MATIUS 5:3-4
Pendahuluan :
Hal-hal apakah yang menjadi ukuran kebahagiaan menurut dunia ini ?
Ada 3 tah: yaitu harta, takhta dan wanita.
- Harta: tabungan atau deposito banyak, asuransi atas semua asset yang dimiliki rumah mewah, mobil dll+saat harta lenyap kesedihan yg dating,ksk:teman kakak
- Takhta: punya jabatan yang tinggi, gaji tinggi dan dihormati, saat jabatan hilang,hilang juga sukacitanya, seorang jemaat jabatannya dicopot utk dikuatkan sama istri shg tetap tabah.
- Wanita: punya teman hidup yang cantik and ganteng, tetapi saat kecantikannya pudar, pudar juga kebahagiaannya dan kasihnya.
Apakah makna kata bahagia yang diajarkan oleh Yesus dalam Matius 5 ini ?
Ungkapan bahagia disini dipakai kata makarios yang artinya:
- Kebahagiaan yang begitu dalam dan tak tersentuh. Tak tersentuh oleh kesedihan, kesakitan, kedukaan dan penderitaan atau kuasa-kuasa lain.
- Kebahagiaan yang lengkap dan sama sekali tidak tergantung pada perubahan nasib, kesehatan, keberhasilan, kesuksesan dll. Tuhan Yesus berkata : “Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraan itu dari padamu.” (Yohanes 16:22)
Matius 5:3:
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga
Satu ungkapan yang aneh, orang miskin dikatakan bahagia.
Menurut saudara apakah yang dimaksud dengan miskin di hadapan Allah ?
Apakah itu miskin tidak punya uang, tidak punya harta atau miskin dalam pengertian lain
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah :
Ketika mendengar kata “miskin” pasti banyak orang langsung berikir bahwa miskin bisa berarti tidak memiliki sesuatu yang bersifat material. Tapi karena orang sengsara itu tidak mempunyai pelarian kecuali Allah (Zefanya 3:12), maka ‘kemiskinan’ pun berangsur-angsur mendapat konotasi spiritual dan diidentikkan dengan kebergantungan yang rendah hati kepada Allah.
Dalam bahasa Yunani, kata miskin dipakai istilah Ptokhos. Ptokhos berarti kemiskinan yang mutlak, kemiskinan yang amat sangat, seperti orang tidak mempunyai apa-apa. Jadi kalimat berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah artinya berbahagialah orang yang menyadari bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah. Sekalipun dia kaya, sekalipun dia pandai, sekalipun dia punya banyak potensi, dihadapan Allah, dia sadar apa yang dia miliki itu hanya titipan Tuhan, sesungguhnya dia tidak memiliki apa-apa. Ingat Ayub, Tuhan bisa ambil kekayaan Ayub cukup dalam sehari saja. Ayub tetap kuat imannya krn sandarannya bukan harta tetapi Tuhan.
Pengertian yang kedua yaitu: setelah dia menyadari bahwa dia tidak memiliki apa-apa, maka dia menyandarkan hidup sepenuhnya hanya kepada Tuhan. Bagi dia Tuhan itu segala-galanya, tanpa Tuhan hidup ini tidak artinya, biarpun uang banyak, jabatan tinggi, masa depan cerah,sesungguhnya tanpa Tuhan semuanya itu sia-sia belaka. Hanya Tuhan yang patut dimuliakan. Ada seorang pengusaha semula berhasil, suatu hari bangkrut, waktu dia jaya, dia tetap rajin doa pagi, waktu bangkrut dia tetap rajin doa pagi, krn dia tahu sandaran dia bukan harta tetapi Tuhan.
Jadi istilah miskin dihadapan Allah mempunyai arti merasa diri tidak memiliki apa-apa yang patut dibanggakan kecuali Tuhan sendiri. Biarpun punya apa-apa, tetap merasa di hadapan Tuhan, tidak ada apa-apanya. Hanya Tuhan yang patut dimuliakan.
Ada seorang kaya, ketika dia memberi persembahan, dia minta tolong jangan sebutkan nama saya, apa yang saya berikan pada Tuhan ini nggak ada apa-apanya dibandingkan dgn apa yang Tuhan berikan kepada saya. Saya baru bisa memberi uang, Tuhan sudah memberi darahnya buat saya. Saya baru bisa memberi harta, Tuhan sudah memberi hidupnya untuk saya. Saya baru bisa memberi sebagian waktu saya, tetapi Tuhan sudah memberikan seluruh hidupnya buat saya. Orang semacam ini sesungguhnya adalah orang yang berbahagia, karena dia selalu berusaha merendahkan diri di hadapan Tuhan. Biarlah Tuhan yang dimuliakan, jgn saya.
Yohanes pembaptis berkata: “Biarlah, Dia semakin besar, dan aku semakin kecil.” Membuka tali kasutNyapun aku tidak layak.
Aplikasi:
Saudara dalam hidup ini,apa yang selama ini begitu kita banggakan, mungkin kita bangga dengan harta kita, bangga dengan kepandaian kita, bangga dengan pengalaman kita, bangga dengan tubuh kita yang gagah, wajah kita yang ganteng/cantik, mobil kita yang mewah dll.
Saat ini di hadapan Tuhan, mari kita berkata, semua ini hanya titipan Tuhan, sesungguhnya saya tidak punya apa-apa, bagi saya Tuhan segalanya. Kalau ini menjadi prinsip hidup saya, maka saudara adalah orang yang berbahagia, yang memiliki kebahagiaan sejati.
Matius 5:4: Berbahagialah orang yang berdukacita karena mereka akan dihiburkan.
Dukacita yang dimaksud disini adalah dukacita yang sangat kuat. Dukacita karena kematian, atau ratapan karena musibah ditinggalkan orang yang sangat dikasihi. Dukacita yang tidak bisa ditutup-tutupi atau disembunyikan. Dukacita yang membawa air mata tidak bisa ditahan lagi. Jadi kalimat ini berbunyi demikian : berbahagialah orang yang amat sangat berdukacita, seperti dukacita orang yang kehilangan orang yang paling dicintai atau kasihi.
Kalimat ini juga satu kalimat yang aneh, bagaimana bisa bahagia di tengah dukacita. Tidak ada orang yang ketika famili meninggal lalu tertawa terbahak-bahak, bergembira, bersukacita. Tetapi baiklah mari kita selidiki arti kalimat ini.
artinya ada 3 :
Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh menyesali dosa-dosa dan ketidakberhargaan dirinya sendiri. Kata pertama yang diucapkan Yesus saat Dia berkhotbah yaitu Bertobatlah.Salah satu fungsi dari salib yaitu membuka mata manusia untuk melihat kengerian dosa. Dan kalau seseorang sudah melihat dosa dan kengeriannya, ia tidak bisa merasakan hal-hal lain kecuali kesedihan yang mencekam karena dosa-dosanya itu. Kekristenan dimulai dengan kesadaran tentang dosa.
Berbahagialah orang yang hatinya hancur, karena dosa yang telah dilakukannya sendiri terhadap Allah. Berbahagialah orang yang melihat salib dan yang merasa ngeri serta tercekam oleh kedasyatan dosa.
2. Berbahagialah orang yang berdukacita.
Dukacita yang dimaksud adalah dukacita yang sangat kuat, dukacita krn kematian orang yang paling kita kasihi. Dalam PL dilukiskan dengan dukacita Yakub ketika mendengar bahwa Yusuf anaknya meninggal diterkam oleh binatang buas. Dukacita semacam ini membuat air mata tidak bisa dibendung lagi. Jadi kalimatnya: Berbahagialah orang yang berdukacita seperti orang yang berdukacita karena kematian. Dukacita atau kesedihan bisa membawa orang untuk melihat kebaikan Tuhan dan sesamanya. Banyak orang justru dalam saat-saat kesedihan, menemukan sesamanya dan Allahnya, seperti yang tidak pernah dia temukan sebelumnya.
Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan penderitaan, kesedihan dan keperluan orang lain.
Berbahagialah orang yang dengan sungguh-sungguh menyesali dosa-dosa dan ketidakberhargaan dirinya sendiri. Ingat kekristenan dimulai dengan kesadaran akan dosa. Sesungguhnya hati yang hancur serta penuh penyesalan tidak akan dihinakan oleh Allah (Mazmur 51:17).
Oh berbahagialah orang yang hatinya hancur karena penderitaan dosanya sendiri, karena kesedihana seperti itu, ia akan menemukan kesukacitaan Allah.”
3. Berbahagialah orang yang lemah lembut.
Kata lemah lembut biasanya kita pahami sebagai kata yang menunjuk kepada sikap rendah,hina, papa, dan bahkan orang yang jiwanya tidak memiliki semangat. Kata ini berasal dari kata praus. Istilah ini berada di antara dua sifat yang ekstrim, misalnya: sifat pemarah dan sama sekali tidak marah. Sikap lemah lembut ada di antara keduanya. Jadi artinya yaitu: Berbahagialah orang yang selalu marah tepat pada waktunya, dan tidak pernah marah pada waktu yang salah. Bagaimana marah yang benar dan yang tidak benar ? Yang benar yaitu bila kita marah bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan Tuhan dan sesama. Misalnya Tuhan Yesus marah karena bait Allah digunakan untuk berjualan.
Berbahagialah orang yang memiliki kerendahan hati untuk menyadari kelemahan diri sendiri. Tidak ada seorangpun dapat mengendalikan orang lain sebelum ia sendiri belajar mengendalikan dirinya sendiri
4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran
Kelaparan dan kehausan disini adalah kelaparan dan kehausan yang amat sangat menyengsarakan, berlarut-larut
Berbahagialah orang yang merindukan kebenaran total seperti orang yang amat sangat kelaparan dan seperti orang yang hampir mati karena haus akan air, karena orang-orang yang demikian itu akan dipuaskan.
5. Berbahagialah orang yang murah hatinya
Berbahagialah orang yang bisa masuk dalam diri orang lain, sehingga ia dapat melihat dengan matanya, berpikir dengan pikirannya dan merasakan dengan perasaan orang lain, karena ia melakukan hal itu akan juga diperlakukan seperti itu oleh orang lain, dan akan mengetahui bahwa hal itulah yang dilakukan Allah di dalam Yesus Kristus.
6. Berbahagiala orang yang suci hatinya
Berbahagialah orang yang motivasi hidupnya benar, murni dan bersih, karena orang yang demikian kelak akan dapat melihat Allah.”
7. Berbahagialah orang yang membawa damai
Berbahagialah orang yang menciptakan hubungan-hubungan yang benar antara manusia dengan sesamanya, karena mereka mengerjakan pekerjaan Allah.”
8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran
Injil adalah kebenaran sejati. Sudah banyak orang yang menderita karena Injil itu. Tidak sedikit para martir atau orang-orang yang mati sahid karena melakukan amanat agung Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata: Berbahagialah kamu jika kamu harus menderita karena namaKu.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat
Kesimpulan:
Ada 8 ucapan kata bahagia dalam ajaran Yesus :
- Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.
- Berbahagialah orang yang berdukacita.
- Berbahagialah orang yang lemah lembut
- Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran
- Berbahagialah orang yang murah hatinya
- Berbahagiala orang yang suci hatinya
- Berbahagialah orang yang membawa damai
- Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran