanya sendiri hal. 82-83

Tunda untuk bertobat adalah pekerjaan setan hal. 89,90

Lakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan buka semata-mata untuk diri sendiri hal. 122-123 hikmah

Benar dalam pekerjaan 

Cintailah pekerjaanmu sup 1 hal. 201-202

Berhasil mulai dari bawah hal. 29-30 sup 2

Beda bekerja dengan terpaksa dan bekerja dengan senang hati hal. 222-223 sup 2

Keuletan kunci keberhasilan hal. 4-6 sup 2

Miliki komitmen yang tinggi terhadap Yesus hal. 91-92 hikmah

Tidak kompromi sup 1 hal. 88-89

3 tipe manusia sup 1 hal. 117

Tiga macam orang sup 1 hal. 117

4 temperamen dasar sup 1 hal. 118-119

Apa yang dapat menolong laki-laki itu berjalan dalam kebenaran:

Doa ,contoh: Daniel, Sadrakh, Mesak dan Abednego . Doa yang benar: Tuhan ubahlah diriku baru ubahlah orang lain melalui aku hal. 72-73 sup 2. Doa seorang ayah sup 1 hal. 202-203

Berdoa untuk mengubah dunia dan orang lain, tetapi sayang tidak berdoa untuk mengubah dirinya sendiri hal. 58 buku 111,

Sekalipun mengalami kebangkrutan, dia tetap rajin bersekutu dengan Tuhan, bangun pagi jam 05.45 untuk kontak dgn Tuhan hal. 82-83 embun

Pemutaran film kesaksian ttg usaha yg tidak beres 

Devosi

KEBERHASILAN RAJA YOSAFAT

II Tawarikh 17-21

Siapakah Yosafat itu ? 

Yosafat berumur 35 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 25 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia hidup mengikuti jejak ayahnya Asa, ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan (20:31-32)

Alur cerita kisah Raja Yosafat: 

Yosafat hidup sesuai iman orang tua dan leluhurnya:

Tuhan menyertai Yosafat karena dia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud bapa leluhurnya dan tidak mencari baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah ayahNya dan tidak berbuat seperti Israel. (17:3-4) Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala (17:6) 

Berkat ketaatan Yosafat: 

Oleh sebab itu Tuhan mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat (17:5)

Yosafat semakin serius dengan firman Tuhan: 

Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, …. Untuk mengajar di kota-kota Yehuda. Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yohantan, Adonia, Tobia dan Tob Adonia disetai imam-uimam Elisama dan Yoram. Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat Tuhan. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat (17:7-9)

Berkat dari keseriusan dan ketaatan Yosafat akan firman Tuhan: 

Diberi Wibawa Ilahi dan rezeki melimpah. Ketakutan yang dari Tuhan menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat (7:10) Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan 7700 ekor,dan kambing jantan 7700 ekor. Yosafat makin lama makin kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan. Banyak pembekalannya di kota-kota Yehuda (17:10-13)

Militer dan keamanan terjamin. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, semuanya pahlawan yang gagah perkasa (17:13-19)

Ketidaktaatan Yosafat dan akibatnya:

Yosafat bersekutu dengan raja Israel yang tidak mau dengar firman Tuhan yang sesungguhnya. 

Yosafat bersekutu dengan raja Ahab utk menyerang Ramot Gilead. Yosafat minta petunjuk pada nabi Tuhan, Ahab memanggil 400 nabi untuk bernubuat, tetapi sayang mereka semua adalah nabi palsu. Ada satu nabi benar yaitu nabi Mikha, tetapi Ahab membencinya dan tidak mau mendengar nubuatannya. Semula Yosafat tegur raja Ahab karena tidak mau dengar nasehat nabi Mikha, tetapi keputusan terakhir ternyata Raja Yosafat ikut berperang melawan Ramot Gilead. Disinilah nampak bahwa raja Yosafat tidak mengikuti perintah Tuhan. 

Dalam peperangan raja Israel menyamar, sedang raja Yosafat pakai pakaian kebesarannya. Musuh sudah dikhususkan utk menyerang raja Israel, Yosafat dikepung, Yosafat berteriak kepada Tuhan dan Tuhan menolongnya, Allah membujuk musuhnya pergi dari Yosafat (18:28-31) 

Seseorang menarik panah dan menarik sembarangan saja dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Pertempuran bertambah seru sampai raja Israel itu mati, ketika matahari terbenam. (18:33-34) 

Yehu (pelihat / nabi Tuhan) berkata kepada Yosafat:”Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan ? Karena hal itu Tuhan murka terhadap engkau. Namun masih ada hal-hal yang baik padamu, karena engkau menghapuskan tiang-tiang berhala dari negeri ini dan mencari Allah dengan tekun.” (19:2-3)

Pertobatan Yosafat: 

Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan ke daerah-daerah dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka (19:4) 

Yosafat juga mengangkat hakim-hakim di seluruh kota di Yehuda, dan berpesan kepada mereka :”Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk Tuhan, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum. Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada Tuhan. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak atau menerima suap tidak ada pada Tuhan Allah kita.” (19:5-7)

Di Yerusalem, Yosafat juga mengangkat beberapa orang dari antara orang Lewo dan para imam dan paar kepala puak Israel untuk memberi keputusan dalam hal hukum Tuhan dan dalam hal perselisihan. Ia memerintahkan:” Kamu harus bertindak dengan takut akan Tuhan, dengan setia dan dengan tulus hati..” Bertindaklah dengan tegas, kiranya Tuhan menyertai orang yang tulus ikhlas (19:8-9,11c)

Akibat pertobatan Yosafat : Tuhan tolong Yosafat hadapi musuh

Setelah pengangkatan hakim-hakim itu, bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat. Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom (20:1-2)

Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada Tuhan. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari Tuhan. (20:3-4)

Doa Yosafat di tengah-tengah rakyatnya:”Ya Tuhan Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga ? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa ?Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tanganMu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. (20:6)

Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka ? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang kami harus lakukan, tetapi mata kami tertuju kepadaMu.” (20:12) 

Yahaziel, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh Tuhan di tengah-tengah jemaah. Dan berseru :”beginilah firman Tuhan kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu dan lihatlah bagaimana Tuhan memberi kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, Tuhan akan menyertai kamu.” (20:14,15,17)

Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan Tuhan dan menyembah kepadaNya. (20:18)

Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. (20:19) 

Ketika mereka hendak berangkat berperang maka Yosafat berkata:”Dengar hai Yehuda dan penduduk Yerusalem ! Percayalah kepada Tuhan, Allahmu dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabiNya dan kamu akan berhasil !” (20:20b) 

Setelah itu Yosafat mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata:”Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya ! (20:21) 

Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. (20:22) 

Lalu bani Amon dan berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan membinasakan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir,mereka saling bunuh membunuh (20:23)

Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput (20:24) 

3 hari lamanya mereka menjarah barang-barang milik musuhnya (20:25) 

Pada hari ke-4 mereka berkumpul di lembah pujian. Disana mereka memuji Tuhan, lalu pulanglah mereka ke Yerusalem dengan sukacita, mereka masuk ke Yerusalem dengan gambus dan kecapi dan nafiri lalu menuju ke rumah Tuhan (20:26-28)

Ketakutan yang dari Allah menghinggapi semua kerajaan negeri-negeri lain, ketika mereka mendengar bahwa Tuhan yang berperang melawan musuh-musuh Israel (20:29)

Dan kerajaan Yosafat aman, karena Allah mengaruniakan keamanan kepadanya di segala penjuru (20:30)

Yosafat jatuh lagi dan akibatnya

Yosafat bersekutu dengan Ahazia, raja Israel yang fasik perbuatannya. Ia bersekutu dalam membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Eliezer bin Dodawa bernubuat terhadap Yosafat:”Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka Tuhan akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tidak dapat berlayar ke Tarsis (20:35-37)

Ringkasan alur cerita:

Yosafat hidup sesuai iman orang tua dan leluhurnya:

Yosafat diberkati 

Yosafat serius dengan firman Tuhan dengan mengajarkan secara luas

Diberkati lagi secara melimpah 

Yosafat tidak taat pada perintah Tuhan 

Yosafat gagal dalam peperangan 

Yosafat bertobat

Yosafat menang atas laskar yang begitu besar

Yosafat jatuh lagi : bersekutu dgn raja yang fasik 

Usaha kapalnya jatuh 

Kehidupan Raja Yosafat sering menjadi kehidupan kita dalam mengikut Tuhan, grafiknya naik turun: 

Sebentar menjelang Natal, semangat datang kegereja, selesai Natal sepi lagi, sebentar mau Paskah semangat lagi, selesai Paskah sepi lagi. Paskah tahun ini, pagi yang datang 100 lebih, sore 200 orang, selesai Paskah yang datang pagi 60 orang, sore 30 orang langsung melorot. Saya pikir-pikir, ini namanya demam Paskah. 

Sebentar selesai KKR semangat lagi, setelah lama tidak ada KKR loyo lagi. 

Sebentar ditolong Tuhan, doa dijawab rajin datang kepada Tuhan, saat doa tidak dijawab-jawab dan masalah terus silih berganti, mundur lagi. 

Hidup kita lebih banyak ditentukan oleh situasi, bukan oleh tekad bulat untuk menaati firman Tuhan. 

Orang Kristen yang benar adalah:

Saat hidupnya lancar-lancar saja, tetap rajin datang pada Tuhan, saat hidupnya mulai sulit penuh tantangan, semakin kuat dengan Tuhan 

Saat hidupnya menyenangkan tetap mencari Tuhan, saat hidup mulai tidak menyenangkan semakin giat mencari Tuhan

Saat tidak ada pencobaan, dekat dengan Tuhan, saat hidup di tengah-tengah pencobaan semakin dekat dengan Tuhan. 

Ingat Tuhan bertindak sesuai alur kita, jadi bila kita tidak beres, anda rugi sendiri. Kalau anda terus beres maka Tuhan akan terus memberkati hidup kita. Ini prinsip firman Tuhan. Tuhan akan ladeni saudara/layani saudara sesuai sikap saudara terhadap Dia. 

Dari kisah Raja Yosafat ini dapat kita tarik beberapa prinsip hidup yang diberkati Tuhan :

  1. Hidup mencari Tuhan, mencari firmanNya, serius mengajarkannya, menaatinya  
  2. Takut akan Tuhan menjadi nomer satu dalam hidup
  3. Hidup selalu memuji Tuhan dalam suka maupun duka

Pujian Penutup:

Saya mau iring Yesus 2x

Sampai slama-lamanya

Meskipun saya susah

Menderita dalam dunia 

Saya mau iring Yesus 

Sampai slama-lamanya

Devosi

RAHASIA KEBERHASILAN RAJA HIZKIA

2 Tawarikh 29-32; II Raja 18-20 (baca 2 Raja 18:1-8)

Pendahuluan : 

Umur 25 tahun jadi raja, 29 tahun lamanya dia memerintah di Yerusalem. (29:1)

Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya (29: 2) Ia berpaut kepada Tuhan, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah Tuhan yang telah diperintahkanNya kepada Musa. Maka Tuhan menyertai dia, kemanapun ia pergi berperang. Ia beruntung. 

Sebaliknya ayahnya yaitu Raja Ahas  tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan, seperti Daud leluhurnya, tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel. Yaitu mempersembahkan  anaknya sebagai korban dalam api (anak jadi tumbal), ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon (II Raja 16:1-4) 

Refleksi bagi kita:

Memang ada pepatah mengatakan demikian: buah tidak akan jatuh, jauh dari pohonnya. Artinya: apa yang diperbuat oleh anak, pasti tidak jauh beda dgn yang diperbuat oleh ayahnya. Kalau Bapaknya dukun,ya nggak heranlah anaknya juga bias jadi dukun, kalau Bapaknya suka mabuk-mabukkan, anak juga bias jadi pemabuk, kalau bapaknya suka main perempuan, ya nanti anaknya pasti suka main perempuan, kalau bapaknya suka ngomong kasar, ya nantinya juga suka ngomong kasar. Alasan ini bisa masuk akal. Karena pengaruh keluarga itu memang kuat. Tetapi hal ini tidak terjadi pada diri raja Hizkia. Sekalipun ayahnya hidup tidak takut Tuhan, Hizkia tetap berusaha hidup takut akan Tuhan. Ikut Tuhan itu adalah keputusan pribadi. Bertobat itu adalah keputusan pribadi. Taat pada Tuhan itu adalah keputusan pribadi. Keputusan yang benar, akan membawa berkat besar dalam hidup kita. Tetapi keputusan yang salah, akan membawa hukuman atas hidup kita. 

Langkah pertama: Menyucikan Yehuda dari penyembahan berhala 

Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan (II Raja 18:4)

Langkah kedua : Membangun kembali ibadah yang murni kepada Tuhan 

Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah Tuhan dan memperbaikinya (29:3) 

Dosa nenek moyang: abaikan ibadah : 

Hizkia minta agar para imam dan orang Lewi menguduskan rumah Tuhan,sebab nenek moyang mereka telah berubah setia kpd Tuhan. Mereka telah menutup pintu-pintu balai rumah Tuhan dan memadamkan segala pelita. Mereka tidak membakar korban ukupan dan tidak mempersembahkan korban  bagi Allah, sehingga murka Tuhan menimpa Yehuda dan Yerusalem. Mereka tewas oleh pedang, anak dan istrinya menjadi tawanan musuh (29:5-9) 

Refleksi:

Tuhan tidak ingin kita mengabaikan ibadah kepadaNya dengan alasan apapun juga. Istilah murka menunjukkan bahwa Tuhan tidak akan memberkati hidup orang yang meninggalkan ibadah. Sekalipun orang itu berdoa, saya yakin Tuhan tidak akan mendengarkan doa orang itu. Ada seorang ibu yang sudah lama tidak ke gereja, saya kunjungi dan ajak dia lagi ke gereja, dia jawab : saya berdoa di rumah khan sama saja. Lalu saya jawab, betul Tuhan ada dimana-mana. Di rumah juga ada, di gereja juga ada, dan lain-lain, tetapi datang ke gereja itu perintah Tuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bila berdoa, tetapi ibu tidak taat pada perintah Tuhan, maka doa itu tidak akan dijawab oleh Tuhan. Tuhan berkata demikian: “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yes. 59:1-2)  

Langkah ketiga: Membangun ibadah yang kudus dan penuh kerinduan 

Hizkia melakukan penyucian terhadap rumah Tuhan: 

Hizkia bermaksud mengikat perjanjian dengan Tuhan, supaya murka yang menyala-nyala itu undur dari mereka. (29:10) 

Orang Lewi mereka mengumpulkan saudaranya, menguduskan dirinya kemudian datang menuruti perintah raja, lalu mentahirkan rumah Tuhan (29:12-15)

Rumah Tuhan selesai di kuduskan selama 8 hari (29:17) 

Pengudusan sama halnya dengan menjaga kebersihan rumah Tuhan. Semua perkakas, yang ada di dalam rumah Tuhan dibersihkan (29:18-19)

Hizkia melakukan penyucian terhadap dosanya, keluarganya, dan rakyatnya 

Setelah pengudusan selesai, maka pagi-pagi raja Hizkia mengumpulkan pemimpin-pemimpin kota dan pergi ke rumah Tuhan. Raja mempersembahkan korban bakaran untuk korban penghapus dosa untuk keluarga raja, untuk tempat kudus, dan untuk Yehuda. (29: 20-24)

Hizkia memerintahkan untuk melakukan pujian dan penyembahan kepada Tuhan: 

Hizkia menyuruh orang-orang Lewi memainkan ceracap, gambus dan kecapi,  sementara korban bakaran dibakar, mereka mulai menyanyi diiringi alat musik. Seluruh jemaat sujud menyembah, semua berlangsung sampai korban bakaran habis terbakar. Sehabis korban bakaran dipersembahkan , maka raja dan semua orang yang hadir bersama-sama berlutut dan sujud menyembah. Jadi mereka menyanyikan pujian dengan sukaria, lalu berlutut dan sujud menyembah.(29:25-30) 

Hizkia merayakan Paskah

Hizkia merayakan Paskah, Hizkia mengirim pesan kepada seluruh Israel dan Yehuda, bahkan menulis surat kepada Efraim dan Manasye supaya mereka datang merayakan Paskah bagi Tuhan, di rumah Tuhan di Yerusalem. (30:1)

Isi surat Hizkia kepada seluruh Israel demikian:

Hai orang Israel, kembalilah kepada Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, maka Ia akan kembali kepada kamu. Janganlah berlaku seperti nenek moyangmu dan saudaramu yang berubah setia terhadap Tuhan, sehingga Tuhan membuat mereka menjadi kedahsatan seperti yang kamu lihat sendiri. Sekarang janganlah tegar tengkuk seperti nenek moyangmu. Serahkanlah dirimu kepada Tuhan dan datanglah ke tempat kudus, beribadahlah kepadaNya supaya murkaNya yang menyala-nyala undur dari padamu. (30:6-9)

Maka berkumpullah di Yerusalem banyak orang, suatu jemaah yang sangat besar, untuk merayakan hari raya Roti tidak beragi. (30:13)

7 hari lamanya orang Israel berada di Yerusalem merayakan perayaan Paskah itu dengan kesukaan besar, sedang orang Lewi dan para imam setiap hari menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan dengan sekuat tenaga. (30:21)

Seluruh jemaat sepakat untuk berhari raya 7 hari lagi. Mereka berhari raya 7 hari lagi dengan sukaria. (30:23)

Besarlah kesukaan di Yerusalem, karena sejak Salomo bin Daud, raja Israel, tidak pernah terjadi peristiwa semacam itu di Yerusalem. (30:26) 

Para imam dan orang Lewi bangun berdiri dan memberkati rakyat. Suara mereka di dengar Tuhan dan doa mereka sampai ke tempat kediamanNya yang kudus di sorga (30:27)

Setelah perayaan itu, maka seluruh orang Israel, meremukkan segala tugu berhala, menghancurkan segala tiang berhala dan merobohkan segala bukit pengorbanan di seluruh Yehuda dan Benyamin, juga di Efraim dan Manasye sampai musnah semuanya (31:1) 

Langkah keempat : membangun kerelaan berkorban bagi pekerjaan Tuhan. 

Hizkia menetapkan rombongan imam dan orang Lewi, Hizkia kembali menetapkan tugas-tugas mereka yaitu mempersembahkan korban bakaran, korban keselamatan, mengucap syukur, menyanyikan pujian dan melayani di pintu-pintu gerbang 

Hizkia memberikan sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran pada waktu pagi, petang, pada hari Sabat, bulan baru, hari-hari raya yang semuanya tertulis di Taurat 

Hizkia memerintahkan rakyat untuk memberi sumbangan yang jadi bagian imam dan orang Lewi, supaya mereka dapat curahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat Tuhan (31:4), Rakyat membawa persembahan sampai berlimpah-limpah, sampai para imam dan orang Lewi makan sampai kenyang dan masih sisa. Semua Keluarga imam dan orang Lewi tercukupi (31:5-10)

Langkah kelima: Mengandalkan Tuhan dalam hadapi tantangan hidup

Tantangan Hizkia:

Sanherib raja Asyur menyerbu Yehuda (32:1) 

Utusan Sanherib, pengaruhi rakyat agar tidak turuti Hizkia atau Allahnya Hizkia, dengan alasan bahwa tidak ada  allah bangsa-bangsa bisa bebaskan mereka dari tangan raja Sanherib. 

Langkah Hizkia hadapi Sanherib:

Menutup mata air

Membangun tembok yang runtuh 

Mendirikan menara-menara

Membuat banyak lembing dan perisai dalam jumlah besar 

Angkat panglima-panglima perang 

Kuatkan hati para panglimanya dengan perkataan bahwa yang menyertai kita jauh lebih besar. Rakyat mendapat kepercayaan mereka kembali (32:7-8) 

Akibat andalkan Tuhan: 

Aku Tuhan akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud hambaKu. Maka pada malam itu keluarlah Malaikat Tuhan, lalu dibunuhNyalah 185 ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi benar tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka (II Raja 19:34-35) 

Raja Hizkia dan nabi Yesaya bin Amos berdoa dan berseru kepada sorga. Lalu Tuhan mengirim malaikat yang melenyapkan semua pahlawan yang gagah perkasa, pemuka dan panglima yang ada di perkemahan raja Asyur, sehingga ia kemalu-maluan kembali ke negerinya. Kemudian ia ditewaskan dengan pedang oleh anak-anak kandungnya sendiri (32:20,21)

Berkat yang menyertai ketaatan dan kesetiaan Hizkia:  Doa di dengar oleh Tuhan 

Hizkia jatuh sakit, sehingga ia hampir mati. 

Tuhan berkata lewat nabi Yesaya bin Amos:”Beginilah firman Tuhan: sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” Lalu Hizkia berdoa:”Tuhan ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan tulus hati dan bahwa Aku telah melakukan apa yang baik di mataMu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Kemudian Tuhan balik berkata lewat nabi Yesaya:”Telah kudengar doaMu dan telah Kulihat air matamu, sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau, Aku akan memperpanjang umurmu 15 tahun lagi.” (II Raja 20:1-6)

Berkat yang menyertai ketaatan dan kesetiaan Hizkia:  Doa di dengar oleh Tuhan :Hizkia mendapat kekayaan dan kemuliaan yang sangat besar. Ia membuat perbendaharaan-perbendaharaan untuk emas, perak, batu permata yang mahal-mahal, rempah-rempah, perisai-perisai dan segala macam barang yang indah-indah, juga tempat perbekalan untuk hasil gandum, untuk anggur dan minyak, dan kandang-kandang untuk berbagai jenis hewan besar dan kandang-kandang untuk kawanan kambing domba. Ia mendirikan kota-kota, …karna Allah mengaruniakan harta milik yang amat besar. Hizkia berhasil dalam segala usahanya (32:27-31) 

KESIMPULAN : 

Keberhasilan hidup kita ditentukan oleh :

  1. Pertobatan / sikap tidak kompromi terhadap dosa
  2. Kemurnian ibadah kita
  3. Kerinduan pada Tuhan dalam ibadah 
  4. Pengorbanan bagi pekerjaan Tuhan 
  5. Andalkan Tuhan dalam segala persoalan 
Devosi

PENGAMPUNAN YANG LUAR BIASA

(Lukas 23:33-43)

Ada satu perkataan Tuhan Yesus, yang sangat luar biasa waktu dia disalibkan. Perkataan apa itu ? Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Pada umumnya, seseorang yang disalibkan akan mengutuki orang-orang yang menyalibkan dia, karena penyaliban yang dirasakan amat sangat menyakitkan. Kita saja saat disakiti orang, kita segera ingin membalasnya, apalagi bila kita merasa sangat kesakitan, kita pasti spontan akan melakukan pembalasan. Semula ketika teman mengejek kita, kita masih bisa tahan, teman menfitnah kita, kita masih bisa tahan, tetapi saat teman sudah memukul kita, kita sudah tidak tahan lagi. Apalagi Yesus disalibkan. 

Di dalam sejarah manusia, tidak pernah ada perkataan yang lebih agung, lebih manis dan lebih baik dari perkataan Kristus di atas kayu salib yaitu : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” 

Yesus adalah pribadi yang konsekwen dengan ajaranNya: Yesus sering mengajar muridNya dengan perkataan demikian :

Matius 5:39:”Tetapi Aku berkata kepadamu:”Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” 

Matius 5:44:”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu.” 

Mengapa perkataan Yesus ini sangat luar biasa ? 

1. Perkataan ini diucapkan Yesus di saat yang paling lelah secara fisik 

Saat Yesus berdoa di taman Getsemani, Petrus, Yakobus dan Yohanes tertidur karena kelelahan. Itu artinya Yesus juga lelah, dia perlu tidur. Sepanjang malam Yesus tidak memejamkan mataNya. Sepanjang malam Yesus dibawa kesana kemari. Dari Getsemani ke tempat Mahkamah agama Yahudi, lalu ke Pilatus, ke tempat Herodes. Yesus mengalami 6 kai pengadilan. Diadili, diadili dan terus diadili. Hakim semesta alam diadili oleh hakim yang berdosa. 

2. Perkataan ini diucapkan Yesus di saat yang paling sengsara 

Paku sudah menembus kulit dan daging, tangan serta kakiNya. Kedua tangan dipaku, kedua kaki dipaku, darah menetes keluar dari tubuhNya. Makin berkurangnya darah berarti tekanan darah semakin rendah. Dengan berkurangnya darah, maka oksigen yang beredar di tubuhnya semakin berkurang, getaran urat nadi semakin cepat dan pernapasan terpacu menjadi lebih cepat dan dalam. Inilah saat yang paling sengsara 

3. Perkataan ini diucapkan Yesus di saat yang paling kejam 

Saat yang paling kejam, saat yang paling tidak adil, Moral menjadi gelap, agama menjadi gelap, politik menjadi gelap. 

Perkataan Yesus ini, perkataan yang luar biasa karena perkataan ini mengandung kasih yang sangat besar dan dalam. Yesus mengasihi semua orang yang telah menganiaya Dia, Yesus tidak ingin mereka binasa. Yesus tidak ingin mereka masuk dalam api neraka. Untuk itulah Yesus mau mati bagi mereka semua. 

Stefanus meneladani Yesus Kristus (Kis. 7:59-60) Saat Stefanus dirajam batu, maka dia berdoa : Ya Tuhan terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring:”Tuhan jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka !” 

Bagaimanakah dengan kita ? Pernahkah kalian mengampuni orang yang menyakiti hatimu ? 

  1. Bagaimana seandainya, suatu hari kalian punya doi, doimu itu sudah berjanji akan setia kepadamu, sehidup mati, tetapi tiba-tiba suatu hari kamu mendapati doimu tidak setia lagi, dia sudah ketemu sama pria yang lebih ganteng dari kamu atau ketemu wanita yang lebih cantik dari kamu. Apakah kamu bisa mengampuni doimu itu ? 
  2. Bagaimana seandainya, suatu hari kalian punya sahabat, sahabatmu berjanji bahwa dia akan pegang segala rahasiamu, tetapi tiba-tiba suatu hari dia bocorkan rahasiamu yang paling kamu jaga. Apakah kamu bisa mengampuni sahabat kamu itu ? 
  3. Adakah di antara kalian yang pernah kecewa dengan sikap orang tua kalian ? Dari hasil angket yang pernah lz buat, rata-rata dari kalian pernah kecewa dengan orang tua, kalian merasa perlakukan tidak adil, perlakuan yang berlebih-lebihan dll. Maukah kalian mengampuni orang tuamu yang pernah menyakiti hatimu ? 

Hasil angket dlm hub dgn orang tua: Mereka yang pernah kecewa sama orang tua berkata demikian:

  1. Orangku kurang pengertian terhadap seleraku anak remaja, jadi aku pergi saja ke rumah teman
  2. Orang tuaku tidak bisa memberi apa yang aku minta, aku tidak diberi uang, jadi aku tidur-tidur saja dan ngebut 
  3. Orang tuaku Diktator, tidak bijaksana, tidak adil, semena-mena, 
  4. Pendapat orang tuaku sering beda dengan aku 
  5. Papa suka marah, mementingkan diri sendiri, mama jarang bisa diajak bercanda 
  6. Pertengkaran orang tuaku, tidak tepat janji, janjinya sering diundur-undur 
  7. Orang tua marah-marah terus
  8. Orang tua pilih kasih 
  9. Orang tua egois, kalau bisa sangat kasar 
  10. Orang tua memihak kepada orang yang menyakiti hati saya 

Apakah yang akan terjadi bila kita tidak mau meneladani Yesus dalam hal pengampunan ?

Roma 6:14-15 berkata:”Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu  juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” 

Keluarga Kristen

MAKNA SEBUAH PENGAMPUNAN 

Matius 18:21-35

Apakah pengampunan itu cukup kita ucapkan dengan bibir kita, ya saya mengampuni, ya saya memaafkan kamu, atau ada makna yang lebih dalam lagi dari sekedar ucapan/perkataan kita. Pagi hari ini saya membahas 3 makna dari sebuah pengampunan :  

1. Mengampuni berarti tidak lagi mengungkit kesalahan di masa lampau

Tuhan pernah berkata di dalam Yesaya 43:25 demikian : “ Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Kalimat :”Aku tidak mengingat-ingat dosamu,” mempunyai arti bahwa disaat Tuhan mengampuni kita, maka Tuhan bertekad tidak akan mengingat-ingat lagi segala kesalahan kita yang telah Dia hapuskan/ampuni. Alias Tuhan melupakan. Sekalipun Tuhan adalah pribadi yang maha tahu, dia tahu semua dosa-dosa kita, dari kita kecil sampai saat ini, tidak dosa yang tersembunyi dimata Tuhan, namun ketika Dia mengampuni, maka Dia tidak mau mengingat-ingat lagi dosa kita itu. Tuhan tidak mau mengungkit-ungkit lagi kesalahan kita, Tuhan tidak mau mendakwa kita lagi dgn dosa-dosa kita, Tuhan tidak mau mempermasalahkan apa yang Dia sudah ampuni. Firman Tuhan dalam Mazmur 103:12 berkata demikian : “ sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (Mazmur 103:12 TB)

Nah saudara itulah sikap Tuhan ketika Dia mengampuni dosa-dosa kita. Mengampuni bagi Tuhan itu sama dengan melupakan kesalahan, tidak mengingat-ingat lagi, tidak mengungkit-ungkit lagi. Tuhan Yesus memperjelas lagi lewat perumpamaan tentang seorang raja yang semula berencana menjebloskan hambanya ke dalam penjara karena tidak bisa bayar hutang. Namun ketika hamba itu menangis dan minta belas kasihan, maka raja itu menghapuskan hutangnya dan membebaskan dia dari kesalahannya. Raja tidak lagi mengingat-ingat hutang 10 ribu talenta hamba itu kepadanya. 10 talenta = 45 milyar. Tetapi apa yang terjadi baru saja raja itu bebaskan hutangnya, hamba itu bertemu temannya yang hutang 100 dinar= 75 ribu dan menagihnya, saat temannya tidak bisa bayar, maka dia jebloskan dalam penjara.  Raja adalah gambaran dari Tuhan sendiri, sedangkan hamba adalah gambaran kita manusia. Ketika kita berdosa pada Tuhan, maka seluruh dosa kita dihapuskan oleh Tuhan lewat kematianNya di kayu salib, tetapi ketika sesama kita bersalah kepada kita, biarpun kesalahan itu hanya kecil saja, kita manusia mudah mengingat-ingat terus, apalagi kalau kesalahan itu besar. Sampai mati mungkin kita tidak akan pernah melupakannya. 

Seringkali dalam hidup sehari-hari, orang berkata: saya sudah mengampuni dia, tetapi maaf saya masih belum bisa melupakan bagaimana dia pernah menampar wajah saya, saya mengampuni dia, tetapi maaf saya tidak pernah lupa bagaimana dia pernah menfitnah saya, saya mengampuni dia, tetapi maaf saya tidak pernah lupa bagaimana dia telah menginjak-injak harga diri saya. Saya sulit melupakan semua itu. 

Saudara ketika seseorang berkata demikian maka sesungguhnya orang itu belum sungguh-sungguh melepaskan pengampunan bagi sesamanya. Memang memori masa lalu yang pahit itu pasti tetap tersimpan sampai akhir hidup kita, namun satu hal Tuhan mau agar kita tidak terus mengungkit-ungkit masa lalu. Saya pernah berkata kepada seorang Bapak, Pak jangan terus ungkit masa lalu, setiap kali ada masalah baru, Bapak selalu ungkit masa lalu, Kalau begini terus caranya, Bapak terus jalan di tempat, rohani Bapak tidak akan maju-maju. Setiap kali hal itu bapak ungkit,pasti bapak sakit hati. 

Saudara hati-hati Iblis itu pandai sekali, dia selalu mengingatkan kita akan dosa kita dan dosa sesama kita. Setiap kali kita mau datang pada Tuhan, Iblis akan berkata: kamu nggak layak, kamu banyak dosanya, kamu pezinah, kamu pembunuh, kamu tidak pantas menghadap Tuhan. Iblis juga sering mengingatkan kita akan dosa sesama kita,kesalahan suami terus diingat, kesalahan istri terus diingat, akhirnya kita tidak bisa berdamai dgn suami atau istri kita. 

2.  Mengampuni berarti menerima kembali apa adanya 

Dalam perumpamaan anak yang hilang, dikisahkan bagaimana anak bungsu yang tadinya menghambur-hamburkan uang ayahnya, akhirnya dengan penuh penyesalan anak itu pulang ke rumah ayahnya. Dia mengakui semua dosanya, dan dia siap diperlakukan apapun oleh ayahnya. Dia siap kalau ayahnya mau menghukum dia. Tetapi luar biasa sang ayah tidak menolak dia, tidak menghukum dia, sebaliknya memeluk dia dgn penuh kasih, dengan penuh tangisan bahagia, anakku yang hilang sekarang telah kembali, mari kita adakan pesta merayakan kepulangan anakku. 

Saudara sang ayah adalah gambaran dari Tuhan Yesus, ketika Tuhan mengampuni kita, maka Tuhan menerima kita kembali apa adanya. Dia menerima dengan hati penuh sukacita, bukan terpaksa. Itulah hati Tuhan kepada kita.   

Berbeda sekali dengan sikap manusia terhadap sesamanya yang berdosa. Ketika ada seorang narapidana yang keluar dari penjara, dan ingin kembali lagi hidup di tengah-tengah masyarakat, pasti keberadaannya sulit diterima. Orang takut bergaul dengan dia, orang sinis dengan dia, orang mempergunjingkan statusnya, eh hati-hati dia itu baru keluar dari penjara, kasusnya bunuh orang, hati-hati jgn dekat sama dia. Padahal tidak sedikit narapidana sekeluar dari penjara, mrk sungguh-sungguh mau bertobat, mrk tidak mau mengulangi lagi perbuatannya, tetapi sayang seringkali pertobatan mereka tidak dipandang. Mereka terus tertolak, tertolak dan tertolak. 

Sekalipun ada orang berkata, saya sudah mengampuni dia,tetapi dia masih sulit menerima keberadaan orang yg diampuni, maka sesungguhnya orang itu belum mengampuni dgn sungguh-sungguh. Memang tidak mudah menerima kembali orang yang telah mengecewakan kita begitu dalam. Dalam masalah rumah tangga biasanya, biasanya kasus yang paling berat, yang membuat orang sulit menerima pasangannya yaitu kasus perzinahan, kasus perselingkuhan. Ini yang paling berat. Sekalipun sang suami sudah tobat, tidak lagi mau mengulangi perbuatannya, sang istri masih sulit menerima keberadaan suaminya. 

Tetapi sekali lagi,mari kita bersikap seperti Tuhan Yesus, ketika ada orang yang sungguh mau bertobat, mari kita memeluknya, mari kita merangkulnya, mari kita menyambut dengan hangat dan sukacita. Terima dia, seperti Tuhan telah menerima kita lebih dahulu. 

3.  Mengampuni berarti mempercayai kembali 

Tuhan Yesus pernah berkata demikian kepada Petrus: Kamu bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan menjadi engkau sebagai penjala manusia. Satu kepercayaan besar yang Tuhan Yesus berikan kepada Petrus untuk menjadi partnerNya dalam pelayanan. Petrus tentu sangat bangga dengan status barunya, sebab dia sadar dia nelayan, orang berpendidikan rendah, tetapi Tuhan mau mempercayai dia menjadi partnerNya dalam pelayanan. Namun dalam perjalanan Petrus mengiring Tuhan Yesus, Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3 kali. Menyangkal tidak jauh beda dengan mengkhianati.  Pantaskah seorang pengkhianat dipercaya lagi oleh Tuhan ? Saya percaya bila saudara punya orang kepercayaan, kemudian orang itu mengkhianati saudara, saya yakin saudara pasti tidak akan mempercayai dia lagi. Tetapi Yesus tidak demikian, walaupun Petrus pernah menyangkal Yesus sebanyak 3 kali, Tuhan Yesus tetap memakai dia menjadi muridNya, bahkan rasulNya. Tuhan hargai pertobatan Petrus. Terbukti ketika Petrus berkhotbah 3000 orang bertobat. Roh Kudus bekerja luar biasa dalam hidup Petrus. Mengampuni berarti mempercayai kembali. 

Ketika saudara mengampuni suami, berarti saudara mempercayai bahwa suami saudara bisa kembali menjadi suami yang baik, ketika saudara mengampuni istri,berarti saudara mempercayai bahwa istri saudara bisa kembali menjadi istri yang baik, ketika saudara mengampuni anak-anak, berarti saudara mempercayai bahwa anak-anak saudara bisa kembali menjadi anak-anak yang baik. 

Bahkan saudara yang lebih luar biasa, mereka yang pernah jatuh dalam dosa, bila dia bertobat, lalu tetap diberi kepercayaan, maka mereka bisa menjalankan kepercayaan itu dgn sangat baik. Petrus dulu menyangkal, tetapi selanjutnya mati disalib dgn kepala dibawahpun mau. Bagi dia kepercayaan menjadi rasul itu luar biasa. 

Kesimpulan :

Ada 3 makna dari pengampunan : 

  1. Mengampuni berarti tidak mengingat-ingat lagi /tidak mengungkit-ungkit kesalahan masa lampau 
  2. Mengampuni berarti menerima kembali apa adanya 
  3. Mengampuni berarti mempercaya kembali. 

Pujian Penutup:

Mengampuni,mengampuni lebih sungguh )2x

Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaKu 

Mengampuni 2x lebih sungguh 

Melupakan-melupakan lebih sungguh ) 2x

Tuhan lebih dulu melupakan dosaku 

Melupakan-melupakan lebih sungguh 

Menerima-menerima lebih sungguh )2x

Tuhan lebih dulu menerima diriku 

Menerima-menerima lebih sungguh