(Yohanes 8:12, Matius 5:14-16)
Berbicara tentang thema : Jadilah terang dimana kau berada, itu berarti dimana ada seorang pria Kristen disitu terang Tuhan, kemuliaan Tuhan boleh dinyatakan, kasih Tuhan dapat dirasakan, dan berkat Tuhan dapat dialami oleh setiap orang yang ada disekelilingnya. Memang pria Kristen bukan manusia super, namun sejak awal penciptaan, Tuhan telah meletakkan tanggungjawab terbesar dipundak kaum pria. Kaum pria ditetapkan Tuhan sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan, pencari nafkah bahkan imam dalam keluarganya. Untuk itu bila pria Kristen hidup menjadi terang Kristus, maka pengaruhnya pasti sangat baik bagi keluarga, bagi orang di tempat pekerjaan dan dimanapun dia berada.
Berbicara tentang terang, maka sebenarnya terang itu selalu menang atas kegelapan. Dimana ada terang disitu kegelapan tersingkir/terkalahkan. Kesaksian: Ada seorang pria pegawai sebuah toko buku, suatu hari ketika pulang kerja, ia melewati lorong yang gelap, seorang pria tinggi besar menghadangnya, pria itu menodongkan sebuah pisau ke dadanya dan berkata:”Serahkanlah uangmu kalau mau selamat.” Pria Kristen itu berkata:”Anda menginginkan uang saya ? Ambillah semuanya. Anda tidak takut bila aku membunuh anda disini ? Oh tentu tidak. Pria jahat itu jadi penasaran: Anda tidak takut mati ? Saya tidak memiliki apa-apa dalam dunia ini, saya hanya memiliki Tuhan, jika anda membunuh saya, maka anda mengembalikan saya . Anda orang Kristen ? Ya saya seorang Kristen. Penjahat itu berkata:”Aku preman, aku telah membunuh belasan nyawa. Dulu aku orang Kristen, ayahku dulu sering memukul ibuku dan juga kami anak-anaknya, hingga kami hidup dalam kekerasan. Ia sering mabuk dan akupun hampir pernah dibunuhnya. Baru kali ini aku bertemu dgn kamu yang tidak takut padaku. Kemudian penjahat itu meneteskan air mata, seumur hidupku, baru pertama kali ini aku menangis di hadapanmu. Kasih Tuhan dan terang Tuhan mulai masuk dalam hidup penjahat itu. Orang Kristen itu menawarkan roti yang ada di tasnya untuk dimakan. Makanlah mungkin kamu lapar. Penjahat itu berkata:”Aku merasakan suatu kekuatan yang begitu kuat keluar dari dari dirimu, yang menarik aku kembali pada suatu tempat dimana aku dulu pernah berada..
Namun sayang saudara justru manusia lebih menyukai hidup di dalam kegelapan dibandingkan hidup di dalam terang. Manusia lebih senang melakukan perbuatan tersembunyi dari pada perbuatan yang terbuka dan jujur. Ada 3 jenis dosa yang seringkali menjerumuskan kaum pria kedalam dosa, itulah harta, takhta dan wanita. Untuk mendapatkan harta maka orang bisa lakukan segala cara, termasuk cara-cara haram. Baru-baru ini kita dengar adanya kasus pembobolan bank BNI yang mencapai angka bukan jutaan atau miliaran tetapi trilunan. Siapa yang dicurigai dan diperiksa ? Justru para direktur, para pimpinan, mereka yang berpendidikan tinggi, berkedudukan tinggi, berwawasan luas, berpengalaman. Sungguh sangat menyedihkan semakin manusia pandai, bukan semakin takut Tuhan, justru semakin berani melanggar perintah Tuhan. Banyak orang otaknya besar tetapi hatinya kecil, akal budinya tajam tetapi hati nuraninya tumpul. Berikutnya kalau harta sudah banyak, maka godaan untuk mencari wanita simpanan juga semakin gencar. Perhatikan mereka yang punya istri simpanan atau istri kedua, ketiga dll, biasanya itu bukan orang miskin tetapi orang berduit.
Bila kita tidak waspada sebagai pria-pria Kristen maka kitapun bisa terjerumus dalam dosa-dosa itu. Tuhan Yesus sendiri pernah dicobai oleh Iblis tetapi Dia tidak jatuh dalam dosa. Sebaliknya Dia menang atas dosa. Iblis selalu menawarkan kekayaan, kemewahan dunia ini, gemerlap dan kecantikan dunia ini kepada kaum pria. Dan fakta membuktikan bahwa banyak juga pria Kristen yang jatuh dalam dunia kegelapan. Memang menurut Alkitab,manusia pertama yang jatuh dalam dosa adalah Hawa (wanita), tetapi dalam kenyataannya kejahatan di dunia ini justru banyak dilakukan kaum pria. Perhatikan narapidana dalam penjara, pasti lebih banyak pria dibanding dengan wanitanya Kejahatan di buser, jejak kasus, sergap dll, kebanyakkan dilakukan kaum pria.
Nah bagaimana kita bisa mengatasi dunia disekeliling kita ini yang penuh dengan kegelapan ini ? Bahkan bagaimana caranya agar kita bisa menerangi kegelapan itu ?
Caranya:
- Kita harus mengenal siapa diri kita sebenarnya di hadapan Tuhan, apa tabiat kita sesungguhnya. Yesus sendiri berkata:” Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12). Jadi kalau kita mengaku diri sebagai orang Kristen maka konsekwensinya kita tidak akan berjalan dalam kegelapan. Dalam ayat ini, istilah yang dipakai yaitu istilah “tidak akan” bukan tidak boleh. Kalau dikatakan tidak boleh itu terkesan sebagai larangan, tetapi kalau dikatakan tidak akan: itu lebih mengarah pada pengertian tabiat orang Kristen. Tabiat asli orang Kristen adalah tidak menyukai hidup dalam kegelapan, tidak akan mudah jatuh dalam kegelapan. Godaaan boleh datang kepadanya, pengaruh negatif boleh mempengaruhinya tetapi pria Kristen tidak akan berjalan dalam kegelapan. Kalau dia nekad berjalan dalam kegelapan, maka hidupnya pasti tidak tenang, sebab Roh Kudus yang ada di dalam dirinya senantiasa menggelisahkan hatinya bila tidak keluar dari kegelapan itu. Pria Kristen tidak bisa mematikan hati nurani yang telah disucikan oleh darah Yesus. Bila dia hidup dalam kemunafikan, pasti hidupnya tidak tenang. Sebab tabiat pengikut Kristus adalah tidak akan berjalan dalam kegelapan.
- Miliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, jangan asal-asalan saja. Bila kita ingin menyalakan lampu, biasanya kita harus tekan tombol on, artinya lampu listrik tidak mungkin menyala bila dia tidak dihubungkan ke sumber listrik. Demikian juga seorang pria Kristen tidak mungkin bisa jadi terang bila dia tidak berhubungan dengan sumber terang itu yaitu Yesus Kristus. Yesus berkata: Akulah terang dunia, barangsiapa mengikuti Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Semakin seorang pria hidup takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan, intim dengan Tuhan, menomor satukan Tuhan, maka gairah hidup dalam kegelapan itu akan memudar. Tetapi sebaliknya bila seorang pria Kristen hubungan dengan Tuhan hanya asal-asalan saja, maka dialah orang yang paling mudah kompromi dengan dosa. Untuk itu mari kita jaga waktu doa kita, waktu kita membaca firman Tuhan, waktu ibadah kita dengan Tuhan. Mari kita selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita, mulai dari berkeluarga, bekerja, bermasyarakat dll.
- . Bila kita ingin menyalakan lampu, biasanya kita harus tekan tombol on, artinya lampu listrik tidak mungkin menyala bila dia tidak dihubungkan ke sumber listrik. Demikian juga seorang pria Kristen tidak mungkin bisa jadi terang bila dia tidak berhubungan dengan sumber terang itu yaitu Yesus Kristus. Yesus berkata: Akulah terang dunia, barangsiapa mengikuti Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Semakin seorang pria hidup takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan, intim dengan Tuhan, menomor satukan Tuhan, maka gairah hidup dalam kegelapan itu akan memudar. Tetapi sebaliknya bila seorang pria Kristen hubungan dengan Tuhan hanya asal-asalan saja, maka dialah orang yang paling mudah kompromi dengan dosa. Untuk itu mari kita jaga waktu doa kita, waktu kita membaca firman Tuhan, waktu ibadah kita dengan Tuhan. Mari kita selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita, mulai dari berkeluarga, bekerja, bermasyarakat dll.
Berani tampil beda.Berani tampil beda. Fakta membuktikan terang dan gelap jelas tidak bisa bersatu. Dimana ada terang pasti kegelapan akan terusir, dimana tidak ada terang maka kegelapan akan menguasai. Firman Tuhan berkata:”Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung, tidak mungkin tersembunyi…demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga.” (Matius 5:14,16). Jadi jangan heran bila saudara dan saya berbeda dengan orang dunia. Jangan takut tampil beda secara rohani. Kalau cara berpikir saudara, cara mengambil keputusan, gaya bisnis saudara, berbeda dengan orang dunia jangan merasa minder, sebaliknya bersyukurlah pada Tuhan, itu artinya saudara adalah pengikut Kristus. Tetapi bila yang terjadi sebaliknya, cara berpikir, cara kita mengambil keputusan, dan cara kita berbisnis seperti orang dunia ini, maka perlu kita bertanya pada diri kita sendiri ? Betulkah saya ini orang Kristen ? Pantaskah saya disebut sebagai pengikut Kristus ? Dalam dunia bisnis orang dunia selalu berusaha memikirkan keuntungan dirinya sendiri tetapi sebaliknya orang Kristen hendaknya memikirkan keuntungan orang lain juga, dalam dunia bisnis orang dunia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tetapi orang Kristen harus menggunakan cara-cara yang benar dan fair. Memang ada dua akibat bisa terjadi kalau kita tampil beda: pertama kita malah dibenci, dijauhi, diisolasi, diancam, dll. Kedua bisa sebaliknya, malah orang yang tampil beda, akan mendapat peluang besar dalam usaha. Perhatikan bos-bos perusahaan pasti kalau mencari orang yang memegang keuangan, pasti dicari orang yang terkenal jujur, beribadah dan takut akan Tuhan.
Kesimpulan:
Ada 3 cara untuk kita menjadi terang dimana kita berada:
Sadari bahwa tabiat kita yaitu: tidak akan berjalan dalam kegelapan, kegelapan bisa saja meliputi hidup kita tetapi kita tidak akan berjalan di dalamnya
Miliki hubungan yang baik dengan Tuhan setiap hari
Kita harus berani tampil beda demi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
